Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

David Nascimento Bantah Fisik Timnas U-17 Lemah, Ini Penyebab Sebenarnya Pemain Kram

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:42 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-17 berselebrasi usai bisa membobol gawang Malaysia di Stadion Manahan, Sabtu (4/7/2026). (M. Ihsan/Radar Solo)
Pemain Timnas Indonesia U-17 berselebrasi usai bisa membobol gawang Malaysia di Stadion Manahan, Sabtu (4/7/2026). (M. Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pelatih Timnas Indonesia U-17 David Nascimento membantah anggapan bahwa kondisi fisik anak asuhnya belum optimal setelah beberapa pemain mengalami kram saat menghadapi Malaysia U-17 pada laga perdana Garuda Championship Series 2026 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (4/7/2026).

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, kram yang dialami para pemain bukan disebabkan rendahnya tingkat kebugaran. Sebaliknya, kondisi itu merupakan konsekuensi dari gaya bermain agresif dengan intensitas tinggi yang diterapkan Garuda Muda sepanjang pertandingan.

"Oh tidak, saya tidak setuju dengan Anda," ujar David saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi fisik pemain dalam sesi doorstop seusai laga.

Baca Juga: Lama Tak Dibahas, Makam Ronggowarsito Klaten Punya Penghuni Tak Biasa

David menjelaskan, Timnas Indonesia U-17 tampil dengan skema pressing tinggi sejak menit awal. Strategi tersebut menuntut seluruh pemain terus bergerak menekan lawan, menutup ruang, sekaligus merebut bola secepat mungkin ketika kehilangan penguasaan.

Sebaliknya, Malaysia U-17 dinilainya lebih banyak bertahan dan menunggu di area permainan sendiri sebelum melancarkan serangan balik. Karena itu, beban fisik yang ditanggung kedua tim sangat berbeda.

"Anda lihat cara kami bermain, itu jauh lebih sulit daripada Malaysia. Malaysia mereka mundur, mereka menunggu kami di belakang, itu tidak memakan energi," katanya.

Baca Juga: Dulu Dikaitkan dengan Pesugihan, Begini Kondisi Sendang Bulus Jimbung Klaten Sekarang

Menurut David, intensitas permainan seperti itu memang membuat para pemain mengeluarkan energi jauh lebih besar sehingga risiko mengalami kram juga meningkat. Namun, hal tersebut merupakan konsekuensi yang sudah diperhitungkan tim pelatih.

"Bahkan jika kami mengalami lebih banyak kram, itu tidak apa-apa karena cara kami bermain berbeda dari Malaysia," tegasnya.

Meski demikian, David memastikan aspek kebugaran para pemain akan terus ditingkatkan selama pemusatan latihan berlangsung. Ia optimistis kondisi fisik skuad Garuda Muda akan semakin siap menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

"Saya sangat senang dengan kebugaran anak-anak dan kami akan memiliki kebugaran yang lebih baik pastinya," ungkapnya.

Peningkatan kondisi fisik memang menjadi salah satu fokus utama tim pelatih. Pasalnya, filosofi permainan dengan pressing tinggi membutuhkan daya tahan, intensitas, dan disiplin yang konsisten agar dapat diterapkan sepanjang 90 menit. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Garuda Muda #malaysia #timnas #U-17