RADARSOLO.COM - Talenta Dony Tri Pamungkas yang mekar di kota orang jelas menjadi cermin bagaimana Akademi Persis Solo harus terus berbenah dalam memperkuat fondasi pembinaan pemain usia muda. Salah satu langkah yang kini diterapkan adalah kebijakan kontrak jangka panjang bagi para pemain potensial agar talenta terbaik Solo Raya tidak lagi mudah direkrut klub lain.
Direktur Teknik Akademi Persis Solo Rasiman mengakui Persis sempat kehilangan sejumlah pemain berbakat karena belum memiliki sistem pembinaan dan perlindungan kontrak yang matang. Kondisi itu berbeda dengan Akademi Persija Jakarta yang telah membangun sistem pembinaan secara konsisten selama bertahun-tahun.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut mengatakan bahwa Persija bukan hanya mengandalkan pemain asal Jakarta. Klub ibu kota itu secara aktif melakukan pencarian bakat ke berbagai daerah di Indonesia untuk mendapatkan pemain terbaik.
"Perlu kita tahu bahwa Persija Akademi itu juga melakukan talent scouting ke seluruh Indonesia," ujar Rasiman kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Ricky Nelson Bawa Gerbong Persija Jakarta U-20, Peluang Pemain Akademi Persis Solo Terancam?
Dia bahkan mengungkapkan salah satu contoh nyata. Fandi Ahmad yang, yang kini menjadi bagian dari Akademi Persija, sebelumnya merupakan pemain binaan Akademi Persis. Namun, saat itu Persija datang menawarkan beasiswa sehingga sang pemain memilih melanjutkan pengembangan kariernya di Jakarta.
"Fandy Ahmad dulu juga siswa akademi kami yang mereka approach dan berikan beasiswa. Nah, waktu itu memang kami belum mempunyai policy contract jangka panjang," ungkapnya.
Baca Juga: Klub Futsal Solo Takluk, KLN Angels Tantang MSP FC di Final WPFL 2026 di Sukoharjo
Belajar dari pengalaman tersebut, Akademi Persis kini mulai menerapkan sistem pembinaan yang lebih terstruktur. Seluruh pemain potensial, terutama yang telah memperkuat tim nasional kelompok umur, masuk dalam program pengembangan jangka panjang.
Rasiman memastikan para pemain muda tersebut kini telah diikat dengan kontrak berdurasi panjang sebagai bagian dari strategi menjaga aset pembinaan Persis.
"Sekarang, semua pemain Timnas kita, termasuk yang U-17 kemarin, U-16 yang ini, semua sudah dalam long term development program. Jadi kontraknya juga panjang," jelasnya.
Tak hanya mengikat kontrak, Persis juga menyiapkan jalur pengembangan yang berjenjang. Pemain-pemain muda akan dipertahankan di akademi sebelum secara bertahap dipromosikan ke kelompok usia yang lebih tinggi hingga akhirnya siap masuk ke tim senior.
Menurut Rasiman, proses tersebut sudah mulai berjalan. Musim lalu Persis telah mempromosikan salah satu pemain dari kelompok U-17 ke U-20 sebagai bagian dari percepatan perkembangan pemain berbakat.
"Pemain U-17 kita kemarin kemungkinan besar mereka akan promosi. Tahun lalu kita juga sudah mempromosikan salah satu pemain U-17 ke U-20. Itu dalam rangka proses pematangan agar pemain yang berbakat akan matang lebih cepat," katanya.
Rasiman menegaskan keberhasilan akademi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menemukan pemain berbakat. Yang jauh lebih penting adalah menjaga kesinambungan pembinaan melalui program latihan yang berkualitas.
"Di akademi, youth development is all about consistency sama good training program," tegasnya.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 Memanas! Eks Kiper Persis Solo M. Riyandi Diincar Dua Klub Raksasa
Dia menilai seluruh akademi peserta Elite Pro Academy sebenarnya mengikuti kompetisi yang sama. Karena itu, pembeda utama bukan terletak pada kualitas kompetisi, melainkan konsistensi klub dalam membangun sistem pembinaan.
Rasiman mengakui Persija memiliki keunggulan karena telah mengembangkan akademinya selama sekitar 15 tahun secara berkelanjutan. Sementara itu, Persis baru mulai menerapkan sistem pembinaan penuh dan kebijakan jangka panjang dalam satu tahun terakhir.
"Persija sudah membangun akademi ini 15 tahun yang lalu dan mereka konsisten setiap tahunnya. Kita baru praktis setahun belakangan konsisten dan sudah memiliki policy jangka panjang," ujarnya.
Dengan fondasi baru tersebut, Rasiman optimistis Akademi Persis mampu menjaga talenta terbaik Solo Raya agar berkembang bersama Laskar Sambernyawa.
Dia berharap, kebijakan kontrak jangka panjang dan pembinaan berkelanjutan akan menghasilkan lebih banyak pemain lokal yang mampu menembus tim senior sekaligus bersaing di level nasional pada tahun-tahun mendatang. (nik)
Editor : Niko auglandy