RADARSOLO.COM – Kedatangan Ricky Nelson sebagai pelatih kepala baru Persis Solo mulai memengaruhi arah pembentukan skuad Laskar Sambernyawa. Jejak akademi Persija Jakarta kian terasa dalam aktivitas transfer tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut.
Hal itu ditandai dengan bergabungnya top skor EPA Super League U-20 musim lalu, Ahmad Mujadid. Penyerang muda jebolan akademi Macan Kemayoran asal Sukoharjo tersebut menjadi rekrutan anyar Persis untuk menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Tak berhenti di situ, Persis juga dikabarkan tengah membidik sejumlah pemain muda Persija U-20 lainnya. Nama Oliver Leeming, Theodore Leeming, hingga Fandi Ahmad Muzaki masuk dalam daftar pemain yang santer disebut bakal merapat ke Stadion Manahan. Fandi sendiri adalah pemain asal Sragen, sementara Oliver dan Theodore Leeming adalah kakak beradik kelahiran Australia.
Arah perekrutan tersebut memunculkan beragam respons dari suporter. Sebagian mempertanyakan apakah masuknya sejumlah pemain eks Persija akan membuat peluang pemain binaan Akademi Persis menembus tim senior semakin berat.
Menanggapi hal itu, Direktur Teknik Akademi Persis Solo, Rasiman, menegaskan bahwa seluruh keputusan terkait komposisi skuad merupakan kewenangan penuh pelatih kepala Ricky Nelson. Menurutnya, pelatih memiliki hak prerogatif untuk memilih pemain yang diyakini mampu membawa tim meraih hasil terbaik.
"Coach Ricky Nelson itu kan pelatih senior, jadi dia punya hak prerogatif penuh untuk menentukan skuadnya. Semua pelatih tim senior targetnya memenangkan pertandingan," ujar Rasiman kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (30/6).
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 Memanas! Eks Kiper Persis Solo M. Riyandi Diincar Dua Klub Raksasa
Dia menilai tidak ada yang salah apabila Ricky Nelson merekrut pemain yang sudah dikenalnya sejak menangani Persija U-20. Dalam sepak bola profesional, hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah selama didasarkan pada kebutuhan tim.
"Kalau memang dia akan membawa pemain yang menurut Coach Ricky Nelson dipercaya, itu sah-sah saja," imbuhnya.
Rasiman juga menepis anggapan bahwa pemain Akademi Persis akan tersisih. Ia memastikan talenta binaan Laskar Sambernyawa tetap memperoleh kesempatan yang sama untuk bersaing mendapatkan tempat di tim utama.
"Yang pasti, anak-anak Persis Solo juga akan diberikan kesempatan. Saya rasa itu sudah fair dan cukup," katanya.
Menurut Rasiman, kebutuhan skuad Persis musim ini juga dipengaruhi tuntutan kompetisi yang membutuhkan kedalaman pemain di setiap posisi. Karena itu, tim harus memiliki banyak pemain dengan kualitas yang relatif merata agar rotasi berjalan optimal.
Dia menambahkan Ricky Nelson akan tetap berkoordinasi dengan jajaran Akademi Persis dalam menentukan pemain muda yang layak dipromosikan ke tim senior. Dengan demikian, proses seleksi tidak hanya berpatokan pada asal pemain, tetapi juga kualitas dan kebutuhan tim.
"Saya rasa Coach Ricky Nelson tahu kualitas pemain Persija, dan dia juga akan koordinasi dengan saya untuk memilih pemain yang ada di Akademi Persis," jelasnya.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Bukan M. Riyandi, Persija Jakarta Resmi Umumkan Aqil Savik Sebagai Kiper Baru
Rasiman pun optimistis seluruh pemain, baik yang berasal dari Akademi Persis maupun klub lain, akan memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan. Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan pelatih kepala yang bertanggung jawab penuh terhadap prestasi tim.
"Coach Ricky Nelson tahu risikonya dan juga paham konsekuensinya. Jadi saya rasa dia akan membawa pemain yang menurutnya bisa membawa tim ini mencapai performa terbaik," pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy