Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Kisah Inspiratif Taufik Nur Hidayat, Berawal dari PFA Sukoharjo Kini Jadi Video Analis Timnas U-17

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 13 Juli 2026 | 12:31 WIB
 Taufik Nur Hidayat berkomunikasi dengan pemain Timnas U-17. (istimewa)
Taufik Nur Hidayat berkomunikasi dengan pemain Timnas U-17. (istimewa)

RADARSOLO.COM – Jalan menuju Tim Nasional (Timnas) Indonesia tidak selalu harus ditempuh sebagai pemain. Hal itu dibuktikan Taufik Nur Hidayat. Berawal sebagai siswa di PFA (Pandawa Football Academy) Sukoharjo, kini dia dipercaya menjadi video analis Timnas Indonesia U-17 dalam jajaran staf pelatih David Nascimento.

Perjalanan Taufik Nur Hidayat hingga mengenakan seragam Garuda tidak diraih secara instan. Di balik perannya sebagai salah satu staf yang bekerja di balik layar, ada keputusan besar yang diambilnya saat masih berusia 17 tahun. Keputusan itulah yang mengubah arah hidupnya.

Taufik menuturkan, kecintaannya terhadap sepak bola tumbuh sejak bergabung di PFA Sukoharjo. Akademi yang dipimpin Dwi Joko Prihatin itu menjadi tempatnya belajar sekaligus mengenal dunia kepelatihan.

"Perjalanan karir saya mulai dari bersama Coach Dwi Joko di PFA Sukoharjo. Saya merupakan salah satu siswa di akademi PFA Sukoharjo juga yang dulu berlatih di sana," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Top skor 27 Gol dari Persija Jakarta Ditempa Persis Solo di Liga 2

Memasuki usia 17 tahun, Taufik berada di persimpangan jalan. Dia harus menentukan pilihan antara melanjutkan pendidikan, mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional, atau mulai bekerja.

"Pada saat itu, di usia 17 tahun, saya berada di persimpangan kehidupan. Disuruh memilih antara melanjutkan sekolah, melanjutkan main bola, atau bekerja. Pada saat itu, saya memilih melanjutkan perkuliahan dan juga terjun ke dalam dunia kepelatihan," katanya.

Baca Juga: Update Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru: Jude Bellingham Ancam Lionel Messi, Erling Haaland Tersingkir

Pilihan tersebut diambil setelah ia menilai peluangnya berkembang sebagai pemain tidak sebesar jika meniti karier di bidang kepelatihan.

"Saya merasa kalau memaksakan diri menjadi pemain, karier saya mungkin tidak akan berkembang jauh. Akhirnya saya memilih masuk ke dunia kepelatihan," imbuhnya.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Libur Hari Ini, Cek Jadwal Pertandingan Semifinal Mulai 15 Juli

Keputusan itu mendapat dukungan penuh dari Dwi Joko Prihatin. Menurut Taufik, pelatih asal Sukoharjo tersebut menjadi sosok pertama yang melihat potensinya di luar lapangan.

"Coach Dwi Joko yang meyakinkan kepada saya bahwasanya saya memiliki potensi di bidang itu. Jadi saya mulai mencoba belajar di bidang itu," ungkapnya.

Berbekal keyakinan tersebut, Taufik mulai memperdalam ilmu kepelatihan. Ia mengambil Lisensi D Kepelatihan pada 2020, kemudian melanjutkan Lisensi C pada 2023 sebagai bekal mengembangkan kompetensinya.

Baginya, PFA Sukoharjo bukan sekadar akademi sepak bola. Tempat itu menjadi ruang belajar yang memberinya kesempatan bereksperimen dengan berbagai metode latihan.

"Saya semakin fokus di dunia kepelatihan berkat dukungan dari PFA sendiri. Melalui PFA Sukoharjo, saya seperti memiliki laboratorium sendiri untuk melakukan penelitian trial and error beberapa metode pelatihan. Saya belajar banyak di situ," tuturnya.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1 Hingga Per Hari Ini: Persija Jakarta hingga Persebaya Tebar Ancaman, Persita dan Arema Ikut Bikin Kejutan

Seiring waktu, ketertarikannya berkembang ke bidang video analisis. Ia mulai mempelajari analisis pertandingan dan latihan sebagai bagian penting dalam sepak bola modern.

Kesempatan berkarier di level nasional datang setelah dirinya berkenalan dengan Tommy Hariyanto yang saat itu menjadi bagian dari staf kepelatihan Timnas kelompok usia. Saat itu, Tommy sempat mengajaknya bergabung.

"Beliau izin kepada Coach Dwi Joko untuk mengambil saya atau mengajak saya bekerja sama. Akan tetapi pada saat itu Coach Dwi Joko belum mengizinkan dengan alasan saya masih terikat dengan perkuliahan, jadi tidak bisa ditinggal," kenangnya.

Baca Juga: Persija Jakarta Jadikan Persis Solo Laboratorium Talenta Muda, Lima Pemain Juara EPA Ditempa di Liga 2

Peluang itu kembali datang setelah Taufik menyelesaikan kuliahnya. Kali ini, ia mendapat tawaran untuk bergabung dalam program Garuda United yang menjadi bagian dari pembinaan pemain muda PSSI.

"Setelah saya sudah lulus dari perkuliahan, saya mulai ditawari kembali. Pada saat itu mulai masuk tawaran untuk membantu di Tim Nasional kelompok usia 2009. Ada program dari PSSI yang bernama Garuda United," jelasnya.

Rekomendasi dari Tommy Hariyanto menjadi pintu masuk Taufik bergabung sebagai video analis. Kesempatan tersebut kemudian membawanya menjadi bagian dari staf kepelatihan Timnas Indonesia U-17.

Meski demikian, Taufik mengaku tidak pernah membayangkan bisa dipercaya bekerja di Tim Nasional. Pasalnya, ia belum memiliki pengalaman menangani klub Liga 1 maupun Liga 2.

"Saya tidak berekspektasi terlalu tinggi bisa langsung masuk dalam jajaran staf Tim Nasional, terutama dalam bidang video analis. Saya tidak menyangka sebelumnya karena belum punya CV dari tim Liga 1 maupun Liga 2, tapi bisa masuk staf kepelatihan Tim Nasional," ujarnya.

Kepercayaan tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Ia pun semakin yakin bahwa mengabdi kepada bangsa tidak hanya bisa dilakukan sebagai pemain.

"Semua orang berhak membela negaranya dengan cara apa pun. Itu yang menjadi motivasi saya sampai sekarang," tegasnya.

Baca Juga: Sejarah Baru! Dua Tim Jawa Barat Kuasai HYDROPLUS Soccer League All-Stars: Akademi Persib Bandung Hancurkan Putri Garut 5-0, Langsung Angkat Trofi

Di balik pencapaian tersebut, Taufik tidak pernah melupakan sosok Dwi Joko Prihatin yang disebutnya sebagai mentor sekaligus panutan.

"Beliau sudah saya anggap seperti bapak sendiri. Dalam berbagai situasi saya selalu berdiskusi dengan beliau, terutama soal kepelatihan. Beliau yang membawa saya sampai di titik ini," pungkasnya. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Timnas U-17 #PFA Sukoharjo