Penilaian tersebut disampaikan Simon setelah mendampingi pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 selama kurang lebih tiga bulan. Menurutnya, perkembangan skuad asuhan Nova Arianto menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari sisi teknik maupun pemahaman terhadap filosofi permainan yang ingin diterapkan tim pelatih.
"Kami sudah bersama mereka selama tiga bulan. Mereka mulai memahami bagaimana kami ingin mereka bermain. Prosesnya berjalan sangat baik," ujar Simon kepada Jawa Pos Radar Solo usai laga uji coba melawan ASTI di Lapangan Kota Barat, Surakarta, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia U17 Dibungkam Brasil 0-9, Hector Souto: Sikap Tidak Bisa Ditawar
Mantan pemain Timnas Belanda itu menggambarkan para pemain Garuda Muda sebagai sekumpulan berlian yang memiliki kualitas tinggi, namun masih memerlukan sentuhan agar mampu bersinar di level tertinggi.
"Saya pikir kami memiliki banyak berlian. Tetapi saat ini mereka masih berlian yang belum diasah," katanya.
Simon menilai kualitas individu para pemain sebenarnya sudah terlihat sejak awal. Kini, tugas terbesar tim pelatih adalah mengasah potensi tersebut agar berkembang sesuai kebutuhan permainan modern sekaligus membentuk karakter bertanding yang kuat.
Selama pemusatan latihan, menurut Simon, perkembangan para pemain tidak hanya terlihat dari sisi teknik, tetapi juga dalam memahami instruksi pelatih dan menjalankan filosofi bermain yang diinginkan.
Keyakinan itu membuat Simon percaya Indonesia memiliki fondasi regenerasi yang menjanjikan. Apalagi mayoritas pemain yang saat ini menghuni skuad Garuda Muda masih berusia 16 hingga 17 tahun sehingga memiliki waktu yang cukup panjang untuk berkembang.
"Kalau kita berbicara tiga tahun ke depan, harapan kami mereka sudah siap masuk ke Timnas Senior," ungkapnya.
Simon menegaskan pembinaan usia muda merupakan investasi jangka panjang bagi sepak bola Indonesia. Karena itu, proses pembentukan pemain dinilai jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kemenangan dalam setiap pertandingan.
Garuda Championship Series 2026 di Stadion Manahan, Solo, menjadi salah satu tahapan penting dalam proses tersebut.
Ajang yang mempertemukan Timnas Indonesia U-17 dengan Malaysia U-17 pads 4 dan 7 Juli mendatang tersebut akan dimanfaatkan tim pelatih untuk mengukur perkembangan para pemain sekaligus mempersiapkan mereka menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Bagi Simon, turnamen tersebut bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga kesempatan melihat sejauh mana para "berlian" muda Indonesia terus berkembang sebelum benar-benar siap bersinar bersama Timnas Senior dalam beberapa tahun mendatang. (hj/nik)
Daftar Skuad Timnas U-17
- Dhamar Try kusuma (Persik Kediri)
Asal: Medan - Faiz Hikmal
Asal: Jakarta - Sendi Juliansyah (Dewa United)
Asal: Bandung - Muhamad Faiz
Asal: Bandung - Muhammad Firlo (Persis Solo)
Asal: Sragen - Rifqy Arifin
Asal: Lampung - Puma Nandhito
Asal: Jakarta - Edsel Henrian (Persija Jakarta)
Asal: Jakarta - Abdillah Ishak (Persija Jakarta
Asal: Jakarta - Syahdan Caesar (Asiop)
Asal: Jakarta - Allekay kaisar (Persik Kediri)
Asai: Jakarta - Haikal kamil (Persik Kediri)
Asal: Jakarta - Pradipta Arya (Persik Kediri)
Asal: Bogor - Valdo Putra (Persija Jakarta)
Asal: Depok - Dzaky Muhammad (bhayangkara FC)
Asal: Klaten - Dolvin Theofilus
Asal: Jayapura - Chico Jericho (Asiop)
Asal: Jayapura - Ramadhani krishna (Persis Solo)
Asal: Karanganyar - Ramadhan Putra
Asal: Surabaya - Yance Glen
Asal: Waropen - Melki Alvando
Asal: Timika - I Gede kayana (Bali United)
Asal: Bali - Ichiro Akbar
Asal: Blitar - I Dewa Gede (Bali United)
Asal: Bali - Stenly Meyanu - Asal: Merauke.