Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gagal Kalahkan 10 Pemain Celebest FC, Kapten Persebi Boyolali Akui Timnya Kemerungsung

Niko auglandy • Senin, 15 Juni 2026 | 09:17 WIB
Skuad Persebi Boyolali yang terjun di ajang Liga 4 Nasional  2026. (TIM MEDIA PERSEBI BOYOLALI)
Skuad Persebi Boyolali yang terjun di ajang Liga 4 Nasional 2026. (TIM MEDIA PERSEBI BOYOLALI)

RADARSOLO.COM – Persebi Boyolali kembali gagal meraih kemenangan di Babak 32 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Kebo Giro, Laskar Pandanarang hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Celebest FC meski unggul jumlah pemain sejak menit ke-24, Jumat (13/6).

Hasil tersebut membuat langkah Persebi menuju babak 16 besar semakin berat. Tim asuhan Indriyanto Nugroho kini hanya mengoleksi dua poin dari dua pertandingan dan harus menjalani laga hidup-mati pada matchday terakhir.

Pada pertandingan tersebut, Celebest FC kehilangan satu pemain setelah Ikhwan Muhammad diganjar kartu merah akibat menerima kartu kuning kedua.

Baca Juga: BTS Juara Lagi! Ini Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Pro Futsal League 2025/2026

Bermain dengan 10 orang selama lebih dari satu jam seharusnya menjadi keuntungan bagi Persebi untuk mengamankan tiga poin.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Celebest FC mampu bertahan disiplin dan bahkan sempat unggul lebih dahulu melalui gol Ghifari Faiz pada menit ke-54.

Persebi baru bisa menyamakan kedudukan pada masa injury time lewat eksekusi penalti Ronan Aryo Wibisono.

Baca Juga: Alwi Farhan Bungkam Kritik! Juara Australian Open 2026 dengan Cara Meyakinkan: Pebulu Tangkis Asal Solo Ini Hancurkan Wakil China 

Kapten sekaligus gelandang Persebi Boyolali, Hendra Wahyu, mengakui timnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan baik. Menurutnya, strategi bertahan total yang diterapkan Celebest FC menjadi kendala utama yang membuat Persebi kesulitan menciptakan peluang bersih.

"Ya saya rasa pemain sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi mereka bertahannya low block banget, jadi kita susah membongkar pertahanan mereka," ujar Hendra usai pertandingan.

Baca Juga: Sambut HUT Bhayangkara Ke-80, Akpol Bagikan Sembako di Bumiaji Sragen

Menurutnya, Celebest FC memilih menumpuk banyak pemain di area pertahanan sendiri setelah kehilangan satu pemain. Situasi tersebut membuat ruang yang bisa dimanfaatkan pemain Persebi menjadi sangat sempit.

Selain faktor taktik lawan, Hendra menilai timnya juga kehilangan ketenangan ketika berusaha memburu kemenangan. Tekanan untuk meraih tiga poin membuat para pemain terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan.

"Mungkin pemain depan kita juga sudah buntu. Selain itu kita juga kemerungsung, jadi kurang tenang sebenarnya. Kalau tadi lebih tenang mungkin hasilnya agak beda lagi," katanya.

Istilah kemerungsung yang diungkapkan Hendra menggambarkan kondisi Persebi yang terlihat terburu-buru saat membangun serangan.

Banyak umpan terakhir yang tidak akurat dan sejumlah peluang gagal dimaksimalkan karena penyelesaian akhir yang kurang tenang.
Padahal secara penguasaan bola, Persebi tampil dominan sepanjang pertandingan.

Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah peluang berbahaya yang berhasil diciptakan.
Hendra mengakui sebagian besar peluang yang didapat masih mampu diamankan dengan mudah oleh penjaga gawang Celebest FC. 

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Tempel Ketat Pemuncak Klasemen Moto3 Junior 2026, Usai Naik Podium Race Portugal

Dia menyebut efektivitas serangan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki sebelum pertandingan terakhir.

"Iya, save semua. Kurang memaksimalkan serangan juga saat kita unggul jumlah pemain," ucapnya.

Hasil imbang tersebut membuat persaingan di Grup U semakin menegangkan. Wamena United dan Celebest FC kini sama-sama mengoleksi empat poin, sementara Persebi berada di posisi ketiga dengan dua poin. Persada Sumba Barat Daya menjadi juru kunci tanpa poin.

Klasemen sementara Grup U babak 32 besar Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026. (Dok. Official Piala Presiden)
Klasemen sementara Grup U babak 32 besar Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026. (Dok. Official Piala Presiden)

Situasi itu membuat Persebi tidak lagi sepenuhnya menentukan nasibnya sendiri. Laskar Pandanarang wajib mengalahkan Persada Sumba Barat Daya pada laga terakhir jika ingin menjaga asa lolos ke babak 16 besar.

Namun kemenangan saja belum cukup. Persebi juga harus berharap pertandingan antara Wamena United dan Celebest FC menghasilkan pemenang.

Jika laga tersebut berakhir imbang, maka peluang Persebi untuk melanjutkan perjalanan di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 dipastikan tertutup.

Kini, satu laga terakhir akan menjadi penentuan nasib Laskar Pandanarang. Menang adalah harga mati, sambil berharap hasil dari pertandingan lain berpihak kepada wakil Boyolali tersebut.(hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#liga 4 #Persebi Boyolali #celebest fc