Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Demam Piala Dunia Menyebar ke Solo, Kampung Piala Dunia Diserbu Warga

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Minggu, 21 Juni 2026 | 00:23 WIB
Ibu-ibu menyemarakkan momen Piala Dunia di kawasan Museum Titik Nol Pasoepati. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Ibu-ibu menyemarakkan momen Piala Dunia di kawasan Museum Titik Nol Pasoepati. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Euforia Piala Dunia 2026 terus terasa di Kota Bengawan. Kampung Piala Dunia yang digelar di kawasan Museum Titik Nol Pasoepati kembali dipadati pengunjung pada Sabtu (20/6/2026). Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut, mulai dari hiburan, aktivitas komunitas, hingga ruang interaksi bagi masyarakat yang ingin merasakan atmosfer Piala Dunia dari dekat.

Kali ini, suasana semakin semarak dengan kehadiran Komunitas Senam Line Dance Happyland Surakarta yang dipimpin Nuri. Puluhan anggota komunitas tampil penuh semangat sambil membawa berbagai atribut bertema Piala Dunia dan ikon-ikon sepak bola dunia.

Nuri mengatakan keikutsertaan komunitasnya merupakan bentuk dukungan sekaligus partisipasi warga Solo dalam menyambut ajang olahraga paling bergengsi di dunia tersebut. Sebagai komunitas yang aktif di bidang olahraga, mereka merasa memiliki keterikatan dengan momentum Piala Dunia.

 "Kami dari Komunitas Senam Line Dance Happyland Surakarta yang bermarkas di Mojosari. Sebagai warga Solo, terutama yang bergerak di bidang olahraga, pastinya sangat senang dengan demam Piala Dunia ini," ujar Nuri.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Bruno Moreira Pergi, Ramadhan Sananta Datang, Rombongan Eks PSM Makassar Merapat, Era Baru Persebaya Dimulai

Menurutnya, Piala Dunia bukan hanya milik negara-negara peserta, tetapi telah menjadi perayaan olahraga global yang dirasakan masyarakat di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Karena itu, komunitasnya ingin ikut menyebarkan semangat dan kegembiraan melalui kegiatan senam yang dikemas dengan nuansa sepak bola dunia.

Nuri berharap atmosfer Piala Dunia dapat menjadi pemicu kemajuan olahraga nasional. Bahkan, ia berharap suatu hari nanti Indonesia mampu mengikuti jejak negara-negara yang tampil di panggung sepak bola tertinggi dunia.

 "Semoga ini menjadi langkah maju untuk Indonesia agar bisa menyusul tampil di Piala Dunia. Kami hanya ingin memberikan semangat yang lebih," katanya.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Nyaris Degradasi, Madura United Langsung Bersih-Bersih Skuad, Beberapa Pemain Asing Dilepas

Penampilan para anggota Line Dance Happyland Surakarta sukses menarik perhatian pengunjung. Dengan mengenakan atribut bertema sepak bola, mereka berbaur dengan masyarakat yang datang untuk menikmati berbagai spot dan instalasi yang disediakan panitia.

Saat ditanya mengenai tim favoritnya di Piala Dunia 2026, Nuri mengaku menjagokan Jepang. Baginya, faktor kedekatan sebagai sesama negara Asia menjadi alasan utama mendukung Samurai BirSa

 "Jepang dong. Satu Asia. Karena emosinya Jepang dekat dengan kita. Walaupun kita bawa Ronaldo, tapi tetap Jepang," ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, penggagas Kampung Piala Dunia, Mayor Haristanto, mengaku senang melihat tingginya antusiasme masyarakat Solo sejak turnamen dimulai. Menurutnya, Kampung Piala Dunia menjadi ruang bersama bagi warga untuk menikmati dan merayakan pesta sepak bola dunia.

"Ya, akhirnya Piala Dunia sudah tiba. Kami warga Kota Solo hari ini merayakan sukacita dan kegembiraan Piala Dunia. Solo tidak boleh kehilangan momen ini, Solo tidak boleh ketinggalan, harus ambil bagian," tegasnya.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Ceko 2026: Ai Ogura Rebut Pole Position, Marc Marquez Tertinggal Hampir 0,3 Detik di Brno

Mayor menjelaskan Kampung Piala Dunia sengaja dihadirkan sebagai ruang terbuka yang dapat dinikmati seluruh masyarakat secara gratis. Pengunjung bisa datang untuk berfoto, menikmati berbagai instalasi tematik, sekaligus merasakan atmosfer turnamen yang tengah berlangsung di Amerika Utara.

Ia juga memastikan rangkaian kegiatan akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Selain di kawasan Museum Titik Nol Pasoepati, panitia berencana menghadirkan aktivitas serupa di area Car Free Day. Tak hanya itu, agenda nonton bareng pertandingan semifinal dan final Piala Dunia 2026 bersama Pemerintah Kota Solo juga tengah dipersiapkan di kawasan Tugu Titik Nol.

Dengan berbagai kegiatan yang terus bergulir, Kampung Piala Dunia diharapkan menjadi pusat perayaan sekaligus wadah kebersamaan warga Solo dalam menikmati pesta sepak bola terbesar di dunia. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Piala Dunia