RADARSOLO.COM - Solo Raya tidak pernah kehabisan akan talenta-talenta muda sepak bola yang mampu mengharumkan nama bangsa. Ironisnya, mekarnya para talenta muda tersebut justru tumbuh dari klub di luar kota dan bukan bersama Persis Solo.
Salah satu contoh paling mencolok adalah Dony Tri Pamungkas. Pemain asal Boyolali itu kini menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Indonesia, setelah berkembang pesat saat ditempa akademi Persija Jakarta. Penampilannya yang konsisten mengantarkannya menembus tim utama Macan Kemayoran hingga kini mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia senior.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan publik Solo. Mengapa banyak pemain berbakat asal Solo Raya justru bersinar bersama klub lain? Lalu, mengapa Persis Solo sebagai representasi sepak bola Kota Bengawan belum mampu menjadi rumah bagi sebagian besar talenta terbaik daerahnya sendiri?
Direktur Teknik Akademi Persis Solo Rasiman tak menampik adanya anggapan tersebut. Namun, dia menegaskan persoalannya bukan karena Solo kekurangan pemain bertalenta maupun lemahnya proses pencarian bakat.
Menurut Rasiman, penyebab utama terletak pada perjalanan Akademi Persis yang belum lama memiliki sistem pembinaan secara penuh. Ketika banyak pemain seperti Dony Tri Pamungkas mulai berkembang, Akademi Persis saat itu belum berdiri dengan struktur pembinaan yang berkelanjutan.
"Dengan masifnya akademi yang ada di Indonesia, memang jadi banyak sekali pilihan yang ada. Kalau kita lihat ke masa lalu seperti Dony Tri Pamungkas dan kawan-kawan itu memang mereka sudah established sebelum Akademi Persis Solo ini berdiri," ujar Rasiman kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 Memanas! Eks Kiper Persis Solo M. Riyandi Diincar Dua Klub Raksasa
Dia menjelaskan, dalam beberapa tahun sebelumnya Akademi Persis juga belum menerapkan sistem full time academy. Aktivitas pembinaan hanya berjalan ketika kompetisi Elite Pro Academy (EPA) berlangsung.
Kondisi tersebut membuat proses pengembangan pemain tidak berlangsung secara konsisten sepanjang tahun. Padahal, menurut Rasiman, kesinambungan latihan merupakan faktor penting dalam membentuk pemain berkualitas.
"Beberapa tahun belakangan sebelum tahun ini, Akademi Persis Solo tidak on-going academy atau full time akademi, jadi hanya beroperasi ketika ada EPA berjalan," katanya.
Meski begitu, Rasiman menilai Persis pernah membuktikan hasil positif ketika pembinaan dilakukan secara berkesinambungan. Saat dirinya mulai bergabung pada 2021, akademi sempat menjalankan program latihan secara rutin selama hampir tiga musim.
Program tersebut melahirkan sejumlah pemain yang berhasil menembus tim senior Persis. Beberapa di antaranya bahkan kini telah berkarier di kompetisi Liga 1 bersama klub masing-masing.
"Selama hampir dua sampai tiga tahun kita berlatih terus-menerus, hasilnya banyak pemain yang tembus ke senior seperti Zanadin, Althaf, Arkhan, dan teman-temannya. Bahkan sekarang mereka berkiprah di beberapa klub Liga 1," ungkapnya.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Bukan M. Riyandi, Persija Jakarta Resmi Umumkan Aqil Savik Sebagai Kiper Baru
Karena itu, Rasiman menegaskan persoalan utama bukan terletak pada ada atau tidaknya talenta di Solo Raya. Menurutnya, daerah ini tetap menjadi salah satu lumbung pemain berbakat di Indonesia.
"Jadi persoalannya bukan soal talenta dan tidak talenta, tapi persoalan konsistensi dalam pembinaan," tegasnya.
Baca Juga: Persebi Boyolali Akui Gagal Penuhi Harapan Lolos ke Liga 3, Regenerasi Kini Jadi Fokus Perhatian
Kini, Akademi Persis mulai menerapkan sistem pembinaan penuh sepanjang tahun. Rasiman optimistis perubahan tersebut akan berdampak pada semakin banyaknya pemain binaan Persis yang mampu menembus skuad senior dalam beberapa musim ke depan.
Dia pun meyakini skuad Persis U-20 saat ini memiliki kualitas yang cukup untuk mengikuti jejak para seniornya. Meski belum dapat memastikan jumlahnya, Rasiman memperkirakan akan ada cukup banyak pemain yang dipromosikan ke tim utama.
"Saya yakin nanti juga anak-anak U-20 kita yang ada di skuad tahun ini akan ada yang promosi ke senior. Walaupun jumlahnya saya tidak bisa pastikan, tapi akan cukup banyak untuk tataran promosi akademi ke senior," pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy