RADARSOLO.COM – Timnas Indonesia U-17 menutup rangkaian Garuda Championship Series 2026 dengan catatan positif. Setelah bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama, Garuda Muda sukses menaklukkan Malaysia U-17 dengan skor telak 3-0 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (7/7/2026). Hasil tersebut menjadi bekal berharga menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 yang akan berlangsung pada November mendatang.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, David Nascimento, mengungkapkan usai menuntaskan pemusatan latihan dan dua laga uji coba melawan Malaysia, para pemain akan dipulangkan selama sepekan untuk berkumpul bersama keluarga sebelum kembali menjalani program latihan.
Menurutnya, jeda tersebut penting untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus menyegarkan mental para pemain sebelum memasuki fase persiapan berikutnya.
"Ya, jadi sekarang anak-anak akan pulang ke rumah selama satu minggu untuk bertemu keluarga, lalu kita akan mulai lagi," ujar David.
Baca Juga: Pernah Latih Jay Idzes, David Nascimento Kini Siapkan Generasi Baru Timnas Indonesia
Setelah masa libur selesai, Garuda Muda akan kembali menjalani pemusatan latihan dengan agenda yang lebih padat. Salah satu program yang sudah dipastikan adalah dua laga uji coba internasional menghadapi China pada Agustus mendatang.
David menilai pertandingan internasional sangat dibutuhkan agar para pemain semakin matang sebelum tampil di Kualifikasi Piala Asia U-17.
"Di bulan Agustus, kami memiliki pertandingan internasional, dua pertandingan internasional melawan China. Dan kami memiliki beberapa turnamen yang ingin kami ikuti karena anak-anak ini perlu bermain sebanyak mungkin sebelum bulan November," katanya.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan semakin banyak pertandingan yang dimainkan, semakin besar pula peluang pemain berkembang, baik secara individu maupun sebagai sebuah tim.
Meski masih membuka peluang melakukan penambahan pemain, David memastikan komposisi skuad tidak akan mengalami perubahan besar. Menurutnya, tim pelatih sudah memiliki fondasi pemain yang kuat selama menjalani pemusatan latihan dan sejumlah laga internasional.
"Ya, kami sekarang memiliki inti pemain yang sangat bagus. Mungkin satu atau dua pemain bisa kami tambahkan, tapi kami tidak akan mengubah terlalu banyak," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Timnas Indonesia U-17 akan mempertahankan kerangka utama skuad demi menjaga chemistry dan kesinambungan permainan hingga babak kualifikasi.
Menariknya, David juga menegaskan arah kebijakan dalam proses seleksi pemain. Berbeda dengan Timnas Indonesia senior yang banyak diperkuat pemain diaspora, ia memilih memberi prioritas kepada pemain-pemain yang tumbuh melalui pembinaan di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta muda yang layak diberi kesempatan berkembang bersama tim nasional kelompok usia.
"Tidak, kami mencari pemain yang bermain di sini, di Indonesia. Kami tahu ada banyak pemain di luar negeri, tapi saya pikir kami perlu memberikan kesempatan kepada anak-anak yang bermain di sini," ungkapnya.
David menilai pendekatan tersebut penting untuk membangun fondasi sepak bola Indonesia sejak usia muda. Sementara untuk tim senior, ia menganggap penggunaan pemain diaspora merupakan langkah yang berbeda dan tetap memberikan manfaat.
"Karena untuk tim utama saya pikir tidak apa-apa, tetapi untuk tim muda kami mencari pemain yang berlatih dan bermain di Indonesia," pungkasnya.
Dengan waktu persiapan sekitar empat bulan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027, Timnas Indonesia U-17 kini memasuki fase penting pembentukan tim. Kemenangan atas Malaysia menjadi modal awal yang positif, namun David menegaskan pekerjaan besar masih menanti sebelum Garuda Muda tampil di ajang resmi pada November mendatang. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy