RADARSOLO.COM– Persis Solo benar-benar memulai babak baru setelah terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Setelah lebih dulu mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala Milomir Seslija dan asistennya Milos Durovic, kini manajemen Laskar Sambernyawa kembali melakukan langkah besar dengan melepas seluruh anggota tim kepelatihan serta manajer tim.
Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi melalui kanal media sosial klub. Dalam pernyataannya, Persis memastikan kerja sama dengan seluruh staf pelatih dan manajer tim telah berakhir.
Nama-nama yang resmi dilepas antara lain Tithan Wulung dan Mohammad Zulhazman yang menjabat sebagai asisten pelatih. Selain itu, Khairulanwar Md Isa yang bertugas sebagai physical fitness and conditioning coach, Taufik Novianto selaku analis tim, serta Eddo Harto yang selama ini menangani posisi pelatih kiper juga dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari Persis Solo.
Tak hanya jajaran pelatih, Persis juga mengakhiri kerja sama dengan Lalu Dion Pratama yang sebelumnya menjabat sebagai manajer tim.
"Persis resmi mengumumkan akhir kerja sama dengan segenap jajaran staf kepelatihan dan manajer tim. Terima kasih atas komitmen dan dedikasi yang diberikan untuk Laskar Sambernyawa. Doa terbaik untuk perjalanan karier selanjutnya," tulis pernyataan resmi klub.
Keputusan ini semakin memperjelas arah kebijakan manajemen Persis Solo yang tampaknya ingin melakukan perombakan total setelah gagal mempertahankan tempat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Tidak hanya sektor pemain yang berpotensi mengalami perubahan besar dalam bursa transfer mendatang, proses pembenahan ternyata dimulai dari jajaran kepelatihan dan struktur tim terlebih dahulu.
Langkah tersebut dinilai cukup wajar mengingat Persis Solo baru saja mengalami musim yang mengecewakan. Degradasi ke Liga 2 menjadi pukulan besar bagi klub yang dalam beberapa tahun terakhir berupaya membangun diri sebagai salah satu kekuatan sepak bola nasional.
Baca Juga: Eks Kiper Persis Solo Nuri Agus Viral Dikabarkan Hilang, Ini Kronologi Lengkapnya
Dengan melakukan reset total, Persis berharap dapat menghadirkan suasana baru yang lebih segar di dalam tim. Manajemen diyakini tengah menyiapkan fondasi baru untuk menyusun skuad yang kompetitif sekaligus membangun budaya kerja yang sesuai dengan target besar klub.
Misi utama Persis Solo musim depan jelas, yakni segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Karena itu, seluruh keputusan yang diambil saat ini diyakini menjadi bagian dari proyek besar Laskar Sambernyawa untuk membangun kembali kekuatan mereka dan memburu tiket promosi ke Liga 1 secepat mungkin. (nik)
Editor : Niko auglandy