Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Indriyanto Beberkan Penyebab Persebi Tersingkir dari Liga 4: Beban Harus Lolos Terlalu Berat Diemban

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 17 Juni 2026 | 14:55 WIB
KEOK: Para pemain Persebi Boyolali lesu usai pertandingan melawan PersadaSumba Barat Daya di Stadion Kebogiro. (YOUTUBE PSSI TV)
KEOK: Para pemain Persebi Boyolali lesu usai pertandingan melawan PersadaSumba Barat Daya di Stadion Kebogiro. (YOUTUBE PSSI TV)

RADARSOLO.COM – Kegagalan Persebi Boyolali menembus babak 16 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 tak hanya dipengaruhi hasil di atas lapangan. Pelatih Persebi, Indriyanto Nugroho, menilai faktor mental dan beban besar untuk meraih kemenangan menjadi salah satu penyebab utama timnya gagal melangkah lebih jauh.

Laskar Pandanarang harus mengubur mimpi lolos ke fase berikutnya setelah tumbang 1-2 dari Persada Sumba Barat Daya pada laga terakhir Grup U Babak 32 Besar yang berlangsung di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Selasa (16/6/2026).

Baca Juga: Hajar Netic Ladies 6-2, NAM ABP Women Surakarta Resmi Lolos ke Final Four WPFL 2026

Hasil tersebut sekaligus memastikan langkah Persebi terhenti di babak 32 besar. Ironisnya, mereka tersingkir di hadapan pendukung sendiri saat peluang lolos sebenarnya masih terbuka.

Indriyanto mengakui sejak sebelum pertandingan tim pelatih telah mengingatkan para pemain agar tidak terbebani oleh target kemenangan. Namun dalam praktiknya, tekanan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar ternyata sulit dihindari.

Menurut mantan striker Timnas Indonesia itu, ekspektasi besar yang mengiringi pertandingan membuat para pemain tidak bisa tampil lepas seperti biasanya.

"Sebetulnya dari awal kami sudah antisipasi main lebih tenang lagi dan main lebih santai. Ternyata mungkin ya itu tadi, ini sepak bola. Beban pasti ada karena beban kami harus lolos," ujarnya.

Baca Juga: Update Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru: Lionel Messi Memimpin Usai Cetak Hattrick, Kylian Mbappe dan Erling Haaland Tempel Ketat

Tekanan tersebut, lanjut Indriyanto, berdampak pada pengambilan keputusan pemain di lapangan. Dalam beberapa momen penting, Persebi terlihat kurang tenang saat menyelesaikan peluang maupun saat menghadapi tekanan lawan.

Dia juga menyoroti momen penalti yang terjadi pada awal babak kedua. Menurutnya, situasi itu menjadi titik krusial yang memengaruhi psikologis tim.

Andai peluang tersebut mampu dikonversi menjadi gol, jalannya pertandingan diyakini bisa berbeda.

"Terus tadi terjadi penalti, itu akhirnya membuat pemain mungkin sedikit down. Karena penalti ini penting. Kalau tadi gol mungkin berbeda, akan berbeda suasana dan berbeda di dalam pertandingan itu," katanya.

Meski gagal memenuhi target lolos ke babak 16 besar, Indriyanto tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah berjuang sepanjang turnamen. Ia menegaskan anak asuhnya sudah memberikan kemampuan terbaik yang mereka miliki.

"Ini sepak bola, kita sudah berusaha maksimal," tegasnya.

Baca Juga: Dramatis! Celebest FC Melaju Meski Dibantai Wamena United, Persebi Gagal Total di Liga 4

Persebi sendiri mengakhiri fase Grup U dengan koleksi dua poin hasil dua kali imbang dan satu kekalahan. Mereka finis di dasar klasemen setelah kalah bersaing dengan Wamena United dan Celebest FC yang berhasil lolos ke babak 16 besar.

Di tengah kekecewaan tersebut, Indriyanto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen tim yang telah mendukung perjuangan Persebi hingga putaran nasional.

Mulai dari manajemen, pemain, hingga suporter disebut memiliki peran besar dalam perjalanan Laskar Pandanarang musim ini.

"Terima kasih suporter, manajemen, semuanya sudah mendukung kami. Terima kasih ke pemain juga. Mungkin belum dikasih yang terbaik, belum dikasih keberuntungan juga sama Tuhan. Saya berterima kasih sudah jadi bagian dari Persebi Boyolali, semoga ke depan bisa lebih baik lagi untuk masa yang akan datang," pungkasnya.

Baca Juga: Pesan Haru Febri Hariyadi Setelah Gagal Selamatkan Persis Solo dari Degradasi ke Liga 2

Meski gagal melangkah ke babak 16 besar, kiprah Persebi Boyolali di putaran nasional tetap menjadi pengalaman berharga bagi tim. Evaluasi terhadap aspek mental bertanding dan kemampuan menghadapi tekanan diyakini akan menjadi pekerjaan rumah utama untuk menatap kompetisi musim berikutnya. (Hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#persada #liga 4 #Persebi Boyolali