RADARSOLO.COM – Perjalanan Persiharjo Sukoharjo di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 memang berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Namun, di balik kegagalan melangkah ke babak berikutnya, pelatih Dwi Joko Prihatin menilai musim ini tetap menjadi fondasi penting bagi perkembangan Laskar Honggopati ke depan.
Persiharjo harus mengakhiri kiprahnya di putaran nasional setelah takluk 0-1 dari Persid Jember pada babak 32 besar, Selasa (16/6). Kekalahan tersebut sekaligus menutup perjalanan wakil Sukoharjo di kompetisi nasional musim ini. Setelah tersingkir, seluruh pemain kini telah diliburkan sembari menunggu persiapan menghadapi musim berikutnya.
Meski gagal memenuhi target melangkah lebih jauh, Dwi Joko tidak ingin pencapaian tim dinilai hanya dari hasil pertandingan terakhir. Mantan pemain Persis Solo itu justru menilai Persiharjo telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan sepanjang putaran nasional.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen tim. Mulai dari manajemen, staf pelatih, hingga para pemain yang berjuang sepanjang musim.
“Untuk Persiharjo sendiri secara umum di putaran nasional saya kira saya mengapresiasi kerja keras dari manajemen, kerja keras dari pemain-pemain saya. Saya kira secara umum penampilan cukup bagus,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (23/6).
Dwi Joko mengakui hasil pada laga terakhir memang mengecewakan. Namun, ia menilai kondisi tim saat menghadapi Persid Jember tidak berada dalam situasi ideal. Persiharjo kehilangan sejumlah pemain penting yang membuat kekuatan tim berkurang cukup signifikan.
Absennya lima hingga enam pemain inti menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa tim pada pertandingan penentuan tersebut. Situasi itu membuat Persiharjo kesulitan tampil dengan komposisi terbaiknya.
“Kita berhenti di situasi pertandingan terakhir yang memang di saat itu secara teknis ada lima sampai enam pemain kita yang tidak bisa bermain sehingga hasilnya memang tidak sesuai yang kita harapkan,” jelasnya.
Baca Juga: Kabar Membanggakan! Dua Pemain Asal Sragen Dipanggil Timnas Futsal Indonesia untuk Tur Spanyol
Meski demikian, Dwi Joko tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang kompetisi. Baginya, para pemain telah memberikan kemampuan terbaik dan layak mendapatkan penghargaan atas perjuangan mereka.
“Secara umum saya selaku pelatih mengapresiasi penampilan dari pemain. Saya kira ini cukup bagus buat kita dan manajemen,” katanya.
Lebih jauh, Dwi Joko menilai musim ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Persiharjo. Ia menyebut keberhasilan menembus putaran nasional sudah menjadi pencapaian yang patut diapresiasi, terutama karena musim ini merupakan periode awal manajemen dalam membangun fondasi tim yang lebih kompetitif.
Menurutnya, pengalaman berkompetisi di level nasional akan menjadi modal berharga untuk melakukan evaluasi dan pembenahan pada musim mendatang.
“Ini manajemen yang pertama di Persiharjo, saya kira ini luar biasa pencapaian ini. Ini jadi modal untuk tahun berikutnya untuk coba menata kembali Persiharjo ke depannya,” ungkapnya.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 2: Skuad Lama Dipertahankan, Kendal Tornado FC Punya Strategi Tersembunyi?
Sementara itu, terkait masa depannya bersama Persiharjo, Dwi Joko memilih tidak berspekulasi. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada manajemen klub.
Pelatih yang dikenal aktif membina pemain muda di Solo Raya itu menegaskan dirinya hanya menjalankan tugas yang diberikan manajemen untuk mengawal Persiharjo selama musim 2026.
“Kaitannya dengan saya membersamai Persiharjo, sepenuhnya itu hak dari manajemen. Saya di sini hanya ditugaskan untuk mengawal Persiharjo di tahun ini,” pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy