RADARSOLO.COM – Persis Solo tak ingin berlama-lama berada di kasta kedua. Setelah terdegradasi dari Super League musim lalu, Laskar Sambernyawa memasang target tegas kembali promosi pada Liga 2 Championship 2026/2027. Target besar itu otomatis menghadirkan tekanan besar di pundak pelatih anyar Ricky Nelson.
Persis harus melewati persaingan sengit di Grup Timur bersama sejumlah tim berpengalaman seperti Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Persela Lamongan, Deltras FC, PSBS Biak, Persiba Balikpapan, Dejan FC, Kendal Tornado FC, hingga RANS Nusantara FC. Hampir seluruh kontestan datang dengan ambisi yang sama, yakni kembali ke Super League.
Tekanan terhadap Ricky Nelson pun semakin besar. Selain dituntut mengembalikan Persis ke kasta tertinggi hanya dalam satu musim, rekam jejaknya sebagai pelatih kepala juga sempat memunculkan keraguan di kalangan suporter.
Di sisi lain, bayang-bayang masa lalu masih membekas. Persis pernah menghabiskan belasan tahun di kompetisi kasta kedua sebelum akhirnya promosi ke Liga 1 pada 2021. Karena itu, suporter berharap degradasi kali ini hanya menjadi persinggahan singkat.
Meski menyadari ekspektasi yang begitu tinggi, Ricky memilih memandang tekanan sebagai tantangan yang harus dijawab bersama.
"Tekanan ini sebenarnya sebagai sebuah tantangan," ujar Ricky Nelson kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (15/7/2026).
Menurut mantan pelatih Persipura Jayapura itu, seluruh elemen tim harus menerima kenyataan bahwa musim ini Persis berkompetisi di Liga 2. Fokus utama bukan lagi menyesali degradasi, melainkan bekerja keras menjadi tim terbaik.
"Karena di Liga 2 sekarang ini kita nggak bisa ngomong lagi posisi Liga 1 udah selesai. Faktanya kita ada di Liga 2 dan kita harus fight untuk di Liga 2 terus di atas," lanjutnya.
Ricky menilai tantangan terbesar bukan sekadar memenangi pertandingan, tetapi menjaga konsistensi sepanjang musim. Sebab, setiap kehilangan poin dapat berdampak besar terhadap peluang promosi.
"Tantangannya itu bagaimana kita bertahan terus di atas karena hanya posisi satu yang langsung ke Liga 1. Jadi mau nggak mau kita harus konsisten. Kita harus bikin tim ini konsisten sehingga dari awal sampai putaran tiga selesai harus terus di atas," tegasnya.
Menurut Ricky, pekerjaan tersebut tidak bisa dilakukan pelatih dan pemain saja. Dukungan penuh dari manajemen, ofisial, hingga suporter menjadi faktor penting agar target promosi dapat tercapai.
"Jadi itu menjadi tantangan, itu yang harus menjadi tantangan kita pecahkan sama-sama," pungkasnya.
Baca Juga: Update Bursa Transfer Borneo FC: 17 Pemain Lama Resmi Dilepas
Pernyataan Ricky menjadi sinyal bahwa Persis Solo tak sekadar memburu kemenangan demi kemenangan. Laskar Sambernyawa harus mampu menjaga konsistensi sepanjang musim jika ingin mengakhiri Liga 2 Championship 2026/2027 sebagai juara grup sekaligus memastikan tiket kembali ke Super League. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy