RADARSOLO.COM – Degradasi ke Liga 2 menjadi pukulan telak bagi Persis Solo. Setelah gagal mempertahankan tempat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, manajemen Laskar Sambernyawa mulai bergerak melakukan evaluasi dan pembenahan di berbagai sektor sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pegadaian Championship 2026/2027.
Salah satu langkah yang diambil adalah memperkuat struktur organisasi klub melalui pendekatan yang lebih modern dan berbasis data. Persis resmi menunjuk Rochmat Setiawan sebagai Head of Analysis Department atau Kepala Departemen Analis Tim.
Kehadiran Rochmat menunjukkan keseriusan Persis dalam membangun fondasi baru setelah terdegradasi. Manajemen tampaknya ingin memastikan setiap keputusan, mulai dari rekrutmen pemain hingga pengembangan akademi, dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur.
Sebelum bergabung dengan Persis, Rochmat dikenal memiliki pengalaman cukup panjang di dunia analisis sepak bola Indonesia. Ia menjabat sebagai Head of Analysis Department di Persebaya Surabaya selama tiga tahun.
Selain itu, dirinya juga pernah terlibat dalam tim analisis berbagai kelompok usia Tim Nasional Indonesia U-19, Tim Nasional Indonesia U-23, hingga level usia lainnya.
Menurut Rochmat, departemen yang dipimpinnya tidak hanya bertugas membantu tim senior.
Peran analisis akan mencakup berbagai lini di dalam klub, mulai dari scouting pemain, kebutuhan manajemen, hingga pengembangan talenta muda di Akademi Persis.
"Jadi kerja kami pada dasarnya menopang dari banyak bidang, banyak posisi di klub. Kami mencoba untuk menyuplai data, menyuplai servis ke banyak posisi di klub dengan harapan setiap keputusan yang akan diambil di klub akan lebih berkualitas," ujar Rochmat.
Dia menjelaskan, departemen analisis nantinya juga akan menjadi jembatan antara tim senior dan akademi. Selama ini, data pemain muda dan tim senior sering berjalan secara terpisah. Ke depan, Persis ingin membangun sistem yang lebih terintegrasi.
"Kami juga akan menopang dari sisi scouting dan di sisi manajemen. Biasanya yang terakhir kita juga bergerak di Akademi. Jadi rencananya nanti akan kita satukan data di Akademi dan juga di senior sehingga terjadi sinkronisasi data yang baik antara Akademi dan Senior," lanjutnya.
Dalam sepak bola modern, penggunaan data menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.
Rochmat menegaskan bahwa Persis akan memanfaatkan statistik dan analisis video secara lebih mendalam dalam proses pencarian pemain baru.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meminimalkan kesalahan rekrutmen sekaligus memastikan pemain yang didatangkan benar-benar sesuai kebutuhan tim.
"Dari data statistik kita akan mendalami karakter dari pemain tersebut. Kita akan mulai memakai data video, kita lihat bagaimana permainannya, bagaimana kualitasnya. Sehingga kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik lagi tentang pemain yang dibutuhkan," tuturnya.
Lebih jauh, Rochmat berharap keberadaan Departemen Analisis dapat membantu mempercepat proses transformasi Persis setelah terdegradasi. Menurutnya, kemajuan klub tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain dan pelatih, tetapi juga sistem pendukung yang bekerja di belakang layar.
Ia menilai keberhasilan sebuah tim merupakan hasil kolaborasi dari banyak elemen, mulai dari manajemen, pelatih, pemain, akademi hingga dukungan suporter.
"Ada banyak faktor yang akan berperan untuk membuat sebuah tim bisa mencapai kemenangan. Selain data tentu saja dari manajemen, dari pemainnya sendiri, dari pelatih, mungkin juga dari suporter dan ekosistem klub itu sendiri. Dari banyak hal itu yang akan berperan atas sebuah tim bisa berkembang," pungkasnya.
Baca Juga: Eks Kiper Persis Solo Nuri Agus Viral Dikabarkan Hilang, Ini Kronologi Lengkapnya
Penunjukan Rochmat Setiawan menjadi sinyal bahwa Persis tidak hanya fokus membangun kekuatan tim untuk musim depan, tetapi juga mulai membenahi sistem kerja klub secara menyeluruh.
Setelah terdegradasi dari Super League, Laskar Sambernyawa tampaknya ingin memanfaatkan musim di Liga 2 sebagai momentum untuk membangun fondasi yang lebih kuat agar bisa kembali ke kasta tertinggi dengan struktur yang lebih matang dan kompetitif. (nik)
Editor : Niko auglandy