RADARSOLO.COM – Persiharjo Sukoharjo menghadapi tantangan berat dalam persaingan Babak 32 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Tergabung di Grup X bersama Pasuruan United, Persid Jember, dan Persak Kebumen, Laskar Honggopati harus bersiap menghadapi lawan-lawan tangguh demi mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Salah satu tim yang menjadi sorotan adalah Persak Kebumen. Kedua tim sejatinya sudah saling mengenal setelah sempat bertemu dalam laga uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju putaran nasional.
Dalam pertandingan tersebut, Persiharjo harus mengakui keunggulan Persak Kebumen dengan skor cukup telak, 0-3. Kekalahan itu menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih untuk memperbaiki berbagai kekurangan sebelum kembali berhadapan di ajang resmi.
Meski demikian, Pelatih Persiharjo Dwi Joko Prihatin menegaskan bahwa hasil pertandingan uji coba tidak bisa dijadikan patokan untuk mengukur kekuatan sesungguhnya sebuah tim.
Menurut mantan pemain Persis Solo tersebut, atmosfer pertandingan persahabatan dan kompetisi resmi memiliki perbedaan yang sangat besar, baik dari sisi tekanan, motivasi, maupun pendekatan permainan.
"Kaitannya dengan ketemu Persak Kebumen setelah uji coba yang dulu tidak sesuai yang kita harapkan, sekali lagi pertandingan uji coba dan pertandingan kompetisi resmi sangat berbeda atmosfernya," ujar Dwi Joko kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: Jadwal Persebi Boyolali di Babak 32 Besar Liga 4 Nasional 2026, Duel Lawan Juara Grup Sudah Menanti
Pelatih berusia 44 tahun itu mengungkapkan, timnya telah mempelajari berbagai kelemahan yang muncul saat kalah dari Persak. Evaluasi tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan yang jauh lebih kompetitif di Grup X.
Dwi Joko memastikan seluruh pemain saat ini berada dalam kondisi siap tempur. Ia optimistis Persiharjo mampu menunjukkan wajah berbeda ketika kembali berhadapan dengan Persak dalam pertandingan resmi.
"Kami belajar dari kesalahan-kesalahan kemarin dan kita sangat siap untuk menghadapi Persak Kebumen di kompetisi resmi," tegas eks bek Persis Solo di Divisi Utama versi LPIS musim 2013 tersebut.
Namun sebelum memikirkan duel melawan Persak, Persiharjo lebih dahulu harus menghadapi ujian awal saat berjumpa Pasuruan United pada laga pembuka Grup X, Rabu (10/6/2026).
Pasuruan United bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Klub asal Jawa Timur tersebut ditangani mantan bek tangguh Persipura Jayapura, Bio Paulin, yang dikenal memiliki karakter permainan disiplin dan kuat dalam bertahan.
Selain itu, Persid Jember yang berstatus sebagai tuan rumah juga berpotensi menjadi ancaman serius. Bermain di Stadion Jember Sport Garden dengan dukungan suporter sendiri tentu menjadi keuntungan besar bagi wakil Jawa Timur tersebut.
Persaingan di Grup X diprediksi berlangsung sangat ketat. Seluruh peserta datang dengan status sebagai tim-tim terbaik dari daerah masing-masing dan memiliki ambisi besar untuk melangkah ke babak 16 besar.
Karena itu, setiap pertandingan akan memiliki nilai yang sangat penting dalam menentukan nasib masing-masing tim.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan serta evaluasi dari hasil-hasil sebelumnya, Persiharjo bertekad membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penggembira di putaran nasional. Laskar Honggopati ingin menunjukkan kapasitas sesungguhnya dan menjadikan Babak 32 Besar sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy