RADARSOLO.COM – Persiharjo Sukoharjo memastikan kondisi mental para pemain tetap terjaga jelang laga terakhir Grup X Babak 32 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Meski berada dalam situasi wajib menang untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar, Laskar Honggopati mengaku tidak terbebani menghadapi pertandingan penentuan melawan tuan rumah Persid Jember.
Persiharjo memang belum meraih kemenangan dalam dua laga awal. Tim asal Sukoharjo itu hanya mampu bermain imbang saat menghadapi Pasuruan United dan Persak Kebumen.
Dua hasil seri tersebut membuat peluang lolos Persiharjo menjadi lebih rumit. Namun, kondisi itu tidak lantas membuat suasana tim menjadi suram.
Baca Juga: Purboyo dan Mangkubumi Absen, Nasib Kirab Malam 1 Sura Akhirnya Diputuskan
Pelatih kepala Persiharjo, Dwi Joko Prihatin, menegaskan seluruh pemain sudah melupakan hasil kurang memuaskan pada dua pertandingan sebelumnya dan kini fokus sepenuhnya menatap laga hidup mati kontra Persid Jember.
Menurutnya, rasa kecewa memang sempat muncul setelah pertandingan terakhir. Namun hal tersebut hanya berlangsung sesaat sebelum tim kembali mengalihkan konsentrasi pada persiapan pertandingan penentuan.
"Ada rasa sedikit kekecewaan melihat hasil pertandingan kemarin, tetapi itu sudah hilang dan kita sangat antusias untuk menghadapi pertandingan terakhir melawan tuan rumah," ujar Dwi Joko kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Hasil Lengkap dan Klasemen Akhir Liga 4 Hari Ini: Delapan Tim Pastikan Lolos ke 16 Besar
Dia menilai respons para pemain dalam beberapa sesi latihan terakhir sangat positif. Semangat bertanding tetap tinggi dan tidak terlihat adanya tekanan berlebihan di dalam skuad.
"Untuk tekanan-tekanan, anak-anak tidak terlihat merasakan tekanan itu. Saya kira kita sangat antusias, sangat bersemangat untuk menghadapi partai penentuan hari Selasa besok," lanjutnya.
Saat ini Persiharjo berada di posisi kedua klasemen sementara Grup X dengan koleksi dua poin hasil dua kali imbang. Namun posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena Pasuruan United juga mengoleksi jumlah poin yang sama.
Situasi itu membuat persaingan memperebutkan tiket ke babak 16 besar masih terbuka lebar hingga pertandingan terakhir.
Di sisi lain, laga antara Pasuruan United melawan Persak Kebumen yang berlangsung bersamaan sempat menjadi sorotan. Kondisi rumput Stadion Notohadinegoro disebut menuai kritik dan bahkan pihak Pasuruan United dikabarkan telah melayangkan protes terkait kelayakan lapangan.
Meski isu tersebut ramai diperbincangkan, Dwi Joko memilih tidak ikut larut dalam polemik yang berkembang. Fokus utama Persiharjo, kata dia, adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi Persid Jember di Stadion Jember Sport Garden.
"Kaitannya dengan venue satunya, saya tidak bisa berkomentar banyak karena saya juga tidak tahu stadionnya di sebelah mana dan itu bukan venue kita," tegasnya.
Sikap tersebut menunjukkan Persiharjo berusaha menjaga fokus penuh pada pertandingan mereka sendiri. Laskar Honggopati sadar nasib mereka masih bisa ditentukan di lapangan, asalkan mampu meraih kemenangan saat menghadapi tuan rumah.
Duel melawan Persid Jember dipastikan menjadi laga paling menentukan musim ini bagi Persiharjo. Kemenangan akan menjaga asa lolos ke babak 16 besar tetap hidup, sementara hasil selain menang berpotensi mengakhiri perjalanan mereka di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. (nik)
Editor : Niko auglandy