Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dituding Menghilang Setelah Degradasi, Ini Jawaban Manajemen Persis Solo

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:58 WIB
Manajemen Persis Solo saat menjelaskan program tim musim ini di depan suporter dan awak media. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Manajemen Persis Solo saat menjelaskan program tim musim ini di depan suporter dan awak media. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Manajemen Persis Solo akhirnya buka suara di hadapan perwakilan suporter terkait berbagai persoalan yang mencuat setelah Laskar Sambernyawa terdegradasi ke Liga 2.

Dalam forum diskusi yang digelar di Persis Store, Selasa (23/6) malam, Jajaran manajemen yang dihadiri oleh Komisaris Persis, Adityo Rimbo, Manajer tim, Yahya Alkatiri dan Direktur Persis, Ginda Ferachtriawan yang tidak hanya menyampaikan permintaan maaf, tetapi juga membeberkan target promosi, hasil evaluasi internal, hingga komitmen memperbaiki komunikasi dengan suporter.

Salah satu isu yang paling banyak mendapat sorotan adalah target Persis selama berkompetisi di Liga 2. Suporter secara tegas meminta kepastian berapa lama klub akan berada di kasta kedua, bukan sekadar janji untuk berusaha kembali ke Liga 1. Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Ginda dengan berucap target klub sudah jelas sesuai arahan pemilik saham.

“Kalau ditanya berapa lama? Dari owner aja sudah menyampaikan satu musim saja. Jadi menurut saya sudah clear pertanyaannya,” ujarnya dalam forum diskusi tersebut.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 2: Mantan Bek Timnas, Eks Bali United, PSS Sleman, dan PSIS Merapat, Semen Padang Serius Bangkit!

Ginda menegaskan seluruh elemen klub saat ini bekerja untuk mewujudkan target promosi dalam satu musim. Namun, keberhasilan itu tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain dan pelatih, melainkan juga kesiapan klub secara menyeluruh.

Menurutnya, banyak pekerjaan yang tidak terlihat oleh publik, mulai dari urusan lisensi klub, administrasi kompetisi, hingga pemenuhan berbagai kewajiban kepada operator, sponsor, dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Kalau saya yang bilang, selama fondasi kita kuat, selama klub ini sehat, selama kita kerjasama bisa kita lakukan, saya rasa ini memungkinkan,” lanjutnya.

Baca Juga: Sprinter Asal Boyolali Unjuk Gigi, Juara Umum di Tunisia, Para Atletik Indonesia Kirim Sinyal Kuat ke Asian Para Games 2026

Selain membahas target promosi, manajemen juga menyinggung evaluasi internal yang dilakukan setelah musim lalu berakhir. Evaluasi tersebut tidak lepas dari kritik keras suporter terkait dugaan adanya sosok-sosok yang dianggap menjadi penghambat kinerja klub.

Ginda mengakui pihaknya menerima berbagai masukan dari suporter, termasuk tudingan mengenai adanya “benalu” di dalam tubuh klub yang dinilai tidak memberikan kontribusi maksimal.

Menurut dia, setelah kompetisi berakhir, manajemen langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh divisi. Evaluasi itu mencakup pembagian tanggung jawab, target kinerja, hingga penentuan personel yang dipertahankan maupun tidak.

“Yang bisa saya sampaikan kita langsung melakukan evaluasi. Kita sudah mulai membuat tanggung jawab dari masing-masing divisi, KPI, kemudian siapa yang masih bisa kita pertahankan dan siapa yang memang tidak akan kita pertahankan,” katanya.

Manajemen juga mulai melakukan pembenahan struktur organisasi. Sejumlah divisi disebut akan disederhanakan, sementara divisi yang dianggap krusial akan diperkuat.

Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah pembentukan departemen analisis dan data. Departemen tersebut sebelumnya tidak dimiliki Persis dan diharapkan mampu meminimalkan kesalahan dalam proses perekrutan pemain.

Di sisi lain, forum diskusi tersebut juga menjadi ajang suporter menyampaikan kekecewaan terhadap sikap manajemen setelah Persis dipastikan terdegradasi. Salah seorang perwakilan suporter mempertanyakan alasan manajemen yang dinilai sulit ditemui dan terkesan menghindar setelah pertandingan terakhir musim lalu.

Kondisi itu dinilai memunculkan berbagai spekulasi di kalangan suporter. Bahkan berkembang anggapan bahwa hubungan antara elemen suporter dan manajemen tidak berjalan harmonis.

Menanggapi hal tersebut, Ginda menegaskan pihaknya tidak pernah berniat menghindari suporter. Menurutnya, setelah kompetisi berakhir, manajemen fokus menyelesaikan berbagai kewajiban klub sekaligus menyiapkan kebutuhan tim untuk musim berikutnya.

“Saya rasa kita sebenarnya bukan mau menghindar ya. Bahkan saya rasa sampai pertandingan terakhir home aja kita masih mencoba bagaimana apa yang bisa kita lakukan melawan Persebaya. Pertandingan terakhir pun besoknya kita juga sudah ada beberapa kewajiban yang masih harus kita selesaikan, baik itu dengan pemain, pelatih, operator maupun sponsor,” ujarnya.

Baca Juga: Arkhan Kaka Ucap Salam Perpisahan? Masa Depan Striker Timnas U-20 di Persis Solo Masih Abu-Abu

Sebagai bentuk perbaikan, manajemen berjanji membangun pola komunikasi yang lebih baik dengan suporter pada musim mendatang. Langkah tersebut dilakukan agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman antara klub dan pendukung.

Ginda menyebut sistem komunikasi dengan suporter akan menjadi salah satu fokus evaluasi internal. Selain itu, Persis juga berencana membenahi sistem ticketing dan mekanisme penyampaian informasi kepada publik.

“Kalau kaitannya dengan teman-teman suporter mungkin nanti kita akan menyampaikan ke depannya bagaimana sih nanti sistem ticketing-nya, sistem komunikasinya dengan suporter supaya tidak ada miss,” tandasnya.

Pertemuan tersebut menjadi yang pertama antara manajemen dan suporter sejak Persis dipastikan terdegradasi ke Liga 2. Melalui forum itu, manajemen berharap kepercayaan suporter dapat kembali terbangun seiring berbagai langkah pembenahan yang tengah dilakukan demi mewujudkan target kembali ke Liga 1 dalam waktu satu musim. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #liga 2 #ginda