RADARSOLO.COM – Pelatih Timnas Indonesia U-17, David Nascimento, ternyata memiliki hubungan spesial dengan kapten Timnas Indonesia saat ini, Jay Idzes. Jauh sebelum bek andalan Merah Putih itu bersinar di level internasional, David sudah lebih dulu melihat potensi besarnya saat keduanya bekerja sama di Belanda.
David pernah menangani Jay Idzes ketika menjabat sebagai pelatih kepala FC Eindhoven pada periode 2018-2020. Saat itu, Jay masih berstatus pemain muda yang baru meniti karier profesional bersama klub berjuluk Blauw-Witten tersebut.
Dari pengalamannya mendampingi Jay, pelatih asal Portugal itu mengaku langsung melihat sesuatu yang berbeda dalam diri sang pemain. Menurutnya, kualitas terbesar Jay bukan hanya kemampuan teknis di lapangan, melainkan ambisi dan mentalitas luar biasa yang dimiliki sejak usia muda.
"Jay, saya bisa melihatnya sejak awal karena Jay memiliki sesuatu yang sangat berbeda. Dia punya ambisi besar," ujar David kepada awak media usai laga Timnas Indonesia U-17 melawan Malaysia U-17 di Stadion Manahan, Selasa (7/7).
David menilai salah satu kunci kesuksesan Jay adalah konsistensi. Bek yang kini memperkuat Sassuolo tersebut selalu memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan.
"Dia adalah pemain yang selalu memberikan 100 persen, bukan hanya selama seminggu, tapi setiap saat. Jadi Anda bisa langsung melihat bahwa ambisinya sangat, sangat tinggi," lanjutnya.
Menurut David, pencapaian Jay hingga mampu bermain di kompetisi elite Eropa merupakan hasil dari kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun. Peran pelatih memang membantu proses perkembangan, tetapi faktor terbesar tetap berasal dari dedikasi sang pemain.
"Dia berada di posisinya sekarang karena usahanya sendiri. Tentu saja pelatih selalu bisa membantunya dalam beberapa hal, tapi pemainlah yang melakukan sebagian besar kerja kerasnya," tegas David.
Pengalaman membina Jay Idzes kini menjadi referensi penting bagi David dalam mengembangkan generasi muda Indonesia. Pelatih berusia 42 tahun itu berharap proses pembinaan yang sedang dilakukan bersama Timnas Indonesia U-17 mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang suatu saat bisa mengikuti jejak kapten Timnas Indonesia tersebut.
Ia mengaku menikmati perannya dalam membantu perkembangan para pemain muda Garuda Muda. Baginya, pembinaan usia dini merupakan fondasi utama untuk membangun masa depan sepak bola Indonesia yang lebih kuat.
"Sangat menyenangkan karena saya punya sejarah dengan Jay, dan sekarang saya punya sejarah dengan para pemain ini. Jadi ini bagus," katanya.
David menegaskan targetnya bukan sekadar meraih hasil positif di level U-17. Lebih jauh, ia ingin memastikan para pemain yang saat ini dibinanya dapat berkembang dan siap memperkuat Timnas Indonesia senior dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, seluruh program latihan dan pertandingan yang dijalani Garuda Muda dirancang untuk membentuk pemain yang memiliki kualitas, karakter, dan mentalitas bersaing di level internasional.
"Masa depan semoga akan baik bagi kami karena kami ingin mengembangkan para pemain ini untuk masa depan. Harapannya, beberapa dari anak-anak ini dalam waktu tiga tahun ke depan akan siap bermain untuk tim utama (senior)," tandasnya.
Keinginan David tersebut sejalan dengan misi jangka panjang PSSI dalam membangun regenerasi Timnas Indonesia. Jika proses pembinaan berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki lebih banyak pemain dengan kualitas dan mentalitas seperti Jay Idzes di masa mendatang. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy