Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

Pelatih Timnas U-17 Malaysia Akui Tanding Lawan Indonesia di Manahan Solo, Bukan Sebuah Misi Yang Mudah

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 3 Juli 2026 | 21:56 WIB
Timnas Malaysia U-17 saat jalani latihan di Stadion Manahan, Sabtu (3/7/2027). (Instagram: @famalaysia)
Timnas Malaysia U-17 saat jalani latihan di Stadion Manahan, Sabtu (3/7/2027). (Instagram: @famalaysia)

RADARSOLO.COM - Dua pemain muda binaan Persis Solo dipastikan ambil bagian saat Timnas Indonesia U-17 menghadapi Malaysia U-17 dalam ajang Garuda Championship Series 2026 di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (4/7/2026) dan Selasa (7/7/2026).

Laga tersebut bukan sekadar uji coba biasa. Pertandingan menjadi bagian penting dari persiapan kedua negara menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027.

Di tengah persiapan tersebut, Pelatih Malaysia U-17 Muhammad Shukor bin Adan, mengaku hanya memiliki waktu dua hari untuk mengumpulkan para pemainnya sebelum berangkat ke Indonesia. Meski demikian, dia menyambut baik undangan PSSI karena menilai duel melawan Indonesia menjadi pengalaman berharga bagi skuad muda Harimau Malaya.

"Persiapan, pemain-pemain ini saya hanya kumpulkan dalam masa dua hari saja. Saya ucapkan terima kasih kepada Persatuan Sepak Bola Indonesia yang menjemput kami datang. Dua friendly matches ini bagus untuk anak-anak," ujar Shukor.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1: Eks Persis Solo asal Sukoharjo Resmi Gabung Madura United

Pelatih berusia 45 tahun itu menegaskan timnya akan tampil dengan pendekatan berbeda dibanding saat mengalahkan Indonesia 1-0 di ajang Piala AFF U-16. Ia membawa sejumlah wajah baru untuk meningkatkan persaingan sekaligus melihat kualitas pemain jelang kualifikasi.

"Kami datang dengan approach yang berlainan sedikit daripada apa yang berlaku di AFF U-17. Saya rasa pemain harus enjoy the moment dan menikmati pertandingan internasional dengan intensitas tinggi untuk pengalaman mereka," katanya.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 2: PSIS Semarang Mengamuk, Pelatih Ternama Merapat, Eks Gelandang Persik Kediri dan PSIM Jogja Resmi Gabung

Shukor juga meminta anak asuhnya melupakan hasil pertemuan sebelumnya. Menurutnya, kemenangan atas Indonesia sudah menjadi bagian dari masa lalu karena kondisi kedua tim kini jauh berbeda setelah beberapa bulan tidak berkumpul.

"Perlawanan yang lepas adalah yang lepas. Walaupun kami menang 1-0, bagi saya itu sudah berlalu. Pemain hampir dua hingga tiga bulan tidak bersama pasukan, jadi pemanggilan kali ini untuk membangun chemistry lagi menjelang kualifikasi Asian Cup," ungkapnya.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 2: Persela Datangkan Pemain Baru Wajah Lama, dan Banyak Amankan Pemain Musim Lalu

Ia menambahkan, Malaysia masih menunggu hasil undian grup Kualifikasi Piala Asia U-17 sebelum menyusun program yang lebih spesifik.

"Sekarang kita kena tunggu drawing dulu. Bila grup sudah keluar, baru kita boleh buat rencana. Tapi saya dengan pihak FAM sudah berbincang tentang hala tuju pemain U-16 ini untuk kualifikasi nanti," ujarnya.

Shukor mengakui persaingan di level Asia tidak mudah sehingga timnya membutuhkan program latihan yang matang, termasuk kemungkinan menjalani pemusatan latihan di luar negeri apabila mendapat dukungan dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Di sisi lain, Persis Solo turut mendapat kebanggaan dengan dipanggilnya dua pemain muda mereka ke Timnas Indonesia U-17. Penjaga gawang Muhammad Firlo dan bek Ramadhani Krishna dipercaya memperkuat Garuda Muda dalam dua laga melawan Malaysia.

Pemanggilan tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan usia muda Laskar Sambernyawa. Firlo tampil impresif bersama Persis U-16 pada kompetisi EPA Super League musim lalu dengan membukukan 27 penampilan dan 56 penyelamatan. Performa apik itu mengantarkannya promosi ke Garuda United U-18, di mana ia telah mencatat empat penampilan.

Baca Juga: Solo Segera Punya Liga Amatir U-9 dan U-10, Pemkot Mulai Benahi Lapangan Bola

Sementara itu, Ramadhani Krishna menjadi salah satu pilar penting di lini belakang Persis U-16 yang sukses mengakhiri EPA Super League U-16 sebagai runner-up.

Dua pertandingan di Stadion Manahan nanti pun akan menjadi panggung penting bagi kedua tim untuk mengukur kesiapan sebelum tampil di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Selain menjadi ajang evaluasi teknis, Garuda Championship Series 2026 juga menjadi kesempatan emas bagi para pemain muda menunjukkan kualitas mereka di level internasional. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Timnas indonesia #malaysia