Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Persis Solo Bangun Regenerasi Besar-besaran, Pemain Muda Disiapkan Lewat Skema Ini

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:20 WIB

 

Laga Persis Solo vs PSIM Jogja di ajang Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.
Laga Persis Solo vs PSIM Jogja di ajang Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.

RADARSOLO.COM – Persis Solo terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun masa depan klub melalui pembinaan pemain muda. Meski akademinya baru berdiri pada 2021, Laskar Sambernyawa kini menjadi salah satu klub profesional di Indonesia yang memiliki sistem pembinaan berjenjang dan berkelanjutan.

Menariknya, pemain yang direkrut Akademi Persis tidak hanya berasal dari Solo Raya. Banyak talenta muda potensial dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar Pulau Jawa, datang untuk bergabung dan mengembangkan kemampuan bersama akademi Laskar Sambernyawa.

Mereka memiliki mimpi yang sama, yakni menembus tim senior Persis Solo. Kalaupun belum mendapat kesempatan membela tim utama, akademi diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas sehingga mampu menarik perhatian klub-klub profesional lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Empat Nama Ini Santer Merapat ke Persis Solo, Petunjuk Direktur Olahraga Menguatkan Rumor di Bursa Transfer Liga 2? 

Namun, Direktur Teknik Akademi Persis Solo, Rasiman, menegaskan bahwa promosi ke tim senior bukan sekadar masuk dalam daftar skuad. Pemain muda harus benar-benar mampu bersaing dan layak mendapatkan menit bermain secara reguler.

"Tentunya persentase menjadi pemain senior itu yang akan menjadi pertanyaan. Harapan saya nanti beberapa pemain yang terpilih ke senior, mereka bisa compete untuk bermain, bukan hanya masuk tim," tegas Rasiman.

Baca Juga: Luar Biasa! Atlet Asal Solo Fredy Setiawan Borong 5 Medali di Eropa, Indonesia Berjaya

Bagi pemain yang belum mendapatkan tempat di tim utama, Persis telah menyiapkan solusi berupa skema peminjaman ke klub lain. Menurut Rasiman, langkah tersebut penting agar proses perkembangan pemain tidak terhenti karena minimnya kesempatan bermain.

Dia menilai Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2026/2027 menjadi kompetisi yang ideal sebagai tempat menempa pemain muda. Terlebih, regulasi usia membuat kebutuhan klub terhadap pemain kelahiran 2006 dan 2007 meningkat cukup signifikan.

"Bagi yang mungkin posisinya belum aman, saya akan rencanakan loan ke tim Liga 2 yang lainnya. Karena kebutuhan pemain kelahiran 2006 dan 2007 sangat tinggi di tahun ini, terutama di Liga 2," pungkasnya.

Melalui sistem pembinaan yang berjenjang, prestasi di Elite Pro Academy, hingga program promosi dan peminjaman pemain, Persis Solo berupaya membangun regenerasi yang berkesinambungan.

Targetnya bukan hanya melahirkan pemain berbakat, tetapi juga memastikan mereka siap bersaing di level profesional dan menjadi tulang punggung Laskar Sambernyawa pada masa mendatang. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga 1