RADARSOLO.COM – Masa depan Milomir Seslija bersama Persis Solo akhirnya resmi berakhir. Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu dipastikan tidak lagi menukangi Laskar Sambernyawa setelah kedua belah pihak sepakat mengakhiri kerja sama usai berakhirnya musim Super League 2025/2026.
Kepastian perpisahan tersebut sekaligus menutup perjalanan Milo yang datang dengan ekspektasi besar, namun harus mengakhiri musim dengan hasil yang tidak sesuai harapan setelah gagal membawa Persis bertahan di kompetisi kasta tertinggi.
Momen perpisahan itu juga disampaikan secara emosional oleh Milo melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemain, staf, hingga suporter yang telah mendukungnya selama menangani Persis Solo.
Dia mengaku sejak awal menyadari Persis adalah klub dengan sejarah besar dan basis suporter yang kuat. Namun, pengalaman yang ia dapatkan selama berada di Kota Solo disebut jauh melampaui ekspektasinya.
“Kepada seluruh pemain, staf, dan suporter setia. Saatnya saya mengucapkan selamat tinggal. Ketika pertama kali datang sebagai pelatih kepala, saya tahu saya bergabung dengan klub yang memiliki sejarah besar dan gairah luar biasa. Namun, apa yang saya rasakan selama berada di sini jauh melampaui semua harapan saya,” tulis Milo, Selasa (9/6/2026) dini hari.
Mantan pelatih Arema FC itu juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang sepanjang musim. Ia menilai hubungan yang terjalin bukan sekadar profesional, melainkan sudah seperti keluarga di dalam dunia sepak bola.
“Terima kasih kepada para pemain atas setiap sesi latihan, setiap kerja keras, dan setiap tetes energi yang kalian berikan di lapangan. Kalian bukan hanya pemain bagi saya, tetapi juga keluarga dalam dunia sepak bola,” lanjutnya.
Tak lupa, Milo juga menyampaikan pesan khusus kepada para suporter Persis Solo. Ia menyebut dukungan Pasoepati dan Surakartans menjadi energi penting yang selalu menguatkan tim di tengah situasi sulit sepanjang musim.
“Ucapan terima kasih khusus saya sampaikan kepada para suporter. Kalian adalah kekuatan yang selalu mendorong kami di saat-saat tersulit. Suara dan dukungan kalian terasa di mana pun kami berada,” tulisnya.
Meski berpisah, pelatih berusia 61 tahun itu tetap mendoakan yang terbaik untuk Persis Solo agar segera bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi pada musim berikutnya.
Sementara itu, Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, memastikan bahwa kerja sama dengan Milomir Seslija dan asistennya, Milos Durovic, memang telah berakhir seiring selesainya kompetisi musim ini.
Dia menegaskan, manajemen menyampaikan terima kasih atas kontribusi keduanya. Namun, regulasi kompetisi yang tidak memperbolehkan penggunaan pelatih asing di Liga 2 membuat Persis harus mengambil keputusan tersebut.
“Yang jelas memang di Liga 2 tidak boleh ada pelatih asing. Jadi mau tidak mau, ya kita akhiri saja hubungan kita,” ujar Ginda.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Arema FC Resmi Lepas Tujuh Pemain, Kiper Persis Solo Menunggu Nasib
Dengan berakhirnya era Milo, Persis Solo kini mulai menatap musim baru dengan agenda besar melakukan perombakan tim. Selain menyusun ulang komposisi pemain, manajemen juga akan mencari pelatih kepala baru yang sesuai regulasi sekaligus target klub untuk kembali ke Liga 1. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy