RADARSOLO.COM — Sorot lampu panggung sepak bola sejagat dipastikan bakal tertuju sepenuhnya pada sosok Cristiano Ronaldo saat Timnas Portugal menantang Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Laga bertajuk derby Semenanjung Iberia ini dijadwalkan mentas di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Selasa (7/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.
Bagi sang megabintang berjuluk CR7, bentrokan kontra La Furia Roja bukan sekadar perebutan tiket ke fase perempat final, melainkan sebuah pertaruhan nasib yang sangat emosional.
Penyerang gaek berusia 41 tahun tersebut telah mengonfirmasi bahwa edisi 2026 ini merupakan Piala Dunia pamungkas sepanjang karier profesionalnya.
Artinya, jika Selecao das Quinas dipaksa bertekuk lutut oleh Spanyol, 90 menit di Texas nanti otomatis akan menjadi laga perpisahan terakhir Ronaldo dengan kompetisi paling megah di bumi ini.
Firasat Kuat CR7
Menatap kenyataan bahwa malam nanti bisa menjadi tarian terakhirnya, penyerang klub Al Nassr ini menunjukkan ketenangan sekaligus ambisi yang menyala.
Ronaldo secara terbuka mengakui ketangguhan Spanyol yang datang dengan status unggulan utama berkat kemenangan telak 3-0 atas Austria di fase sebelumnya.
Namun, mengacu pada sejarah persaingan pribadinya kontra Spanyol yang relatif seimbang, kapten Portugal ini mengusung optimisme tinggi bahwa perjalanannya di tanah Amerika belum akan selesai.
Dia pun tetap memiliki keyakinan jika Portugal akan menang melawan Spanyol.
"Spanyol selalu menjadi kandidat untuk memenangkan Euro, Nations League, mereka sudah memenangkan kompetisi ini," kata Ronaldo. Spanyol adalah favorit. Mereka memiliki lebih banyak gelar daripada Portugal, tapi ini adalah kompetisi yang berbeda dengan pemain yang berbeda. Ada yang cedera, ada cuaca panas ," ungkap Ronaldo.
Ronaldo juga menambahkan bahwa apa pun hasil akhir yang akan terpampang di papan skor nanti, ia akan meninggalkan lapangan dengan kepala tegak tanpa ada penyesalan.
"Hari di mana saya harus menyudahi (pensiun) pasti akan datang. Apa pun yang terjadi, saya akan pergi dengan hati nurani yang bersih, bukan 100 persen, tapi 1000 persen. Karena saya telah menyerahkan seluruh hidup dan jiwa saya untuk sepak bola," tutur CR7.
Misi Menuntaskan Satu-satunya Trofi yang Hilang
Sepanjang sejarah sepak bola modern, Cristiano Ronaldo hampir memenuhi lemari piala pribadinya dengan seluruh gelar bergengsi di level klub Eropa hingga turnamen internasional (Euro dan Nations League).
Namun, satu-satunya permata yang belum pernah ia sentuh hingga penampilannya yang keenam di Piala Dunia ini adalah trofi emas berlapis ikon bumi tersebut.
Baca Juga: Jelang Laga Kedua, David Nascimento Pastikan Timnas Indonesia U-17 Tetap Main Agresif
Pada edisi 2026 ini, gairah Ronaldo tampak kembali membuncah.
Ia tercatat sudah mengemas 3 gol sepanjang turnamen.
Dua gol dilesakkan ke gawang Uzbekistan di babak grup, dan satu gol penalti krusial ia cetak saat menyingkirkan Kroasia secara dramatis dengan skor 2-1 di babak 32 besar.
Gol ke gawang Kroasia tersebut sekaligus menorehkan sejarah baru sebagai gol perdana CR7 di fase gugur Piala Dunia.
Piala Dunia edisi berikutnya pada tahun 2030 memang akan digelar di tanah kelahirannya, di mana Portugal menjadi tuan rumah bersama Spanyol dan Maroko.
Kendati demikian, Ronaldo menegaskan dirinya tidak akan lagi mengenakan jersi bernomor punggung 7 di atas lapangan pada saat itu.
Lewat duel kontra Spanyol dini hari nanti, Ronaldo bertekad sekuat tenaga memperpanjang napasnya demi menjemput akhir dongeng yang indah dalam karier legendarisnya.
Editor : Syahaamah Fikria