Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Era Baru Persis Solo Dimulai, Ricky Nelson Datang Bawa Target Promosi ke Super League

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 15 Juni 2026 | 19:31 WIB
Ricky Nelson resmi gabung Persis Solo sebagai head coach baru Laskar Sambernyawa di Pegadaian Championship 2026/2027, (Tim Media Persis Solo)
Ricky Nelson resmi gabung Persis Solo sebagai head coach baru Laskar Sambernyawa di Pegadaian Championship 2026/2027, (Tim Media Persis Solo)

RADARSOLO.COM – Persis Solo benar-benar memulai lembaran baru setelah harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Super League musim 2025/2026. Turun kasta ke Pegadaian Championship membuat manajemen Laskar Sambernyawa melakukan evaluasi besar-besaran, termasuk merombak total jajaran tim kepelatihan.

Setelah melepas pelatih kepala Milomir Seslija, asisten pelatih Milos Durovic, hingga seluruh staf kepelatihan lainnya, Persis akhirnya mengumumkan sosok yang akan memimpin tim pada musim depan. Manajemen resmi menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Penunjukan Ricky Nelson menjadi sinyal kuat bahwa Persis ingin segera bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Hasil Lengkap dan Klasemen Akhir Liga 4 Hari Ini: Delapan Tim Pastikan Lolos ke 16 Besar

Sebelum bergabung dengan Laskar Sambernyawa, Ricky Nelson menjabat sebagai Direktur Teknik Akademi Persija Jakarta. Pelatih berpengalaman tersebut juga memiliki rekam jejak cukup panjang di sepak bola Indonesia.

Karier kepelatihannya dimulai pada 2017 saat dipercaya menjadi pelatih interim Borneo FC. Setahun kemudian, ia menangani Persika Karawang sebagai pelatih kepala. Setelah itu, Ricky sempat melatih Sulut United pada musim 2020/2021 sebelum melanjutkan karier bersama Persipura Jayapura.

Baca Juga: Klasemen Akhir 32 Besar Liiga 4 Grup T: Unaaha FC, PSN Ngada, Persenga Nganjuk, dan MRC Bulukumba Beda Nasib

Namanya kembali mencuat ketika dipercaya menjadi pelatih interim Persija Jakarta pada Mei 2025 lalu.

Bagi Ricky Nelson, menerima tawaran Persis bukan keputusan yang sulit. Ia melihat Persis sebagai klub besar dengan basis suporter yang luar biasa dan memiliki potensi besar untuk kembali bersaing di level tertinggi.

"Saya melihat Persis adalah tim yang punya potensi. Ini adalah kota yang luar biasa dengan suporter yang luar biasa. Karena itulah saya menerima tantangan ini. Dan sebenarnya saya sangat yakin dengan apa yang saya punya, dan nanti juga apa yang akan dibuat oleh manajemen PERSIS. Saya sangat yakin kita akan bisa kembali ke Super League atau Liga 1," ujar Ricky Nelson, Senin (15/6).

Meski demikian, pelatih berusia 45 tahun tersebut menyadari bahwa target promosi tidak akan mudah diwujudkan. Kompetisi Liga 2 dikenal sangat ketat dan penuh kejutan.

Karena itu, Ricky meminta seluruh elemen klub, termasuk suporter, untuk tetap bersatu demi mewujudkan ambisi kembali ke Liga 1.

"Tentu saja ini dapat digapai, namun jangan sampai kita terpecah belah. Kita harus tetap yakin, tetap bersatu, tetap memberikan dukungan yang positif untuk klub ini. Tentu saja pasti ada kritik, tapi saya sangat yakin bahwa kritik yang diberikan adalah kritik yang membangun supaya bagaimana Persis bisa kembali ke jalur yang seharusnya yaitu kembali pada Super League," tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh kelompok suporter untuk meninggalkan perbedaan dan fokus pada masa depan klub.

"Dan saya berharap semua suporter, apapun perbedaan kita, mari kita satukan hati dan pikiran kita. Tidak perlu lagi melihat apa yang terjadi di masa lalu. Sekarang kita harus melihat ke depan dan kita bersatu padu untuk mengembalikan Persis ke Super League," tambahnya.

Baca Juga: Klasemen Akhir 32 Besar Liiga 4 Grup T: Unaaha FC, PSN Ngada, Persenga Nganjuk, dan MRC Bulukumba Beda Nasib

Ricky menegaskan bahwa kerja keras, disiplin, dan kebersamaan akan menjadi fondasi utama dalam membangun kembali kekuatan Persis Solo. Menurutnya, seluruh pihak harus menempatkan kepentingan klub di atas segalanya.

"Saya yakin dengan kemampuan yang saya miliki dan dengan kebersamaan yang kita miliki, itu akan bisa terwujud untuk bersama-sama Persis menuju ke Super League. Yang terpenting semua harus menaruh respek kepada klub, kepentingan Persis harus di atas segalanya," tandasnya.

Kehadiran Ricky Nelson sekaligus menandai dimulainya era baru Persis Solo. Setelah melakukan reset total di sektor kepelatihan, kini perhatian suporter tertuju pada langkah berikutnya, yakni perburuan pemain dan pembentukan skuad yang mampu mengembalikan Laskar Sambernyawa ke Liga 1 secepat mungkin. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#ricky Nelson #persis solo