RADARSOLO.COM – Persebaya Surabaya tampaknya sudah menabuh genderang perang menyambut Super League 2026/2027. Green Force bergerak agresif di bursa transfer sebagai sinyal bahwa mereka tak lagi sekadar memburu posisi papan atas. Klub Kota Pahlawan itu kini terang-terangan menunjukkan ambisi besar untuk membawa pulang trofi juara Liga 1 ke Surabaya.
Perombakan besar-besaran dilakukan sejak jendela transfer dibuka. Hingga Jumat (10/7), Persebaya telah mendatangkan 11 pemain baru yang sebagian besar memiliki pengalaman bermain di level tertinggi, baik di Indonesia maupun luar negeri. Nama-nama seperti Ramadhan Sananta, Alex Martins, Yuran Fernandes, Diogo Ramalho, Miguel Pereira hingga striker asal Kongo, Yann Kevin Mabella, menjadi bukti keseriusan Bajul Ijo membangun skuad bertabur kualitas.
Kedatangan Mabella menjadi rekrutan terbaru yang diumumkan manajemen. Penyerang berusia 30 tahun itu sepakat menandatangani kontrak berdurasi satu musim dan diproyeksikan menjadi salah satu tumpuan lini depan Persebaya.
Mabella datang dengan modal performa impresif bersama Terengganu FC di Liga Malaysia. Musim lalu ia mencatatkan sembilan gol dan dua assist hanya dari 14 pertandingan.
Selain piawai sebagai ujung tombak, pemain berdarah Prancis itu juga mampu bermain di kedua sisi sayap berkat kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta mobilitasnya yang tinggi.
Tak hanya itu, Mabella juga memiliki pengalaman di level internasional setelah mencatatkan tujuh penampilan bersama Tim Nasional Kongo.
Pemain anyar Persebaya itu mengaku antusias memulai petualangan barunya di Indonesia.
"Saya sangat senang berada di sini. Antusiasme saya sangat besar untuk memulai perjalanan bersama Persebaya. Saya tidak sabar segera menjalani musim bersama tim ini," jelas Mabella.
Ia memahami besarnya ekspektasi yang melekat pada klub sebesar Persebaya. Karena itu, tantangan tersebut justru menjadi motivasi tambahan baginya.
"Bagi saya, Persebaya adalah tantangan besar. Saya memahami ekspektasi yang dimiliki klub, suporter, dan seluruh elemen tim. Saya ingin menunjukkan bahwa kami bisa meraih sesuatu yang besar musim ini. Saya memang selalu menyukai tantangan baru dalam karier," ujarnya.
Motivasi Mabella semakin tinggi karena bergabung pada momen spesial perjalanan klub yang tengah menuju usia satu abad.
"Saya tahu Persebaya pernah meraih banyak prestasi dan kini sedang menyambut usia 100 tahun. Saya melihat ada ambisi besar untuk menciptakan sejarah baru, dan itu menjadi tantangan yang menarik bagi saya," katanya.
Meski berstatus penyerang, Mabella tidak ingin membebani dirinya dengan target individu yang berlebihan. Baginya, kepentingan tim tetap menjadi prioritas utama.
"Sebagai seorang penyerang, tentu saya ingin mencetak banyak gol. Namun saya tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada diri sendiri. Yang terpenting adalah bekerja maksimal, membantu tim, dan memberikan yang terbaik untuk klub serta suporter," tegasnya.
"Saya ingin sukses bersama Persebaya. Saya ingin mencetak gol, membantu tim meraih kemenangan, dan membawa klub ini mencapai target yang telah ditetapkan," pungkasnya.
Baca Juga: Breaking News: Diduga Mayat Bayi Mengapung di Sungai Dekat SDN Kwarasan 3 Grogol, Sukoharjo
Selain mendatangkan Mabella, Persebaya juga sudah merekrut Yusuf Meilana, Ricky Pratama, Syahrul Lasinari, Dicky Kurniawan, Reza Arya Pratama, Ramadhan Sananta, Yuran Fernandes, Diogo Ramalho, Alex Martins, dan Miguel Pereira.
Di sisi lain, proses penyegaran skuad juga dilakukan dengan melepas sejumlah pemain seperti Bruno Moreira, Leo Lelis, Oktafianus Fernando, Bruno Paraiba, Pedro Matos hingga meminjamkan Gali Freitas ke Madura United.
Sementara itu, beberapa pilar utama tetap dipertahankan lewat perpanjangan kontrak, yakni Francisco Rivera, Malik Risaldi, Jefferson Silva, Ernando Ari Sutaryadi, dan Arief Catur Pamungkas.
Dengan komposisi skuad yang semakin komplet dan dihuni banyak pemain berlabel bintang, Persebaya kini menjelma menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan gelar Super League 2026/2027. Ambisi Green Force jelas, mengakhiri penantian panjang dan kembali membawa trofi juara ke Kota Surabaya.
Editor : Niko auglandy