RADARSOLO.COM – Laga Persebi Boyolali kontra Celebest FC pada lanjutan Grup U Babak 32 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Sabtu (13/6/2026), menyisakan sejumlah catatan di luar hasil pertandingan.
Selain berakhir imbang 1-1, pertandingan tersebut juga diwarnai dugaan insiden kelebihan pemain yang dilakukan Celebest FC pada menit-menit akhir pertandingan.
Sebelumnya, tim asal Sulawesi Tengah itu telah kehilangan satu pemain sejak menit ke-24. Bek kanan Ichwansyah harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah dari wasit.
Dengan kondisi tersebut, Celebest FC semestinya melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain hingga laga usai. Namun, pada penghujung pertandingan muncul dugaan jumlah pemain Celebest FC di lapangan kembali menjadi 11 orang.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Garudayaksa Bongkar Total Skuad, Siap Datangkan Bintang Timnas?
Situasi tersebut sempat menjadi perhatian sejumlah pihak di sekitar lapangan. Bahkan, insiden itu turut disorot oleh kubu Persebi Boyolali usai pertandingan berakhir.
Pelatih Persebi Boyolali Indriyanto Nugroho mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya dugaan kelebihan pemain tersebut. Menurutnya, hal itu perlu mendapat penjelasan dari panitia pelaksana maupun perangkat pertandingan.
"Nah ini yang saya mau tanyakan nanti, tapi semuanya kembali ke pengawas pertandingan atau istilahnya match commissioner. Karena mungkin ada regulasinya, ya kita tidak tahu karena pertandingan sudah berjalan," ujar Indriyanto usai pertandingan.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Jose Gomes Datang, 8 Pemain Langsung Korban! Ini Wajah Baru Madura United
Mantan striker Timnas Indonesia itu menilai kejadian tersebut perlu dievaluasi agar tidak terulang pada pertandingan berikutnya. Terlebih laga-laga di fase nasional memiliki tensi dan kepentingan yang tinggi bagi seluruh peserta.
"Sudah berjalan, makanya harus ada evaluasi buat media officer-nya atau apa. Yang jelas nanti akan kami tanyakan kepada panitia," lanjutnya.
Indriyanto menegaskan persoalan tersebut juga telah menjadi perhatian pengawas pertandingan. Dia berharap pihak penyelenggara segera melakukan penelusuran dan memberikan evaluasi kepada pihak-pihak terkait.
"Tapi sudah jadi perhatian dari PP. Semoga mereka bisa menindaklanjuti supaya pertandingan selanjutnya tidak ada hal-hal seperti ini," katanya.
Di luar polemik tersebut, tim berjuluk Laskar Pandanarang ini juga mendapat kabar kurang menggembirakan terkait kondisi salah satu pemainnya, Rizki Kurniawan.
Pemain tersebut sempat mengalami benturan keras saat terlibat duel udara dengan pemain Celebest FC pada menit ke-75. Benturan itu membuat Rizki harus mendapatkan penanganan medis di tepi lapangan.
Beruntung, cedera yang dialami tidak tergolong serius. Tim medis langsung memberikan tindakan dengan menjahit luka yang dialami pemain tersebut.
Baca Juga: DBL Gandeng AQUA, Ini Dampak Besarnya bagi Basket dan Dance Pelajar Indonesia
Indriyanto memastikan kondisi Rizki kini berangsur membaik. Meski demikian, tim pelatih masih akan terus memantau perkembangan sang pemain menjelang pertandingan terakhir fase grup.
"Oh Kurniawan sudah mulai membaik, tidak apa-apa. Tadi sudah dijahit. Mudah-mudahan di pertandingan terakhir bisa maksimal, tapi kalau belum ya kita harus cari alternatif yang lain," ungkapnya.
Kondisi Rizki menjadi perhatian tersendiri bagi Persebi yang tengah bersiap menjalani laga penentuan. Laskar Pandanarang membutuhkan seluruh kekuatan terbaiknya untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.
Persebi dijadwalkan menghadapi matchday terakhir di babak 32 besar ini melawan Persada Sumba Barat Daya pada l di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Selasa (16/6/2026), kickoff 15.15 WIB.
Pada waktu yang sama, laga penentuan lainnya di Grup U mempertemukan Wamena United melawan Celebest FC di Stadion Sriwedari, Solo. Hasil kedua pertandingan tersebut akan menentukan tim yang berhak melaju ke babak berikutnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy