Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Bukan Sekadar Menang, Kapten Timnas Indonesia U-17 Beberkan Identitas Permainan Garuda Muda

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:52 WIB
Pertandingan Timnas Indonesia U-17 melawan Malaysia di Stadion Manahan, Solo (7/7/2026). (M. Ihsan/Radar Solo)
Pertandingan Timnas Indonesia U-17 melawan Malaysia di Stadion Manahan, Solo (7/7/2026). (M. Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kemenangan telak 3-0 atas Malaysia U-17 pada laga kedua Garuda Championship Series 2026 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (7/7/2026), bukan sekadar menghadirkan hasil positif bagi Timnas Indonesia U-17. Lebih dari itu, Garuda Muda mulai menunjukkan identitas permainan yang ingin dibangun pelatih David Nascimento.

Sepanjang pertandingan, Indonesia tampil agresif dengan menerapkan tekanan tinggi sejak lini depan. Malaysia pun dibuat kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak berada di bawah tekanan.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, David Nascimento, menilai para pemain berhasil menjalankan instruksi yang diberikan selama pemusatan latihan. Menurutnya, peningkatan performa itu menjadi pembeda dibanding pertemuan pertama yang berakhir imbang 1-1.

"Jadi di pertandingan ini kita bisa melihat bahwa kami tahu persis apa yang harus dilakukan. Kami menciptakan banyak peluang, dan ketika mereka menguasai bola, mereka tidak bisa bermain karena kami menekan (press) mereka terus-menerus. Jadi ini adalah pertandingan yang sangat, sangat bagus dari sisi kami," ujar David, usai laga, Sabtu (7/7/2026). 

Baca Juga: Persis Solo Cuci Gudang! Lepas Hampir Seluruh Pemain Asing: Dua Pemain Potensial Persija Jakarta asal Solo Raya didatangkan, Kiper 32 Tahun Juga Resmi Merapat

Pernyataan sang pelatih diamini kapten Timnas Indonesia U-17, Ramadhan Putra Negara. Bek tengah binaan Persebaya Surabaya itu mengungkapkan David memiliki filosofi permainan yang berbeda dibanding pelatih-pelatih yang pernah menanganinya.

Menurut Ramadhan, pelatih asal Portugal tersebut selalu menanamkan keberanian kepada para pemain untuk terus memberikan tekanan kepada lawan sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.

"Kalau misalnya pelatih Coach David itu lebih pengen pemainnya lebih berani buat selalu tekan lawan terus sampai 90 menit," ujar Ramadhan.

Baca Juga: PSIS Semarang Menggila di Bursa Transfer Liga 2: Eks Persik Kediri, Semen Padang dan PSIM Jogja Merapat

Pemain asal Surabaya itu juga mengaku menikmati proses latihan di bawah arahan David. Baginya, kesempatan bekerja sama dengan pelatih asing menjadi pengalaman baru yang memberikan banyak pelajaran, baik dari sisi taktik maupun mental bertanding.

"Sangat, sangat seru, sangat berkesan sekali karena saya belum pernah dilatih sama pelatih luar," katanya.

Implementasi filosofi tersebut terlihat jelas saat menghadapi Malaysia. Indonesia tampil agresif ketika kehilangan bola, cepat merebut penguasaan, dan mampu menjaga intensitas permainan sepanjang laga.

Selain pressing yang berjalan efektif, koordinasi antarlini juga terlihat semakin solid. Garuda Muda mampu menjaga organisasi permainan dengan baik sehingga lawan kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Ramadhan berharap karakter bermain yang tengah dibangun itu terus berkembang seiring bertambahnya agenda pemusatan latihan dan pertandingan uji coba.

Menurutnya, gaya bermain agresif tersebut dapat menjadi identitas Timnas Indonesia U-17 saat menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 pada November mendatang.

Baca Juga: Prediksi Skor Perancis vs Maroko Piala Dunia 2026, Duel 8 Besar: Kylian Mbappe Hadapi Misi Balas Dendam Singa Atlas

Sebelum tampil di ajang resmi, Garuda Muda dijadwalkan kembali menjalani pemusatan latihan serta berpeluang mengikuti turnamen internasional di China sebagai bagian dari proses pematangan tim. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#malaysia #stadion manahan #solo #uji coba #timnas