RADARSOLO.COM – Kabar duka menyelimuti sepak bola Indonesia. Tokoh suporter Persebaya Surabaya, Andi Kristiantono atau yang lebih dikenal sebagai Andie Peci, meninggal dunia di RS Soewandi, Surabaya, Jumat (10/7/2026) sekira pukul 11.20 WIB.
Kepergian sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon Bonek sekaligus aktivis sosial tersebut langsung memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai komunitas suporter, aktivis, hingga pecinta sepak bola nasional.
Kabar wafatnya pertama kali disampaikan Pengurus Pusat Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), tempat Andie Peci menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah kawan seperjuangan kita Sekjend KASBI Bung Andi Kristiantono (Andi Peci), Jumat 10 Juli 2026 sekitar pukul 11.20 WIB di RS Soewandi, Surabaya, Jawa Timur," tulis PP KASBI.
Baca Juga: Profil Andrean Rindorindo, Rekrutan Baru Persis Solo: Pernah Menimba Ilmu di Eropa Ternyata
Dalam pernyataan yang sama, KASBI turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Kepergian Andie Peci tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar Bonek. Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai elemen suporter di Indonesia, termasuk dari Solo.
Salah satu kelompok suporter Persis Solo, Ultras 1923, menyampaikan penghormatan melalui akun Instagram resminya.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya saudara Andi Kristiantono (Cak Andi). Semoga almarhum dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di surga-Nya. Rest in Pride! Harum mewangi di surga, sodaraku."
Baca Juga: Prediksi Skor Spanyol vs Belgia 8 Besar Piala Dunia 2026: Rekor Nirbobol La Roja Diuji Setan Merah
Ungkapan duka juga datang dari salah satu tokoh suporter Persis Solo, Nicholas Andigo. Melalui akun Instagram pribadinya, dia mengunggah foto kebersamaannya dengan Andie Peci saat menghadiri penanaman pohon di kediaman Mayor Haristanto, 2011 silam. Lokasi ini kini dikenal sebagai Museum Titik Nol Pasoepati, dan pohon perdamaian ini masih tumbuh.
Momen tersebut memiliki makna yang sangat penting dalam sejarah hubungan antarsuporter. Penanaman pohon itu menjadi simbol perdamaian antara Pasoepati dan Bonek setelah hubungan kedua kelompok suporter sempat memanas pada 2010.
Dalam unggahannya, Nicholas Andigo menuliskan kalimat sederhana namun penuh makna.
"Sugeng tindak Cak, swargi langgeng Andi Peci."
Ungkapan belasungkawa dari Solo menunjukkan bahwa Andie Peci bukan hanya dihormati oleh pendukung Persebaya, tetapi juga dikenang oleh suporter klub lain yang pernah bersama-sama membangun semangat persaudaraan di dunia sepak bola Indonesia.
Sementara itu, unggahan terakhir Andie Peci di media sosial juga dipenuhi ribuan doa dari para suporter. Banyak yang mengenang dedikasi, keberanian menyuarakan aspirasi, hingga perannya dalam membangun kultur suporter yang lebih dewasa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan jenazah Andie Peci akan dibawa ke rumah duka di Jalan Tanjung Manis Nomor 61, Desa Manisrejo, Kota Madiun, sebelum dimakamkan.
Kepergian Andie Peci menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola Indonesia. Sosoknya akan dikenang bukan hanya sebagai tokoh Bonek, tetapi juga sebagai figur yang aktif membangun dialog, solidaritas, serta semangat persaudaraan lintas suporter.
Editor : Niko auglandy