RADARSOLO.COM – Meski baru berdiri pada September 2021, Akademi Persis Solo terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai fondasi pembinaan pemain muda Laskar Sambernyawa. Tak hanya mulai bersaing di level nasional, akademi Persis kini juga menyiapkan program pembinaan jangka panjang untuk memastikan regenerasi pemain menuju tim senior berjalan berkesinambungan.
Perkembangan tersebut tercermin dari prestasi yang diraih di Elite Pro Academy (EPA) Super League 2026. Tim U-16 Persis sukses menembus partai final sebelum akhirnya harus puas menjadi runner-up usai kalah dramatis lewat adu penalti dari Persik Kediri U-16.
Meski gagal membawa pulang trofi, pencapaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa arah pembinaan pemain muda Persis berada di jalur yang tepat. Selain melaju hingga final, Laskar Sambernyawa juga memborong sejumlah penghargaan individu sepanjang kompetisi EPA musim ini.
Baca Juga: Persis Solo Bangun Regenerasi Besar-besaran, Pemain Muda Disiapkan Lewat Skema Ini
Direktur Teknik Akademi Persis Solo, Rasiman, mengatakan perkembangan akademi tidak hanya diukur dari prestasi tim, tetapi juga kualitas pemain yang berhasil dibina. Menurutnya, banyaknya penghargaan individu menjadi indikator keberhasilan sistem pembinaan yang diterapkan Persis.
"Kalau kita lihat hasil kita di EPA tahun ini, kita juga memenangkan banyak sekali penghargaan, baik secara individu maupun tim. Jadi itu sangat baik untuk ke depannya," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (30/6).
Rasiman mengungkapkan Persis kini menjadi salah satu klub yang konsisten menjalankan akademi dengan sistem pembinaan sepanjang tahun. Menurutnya, saat ini hanya sedikit klub di Indonesia yang menerapkan konsep full year academy.
"Kalau di luar Persija, sekarang hanya Persis Solo yang punya full year academy. Belakangan kemungkinan beberapa akademi seperti Persita baru akan mulai tahun ini. Jadi sebetulnya Persis Solo juga sudah melakukan langkah yang signifikan setahun belakangan," katanya.
Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia kelompok usia itu menilai kelompok usia U-16 dan U-18 menjadi generasi paling potensial yang dimiliki Persis saat ini. Para pemain tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung regenerasi menuju skuad senior dalam beberapa tahun mendatang.
"Talenta kita yang paling banyak akan ada di U-16 dan U-18 tahun ini, yang mereka akan melanjutkan journey-nya ke jenjang berikutnya," jelasnya.
Persis pun tak ingin berhenti pada dua kelompok usia tersebut. Mulai musim ini, akademi akan memperluas pembinaan dengan membuka kelompok usia U-14. Sementara proses rekrutmen pemain U-13 dijadwalkan dimulai pada Desember mendatang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari program jangka panjang agar para pemain mendapat proses pembinaan lebih lama sebelum memasuki level profesional.
"Dan tahun ini kita akan mulai dari U-14, kemudian di Desember kita mulai rekrutmen U-13. Jadi ini program jangka panjang kita," terang Rasiman.
Baca Juga: Luar Biasa! Atlet Asal Solo Fredy Setiawan Borong 5 Medali di Eropa, Indonesia Berjaya
Dia berharap semakin panjang proses pembinaan yang dijalani pemain, semakin besar pula peluang mereka berkembang hingga mampu menembus tim utama Persis Solo.
"Kita akan memperpanjang usia pemain berlatih di akademi di top level development kita, sehingga ke depannya mereka secara simultan bisa bergeser ke pemain senior," pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy