RADARSOLO.COM - Hilangnya kiper Persiku Kudus sekaligus eks penjaga gawang Persis Solo, Nuri Agus Wibowo masih jadi misteri. Keluarga mengungkapkan kondisi psikologis kiper berusia 24 tahun itu sebelumnya memang telihat tengah menurun dalam beberapa waktu terakhir akibat cedera serius yang dialaminya.
Kakak kandung Nuri yang juga berprofesi sebagai pesepak bola, Barep Wahyu menceritakan bahwa adiknya mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu. Insiden tersebut menyebabkan salah satu jari kaki Nuri patah dan uratnya putus sehingga harus menjalani operasi.
Cedera itu menjadi pukulan berat bagi Nuri. Pasalnya, hasil pemeriksaan dokter mengharuskannya menepi dari aktivitas sepak bola dalam waktu yang cukup lama. Menurut Barep, kondisi tersebut membuat sang adik mulai kehilangan semangat dan sering memikirkan kondisinya sendiri.
"Kronologinya habis kecelakaan. Kakinya jarinya patah dan uratnya putus. Setelah operasi, dokter menyampaikan harus menepi sekitar lima bulan dan tidak boleh beraktivitas dulu sampai sembuh. Dari situ dia mulai drop dan down. Kayak linglung, banyak pikiran sendiri," ungkap Barep kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Dendy Sulistyawan Bongkar Alasan Sebenarnya Kembali ke Persela Lamongan
Dia menilai karakter adiknya memang berbeda dengan dirinya. Nuri dikenal lebih pendiam dan cenderung memendam persoalan sendiri dibandingkan berbagi cerita dengan orang lain.
"Mungkin dia terlalu banyak mikir sendiri. Dipendam sendiri terus, akhirnya pikirannya semakin berat," lanjutnya.
Kondisi mental Nuri disebut semakin terpukul setelah menjalani kontrol lanjutan ke dokter. Saat itu, dokter kembali menjelaskan bahwa proses pemulihan masih membutuhkan waktu sekitar empat bulan sebelum ia bisa kembali berjalan normal.
Kabar tersebut membuat Nuri tidak mampu menahan emosinya.
"Habis kontrol dokter bilang masih empat bulan lagi. Dia langsung nangis di mobil saya. Saya sempat menenangkan dan menyemangati dia. Saya bilang mungkin kalau makan terjaga, gizinya bagus, penyembuhannya bisa lebih cepat dari perkiraan dokter," kata Barep.
Hingga Kamis (11/6) malam, keluarga masih berupaya melakukan pencarian secara persuasif dan belum melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Mereka berharap Nuri segera memberikan kabar dan kembali pulang dalam keadaan selamat.
PERNAH DIPANGGIL STY GABUNG TIMNAS U-23
Di balik kabar hilangnya tersebut, Nuri Agus sejatinya merupakan salah satu penjaga gawang potensial yang sempat mencuri perhatian di sepak bola nasional.
Namanya mulai dikenal setelah mendapatkan panggilan dari pelatih Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23 dalam persiapan Kualifikasi Piala Asia U-23 2024. Saat itu, Nuri menjadi salah satu kiper muda yang dinilai memiliki prospek cerah.
SEMPAT JADI KIPER PELAPIS PERSIS SOLO
Karier profesionalnya dimulai bersama PSS Sleman pada 2020. Setahun berselang, dia bergabung dengan Persis Solo yang saat itu masih berjuang di Liga 2. Namun, kesempatan bermain tak mudah didapat. Ketika Persis menjuarai Liga 2 musim 2021 dan promosi ke Liga 1, Nuri belum sekalipun tampil di pertandingan resmi.
Situasi tersebut cukup wajar mengingat persaingan di sektor penjaga gawang Persis saat itu sangat ketat. Nuri bahkan berada di urutan keenam dalam daftar kiper yang dimiliki Laskar Sambernyawa.
Di depannya terdapat sejumlah nama berpengalaman seperti Wahyu Tri Nugroho, Harlan Suardi, Muhammad Fahri, Pancar Nur Widiastomo, hingga Erlangga Setyo.
Demi mendapatkan menit bermain, Persis kemudian meminjamkannya ke Persipa Pati pada 2022 dan FC Bekasi City pada 2023.
Setelah berstatus bebas transfer, Nuri melanjutkan karier bersama Madura United pada musim 2024. Meski belum mendapat banyak kesempatan tampil, pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya.
Musim lalu, Nuri akhirnya menemukan tempat untuk berkembang bersama Persiku Kudus. Dia mendapat kepercayaan sebagai salah satu kiper utama tim dan memperoleh menit bermain yang jauh lebih banyak dibanding musim-musim sebelumnya.
Karena itu, kabar hilangnya Nuri Agus menjadi perhatian besar di kalangan pecinta sepak bola nasional. Banyak pihak berharap penjaga gawang asal Karanganyar tersebut segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya dalam kondisi sehat dan selamat. (nik)
Editor : Niko auglandy