Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Krisis Komunikasi Pascadegradasi, Suporter Persis Solo Minta Pemkot Jadi Penengah

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 23 Juni 2026 | 17:40 WIB
Suporter Persis usai nobar Persis vs Persita dalam laga pamungkas BRI Super League 2025/2026, dengan hasil Laskar Sambernyawa terdegradasi. (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)
Suporter Persis usai nobar Persis vs Persita dalam laga pamungkas BRI Super League 2025/2026, dengan hasil Laskar Sambernyawa terdegradasi. (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Degradasi yang dialami Persis Solo ternyata tidak hanya menyisakan persoalan di atas lapangan. Di balik kegagalan Laskar Sambernyawa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, hubungan antara manajemen dan suporter juga disebut mengalami kebuntuan komunikasi.

Kondisi itu mendorong lima elemen suporter Persis mendatangi Balai Kota Surakarta, Senin (22/6/2026) sore. Mereka bertemu dengan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, untuk meminta bantuan Pemerintah Kota Surakarta menjembatani komunikasi dengan manajemen klub.

Perwakilan Ultras 1923, Beto, menegaskan kedatangan suporter bukan untuk melayangkan tuntutan baru. Mereka hanya berharap ada ruang dialog yang kembali terbuka setelah hubungan dengan manajemen dinilai terputus sejak Persis terdegradasi ke Liga 2.

“Sebenarnya pertemuan tadi itu cuma kita berharap ada jembatan lagi antara suporter dengan manajemen. Karena sejauh ini teman-teman suporter mengalami putus hubungan komunikasi dengan manajemen setelah kemarin degradasi,” ujar Beto kepada awak media usai audiensi.

Baca Juga: Suporter Tagih Roadmap Persis Solo, Soroti Lambannya Persiapan Hadapi Liga 2

Menurutnya, suporter telah menerima kenyataan pahit bahwa Persis harus berjuang di Pegadaian Championship musim 2026/2027. Namun penerimaan itu tidak menghilangkan harapan agar klub segera melakukan pembenahan menyeluruh untuk mempercepat proses kebangkitan.

“Teman-teman suporter cukup legawa dengan Persis sekarang berada di Liga 2. Tapi kita tetap berharap ada penataan ulang dan itu bisa segera dieksekusi oleh manajemen,” katanya.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 2: Persis Solo Rekrut Striker 27 Gol 

Beto menilai Pemkot Surakarta memiliki posisi strategis untuk membantu membuka komunikasi yang selama ini tersendat. Baginya, Persis bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian penting dari identitas Kota Solo.

“Persis itu menjadi salah satu lambangnya Kota Solo,” tegasnya.

Ia bahkan mengakui langkah mendatangi kantor wakil wali kota tidak akan dilakukan apabila komunikasi antara suporter dan manajemen masih berjalan baik.

“Kita sejauh ini masih buntu. Makanya seandainya komunikasi dengan manajemen tidak buntu, mungkin kita tidak sampai datang ke Bu Wakil Wali Kota,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, suporter juga menyampaikan sejumlah evaluasi terkait perjalanan Persis dalam beberapa musim terakhir yang akhirnya berujung pada degradasi. Masukan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada manajemen sebagai bahan perbaikan menjelang kompetisi Liga 2.

Sementara itu, Astrid Widayani mengaku telah mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan perwakilan lima elemen suporter. Menurutnya, berbagai masukan tersebut lahir dari rasa memiliki dan kecintaan yang besar terhadap Persis Solo.

“Lima elemen suporter tadi hadir di kantor saya untuk membahas musim terakhir kemarin dan harapan-harapan di musim depan. Saya dengarkan, saya catat juga nanti apa yang bisa menjadi masukan untuk manajemen di musim depan,” ujarnya.

Baca Juga: Dua Tim Dipastikan Lolos ke 8 Besar Liga 4, Salah Satunya Wakil Jateng: Ini Hasil Dan Klasemen Grup AA dan BB

Astrid memahami ikatan emosional antara Persis dan masyarakat Solo memang sangat kuat. Karena itu, kegelisahan yang dirasakan para suporter merupakan hal yang wajar.

Meski demikian, ia menegaskan Pemkot tidak akan masuk terlalu jauh ke dalam urusan internal klub yang saat ini dikelola secara profesional. Peran pemerintah, kata dia, lebih kepada menjaga komunikasi agar tetap terjalin baik di antara seluruh pihak yang berkepentingan.

“Kami sifatnya lebih ke menjaga komunikasi baik dari suporter, dari manajemen, dan bentuk dukungan yang bisa diberikan,” katanya.

Baca Juga: Jadwal 16 Besar Liga 4, 23 Juni: Duel Hidup Mati Menuju Delapan Besar, Pasuruan United, Persepam, Persipani Paniai, Celebest FC, dan Persinga Ngawi Bertarung Pada Nasib

Astrid juga menambahkan bahwa berbagai fasilitas olahraga yang dimiliki Kota Solo dapat menjadi bagian dari dukungan untuk membantu Persis bangkit pada musim mendatang. Kini, harapan suporter tertuju pada terbukanya kembali jalur komunikasi dengan manajemen agar proses pembenahan klub dapat berjalan lebih efektif dalam upaya mengembalikan Persis ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #liga 2