RADARSOLO.COM – Asa Persebi Boyolali untuk melangkah ke babak 16 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 harus kandas secara menyakitkan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Selasa (16/6/2026), Laskar Pandanarang justru tumbang 1-2 dari Persada Sumba Barat Daya yang sebelumnya sudah dipastikan tersingkir.
Kekalahan tersebut terasa semakin menyesakkan karena peluang lolos sebenarnya terbuka lebar. Pada saat bersamaan, pesaing utama mereka, Celebest FC Palu, takluk 0-3 dari Wamena United di Stadion Sriwedari, Surakarta. Andai mampu mengamankan tiga poin, Persebi berpeluang besar merebut tiket ke fase berikutnya.
Persebi bahkan sempat berada di jalur yang tepat setelah unggul lebih dulu melalui gol Ronan Aryo Wibisono. Dukungan ribuan suporter yang memadati Stadion Kebogiro membuat tim asuhan Indriyanto Nugroho tampil penuh percaya diri sejak menit-menit awal.
Baca Juga: Hajar Netic Ladies 6-2, NAM ABP Women Surakarta Resmi Lolos ke Final Four WPFL 2026
Namun, Persada Sumba Barat Daya yang bermain tanpa tekanan justru mampu memberikan perlawanan sengit. Tim asal Nusa Tenggara Timur itu berhasil bangkit dan membalikkan keadaan hingga menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Pelatih Persebi Indriyanto Nugroho tak bisa menutupi kekecewaannya seusai pertandingan. Mantan striker Timnas Indonesia era 1990an tersebut mengaku hasil tersebut sangat menyakitkan karena timnya hanya tinggal selangkah lagi menuju babak 16 besar.
“Ya, pertandingan hari ini menurut saya kecewa ya pasti, karena tinggal selangkah lagi kami sudah babak 16 besar. Tapi ya ini perjuangan, terima kasih pemain sudah berjuang semaksimal mungkin,” ujarnya.
Baca Juga: Pesan Haru Febri Hariyadi Setelah Gagal Selamatkan Persis Solo dari Degradasi ke Liga 2
Menurut Indriyanto, para pemain sebenarnya sudah memberikan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan. Namun, dia menilai keberuntungan belum berpihak kepada Persebi pada momen yang sangat menentukan tersebut.
“Mungkin kami belum beruntung saja, tapi semoga ini jadi pembelajaran kami semua,” lanjut pelatih berusia 49 tahun itu.
Indriyanto menegaskan kegagalan tersebut harus menjadi bahan introspeksi bersama. Dia mengingatkan bahwa sepak bola selalu menghadirkan dinamika yang tak bisa diprediksi meski sebuah tim sudah bekerja keras sepanjang pertandingan.
“Tidak mudah di sepak bola, semuanya pasti butuh perjuangan, butuh pengorbanan juga. Tapi ya hasilnya seperti ini. Ini introspeksi buat saya terutama sebagai head coach dan introspeksi buat pemain,” katanya.
Di sisi lain, Pelatih Persada Sumba Barat Daya Adnan Mahing mengakui, timnya bisa bermain lebih lepas karena sudah tidak memiliki beban untuk mengejar tiket lolos. Kondisi itu membuat para pemainnya tampil lebih tenang dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.
“Persebi hari ini luar biasa. Hanya mungkin karena Dewi Fortuna belum berpihak kepada Persebi sehingga hari ini kami yang meraih kemenangan,” ujarnya.
Adnan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Boyolali atas sambutan yang diterima timnya selama mengikuti putaran nasional Liga 4.
“Kami dari Persada mengucapkan terima kasih atas kebaikan para suporter maupun seluruh masyarakat yang ada di Boyolali. Terima kasih,” pungkasnya.
Hasil tersebut membuat Persebi menutup fase Grup U dengan dua poin dari tiga pertandingan dan harus puas berada di dasar klasemen. Sementara itu, Wamena United keluar sebagai juara grup dengan tujuh poin dan Celebest FC Palu lolos sebagai runner-up dengan empat poin. Keduanya berhak melaju ke babak 16 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy