Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Belajar dari Laga Perdana Liga 4, Persebi Boyolali Diminta Lebih Tenang Saat Hadapi Celebest FC

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 11 Juni 2026 | 12:47 WIB
Skuad Persebi Boyolali yang terjun di ajang Liga 4 Nasional  2026. (TIM MEDIA PERSEBI BOYOLALI)
Skuad Persebi Boyolali yang terjun di ajang Liga 4 Nasional 2026. (TIM MEDIA PERSEBI BOYOLALI)

RADARSOLO.COM – Persebi Boyolali tak punya banyak waktu untuk meratapi hasil imbang 1-1 melawan Wamena United pada laga perdana Grup U babak 32 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Laskar Pandanarang kini langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya menghadapi Celebest FC Palu yang akan berlangsung  di Stadion Kebogiro, Boyolali, Sabtu (13/6/2026). 

Laga tersebut diprediksi menjadi penentuan awal bagi langkah Persebi dalam perburuan tiket menuju babak 16 besar. Setelah gagal meraih poin penuh di pertandingan pembuka, kemenangan menjadi target yang sulit ditawar bagi tim asuhan Indriyanto Nugroho.

Mantan penyerang Timnas Indonesia itu mengakui tim pelatih sudah mulai mempelajari kekuatan Celebest FC yang pada matchday pertama berhasil mengalahkan Persada Sumba Barat Daya dengan skor 1-0.

Baca Juga: Jadwal Pembuka Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Jadi Laga Perdana Turnamen Bersejarah

Meski demikian, fokus utama Persebi saat ini bukan semata-mata menyusun strategi menghadapi lawan. Indriyanto menegaskan pemulihan kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama mengingat padatnya jadwal pertandingan di babak 32 besar.

Menurutnya, para pemain baru saja menjalani laga dengan intensitas tinggi melawan Wamena United. Karena itu, dua hari ke depan akan dimaksimalkan untuk proses recovery agar seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi Celebest FC.

"Yang pasti kami akan memaksimalkan pertandingan kedua dan ketiga. Tetapi yang terpenting sekarang adalah recovery dalam dua hari ke depan. Semoga recovery pemain saya bisa lebih maksimal," ujar Indriyanto.

Baca Juga: Tunaikan Nazar Usai Berhaji, Kakek 67 Tahun Asal Semarang Jalan Kaki Sejauh 34 Km dari Asrama Haji Donohudan Boyolali

Selain aspek fisik, pelatih berusia 49 tahun tersebut juga menyoroti pentingnya kesiapan mental para pemain. Ia menilai duel melawan Celebest FC kemungkinan besar akan berlangsung keras dan sarat kontak fisik, tidak jauh berbeda dengan pertandingan menghadapi Wamena United.

Celebest FC dikenal memiliki karakter permainan agresif dan mengandalkan kekuatan fisik. Kondisi itu berpotensi kembali menguji ketenangan pemain Persebi di atas lapangan.

Belajar dari laga perdana yang sempat diwarnai ketegangan dan insiden antarpemain, Indriyanto berharap anak asuhnya mampu mengendalikan emosi dengan lebih baik.

"Pastinya kami akan lebih menanamkan kepada pemain agar lebih tenang lagi. Semoga wasit juga bisa memimpin pertandingan dengan baik," katanya.

Indriyanto mengakui beberapa pemain Persebi sempat terpancing emosi saat menghadapi Wamena United. Menurutnya, hal tersebut masih wajar mengingat sebagian besar skuad Laskar Pandanarang dihuni pemain muda yang belum banyak merasakan atmosfer kompetisi nasional.

Namun ia menegaskan pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran berharga. Dalam kompetisi seketat Liga 4 Nasional, kemampuan menjaga emosi sering kali menjadi faktor pembeda antara kemenangan dan kegagalan.

"Kalau terpancing emosi pasti. Wajar, namanya pemain apalagi pemain muda. Kadang bisa meledak-ledak. Tetapi saya berusaha meyakinkan mereka bahwa inilah sepak bola dan nanti mereka akan menemui situasi seperti ini lagi di masa depan," ungkapnya.

Baca Juga: Persikotas Tasikmalaya dan PSP Padang Tebar Ancaman, Persma Manado dalam Kondisi Cemas di Klasemen Grup S 32 Besar Liga 4 Piala Presiden

Karena itu, pengendalian emosi menjadi salah satu fokus evaluasi tim menjelang pertandingan kedua. Indriyanto ingin para pemain tetap fokus pada permainan dan tidak terpengaruh oleh provokasi maupun situasi di luar pertandingan.

Sejak awal, tim pelatih sebenarnya sudah mengingatkan pemain untuk tetap tenang dalam kondisi apa pun. Namun dinamika pertandingan membuat situasi di lapangan terkadang sulit dikendalikan.

"Kami dari awal sudah bilang jangan terpancing emosi. Tetapi ya kembali lagi, situasi di lapangan dan kepemimpinan pertandingan juga berpengaruh. Yang jelas kami ingin pemain lebih tenang untuk pertandingan berikutnya," pungkasnya.

Baca Juga: Persebi Boyolali Kehilangan Kemenangan di Laga Perdana 32 Besar, Indriyanto Soroti Kartu Merah dan Keputusan Wasit

Saat ini Persebi menempati peringkat kedua Grup U dengan koleksi satu poin, sama dengan Wamena United. Sementara Celebest FC memimpin klasemen sementara dengan tiga poin hasil kemenangan atas Persada Sumba Barat Daya.

Kondisi tersebut membuat duel Persebi melawan Celebest FC berpotensi menjadi salah satu laga paling menentukan di Grup U. Jika mampu meraih kemenangan, Laskar Pandanarang akan membuka jalan menuju babak 16 besar.

Sebaliknya, hasil kurang maksimal bisa membuat perjuangan mereka semakin berat menjelang laga terakhir fase grup. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#liga 4 #Persebi Boyolali #celebest fc