Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Suporter Tagih Roadmap Persis Solo, Soroti Lambannya Persiapan Hadapi Liga 2

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16 WIB
LOYAL: Suporter Ultras 1923 saat mendukung Persis Solo di Super League 2025/2026 di Stadion Manahan. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
LOYAL: Suporter Ultras 1923 saat mendukung Persis Solo di Super League 2025/2026 di Stadion Manahan. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Degradasi yang dialami Persis Solo ke Liga 2 ternyata belum berhenti menjadi bahan evaluasi bagi suporter. Di tengah persiapan menghadapi Pegadaian Championship 2026/2027, kelompok suporter mulai menagih kejelasan arah dan target klub untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Tuntutan tersebut disampaikan perwakilan Ultras 1923, Beto, saat menghadiri audiensi bersama Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, di Balai Kota Solo, Senin (22/6).

Baca Juga: Prediksi Skor Inggris vs Ghana di Piala Dunia 2026: The Three Lions Bidik Tiket Fase Gugur Lebih Cepat

Dalam pertemuan itu, suporter menyoroti belum adanya peta jalan atau roadmap yang jelas dari manajemen. Selama beberapa musim terakhir, mereka menilai target yang disampaikan klub hanya bersifat umum dan berulang tanpa disertai langkah konkret yang bisa diukur.

“Yang jelas kita sekarang meminta roadmap yang lebih jelas. Karena di beberapa musim kemarin kita hanya mendapatkan target musim ini harus lebih baik dari musim sebelumnya, dan itu terus berulang. Sedangkan kita tidak punya roadmap,” ujar Beto.

Menurutnya, keberadaan Persis di Liga 2 seharusnya menjadi momentum untuk menyusun arah pembangunan klub yang lebih terstruktur. Suporter ingin mengetahui secara terbuka target yang dipasang manajemen, termasuk berapa lama klub diproyeksikan berada di Liga 2 sebelum kembali promosi.

“Sekarang dengan ada di Liga 2, kita minta roadmap yang jelas. Kita mau berapa tahun di Liga 2? Itu yang pertama,” katanya.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 2: Persis Solo Rekrut Striker 27 Gol 

Beto menilai jika target yang dipasang adalah promosi dalam satu musim, maka seluruh persiapan harus dilakukan secara serius dan terukur. Mulai dari pembentukan skuad, perekrutan pemain, hingga penyusunan tim pelatih harus berjalan cepat agar Persis mampu bersaing sejak awal kompetisi.

“Kalau memang manajemen menargetkan satu tahun di Liga 2, berarti kita mau apa untuk persiapan Liga 2 ini?” lanjutnya.

Kekhawatiran suporter juga muncul karena hingga saat ini pergerakan Persis di bursa transfer dinilai belum terlalu agresif. Meski telah mengumumkan sejumlah nama dalam jajaran tim kepelatihan serta mendatangkan pemain muda potensial seperti Ahmad Mujadid dari Persija U-20, komposisi skuad utama dinilai masih jauh dari kata lengkap.

Di sisi lain, sejumlah pesaing di Liga 2 mulai aktif membangun kekuatan sejak jauh hari. Kondisi tersebut membuat suporter khawatir Persis tertinggal dalam persiapan menuju musim baru.

“Sejauh ini kita menganggap persiapan Persis termasuk lambat untuk menghadapi Liga 2 musim ini,” tegas Beto.

Selain menuntut roadmap yang jelas, suporter juga menyoroti sistem perekrutan pemain yang selama ini dianggap belum maksimal. Mereka berharap Persis membangun tim pencari bakat atau scouting yang lebih profesional sehingga proses rekrutmen tidak hanya bergantung pada rekomendasi agen pemain.

“Tadi sudah kita sampaikan bagaimana Persis membutuhkan tim scouting yang benar-benar bagus, tidak hanya percaya dari agen pemain. Dan kita berharap musim ini itu bisa dijalani oleh Persis,” ujarnya.

Baca Juga: Mau Bela Persebi Boyolali? Catat Jadwal Seleksi Terbuka Soeratin U-15 Ini

Sementara itu, Astrid Widayani mengaku telah menerima dan mencatat seluruh aspirasi yang disampaikan suporter. Menurutnya, masukan tersebut lahir dari kepedulian serta kecintaan masyarakat terhadap Persis Solo.

Dia berharap komunikasi antara suporter, manajemen, dan seluruh pihak yang terlibat dalam klub dapat berjalan lebih baik ke depan. Dengan sinergi yang kuat, Persis diharapkan mampu segera bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.

Kini, bola berada di tangan manajemen Persis. Di tengah tuntutan promosi dan tingginya ekspektasi publik Solo, suporter menunggu satu hal yang selama ini belum mereka dapatkan: arah yang jelas tentang ke mana Laskar Sambernyawa akan melangkah setelah terjatuh ke Liga 2. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #liga 2 #suporter