Ricky Nelson Bongkar Hasil Evaluasi Perdana Persis Solo, Masih Ada Kekurangan Krusial

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:38 WIB
Pemain Persis Solo jalani latihan rutin di Lapangan Kota Barat. (Tim Media Persis Solo)
Pemain Persis Solo jalani latihan rutin di Lapangan Kota Barat. (Tim Media Persis Solo)

RADARSOLO.COM – Persis Solo terus mematangkan persiapan menghadapi Liga 2 Championship 2026/2027. Setelah menjalani sepekan latihan intensif, pelatih kepala Ricky Nelson mulai mengukur perkembangan anak asuhnya melalui laga internal yang digelar pada Sabtu (18/7/2026).

Internal game berdurasi 2x35 menit itu dimanfaatkan tim pelatih untuk mengevaluasi sejauh mana para pemain memahami materi latihan yang telah diberikan selama sepekan terakhir. Bagi Ricky, hasil pertandingan bukan menjadi prioritas utama, melainkan perkembangan aspek taktikal dan kedisiplinan bermain.

Mantan pelatih Persija U-20 tersebut menjelaskan, fokus evaluasi diarahkan pada penerapan skema high press serta kedekatan jarak antarlini ketika bertahan. Dua aspek itu menjadi fondasi permainan yang ingin dibangun Persis musim ini.

"Pertama kita mengukur bagaimana anak-anak memahami soal apa yang sudah kita tekankan di dalam minggu ini yaitu masalah pressing, jarak antar lini," ujar Ricky Nelson.

Baca Juga: Arema FC Makin Ngeri! Datangkan Careca, Gelandang Brasil Eks Liga Malaysia dan Korea Selatan

Menurutnya, masih ada pemain yang sesekali melupakan prinsip dasar saat bertahan. Karena itu, laga internal menjadi sarana untuk melihat apakah seluruh pemain sudah mampu menjalankan instruksi secara kolektif.

Ricky menegaskan, tekanan kepada lawan tidak bisa dilakukan secara individu. Seluruh lini harus bergerak bersamaan agar ruang bermain lawan semakin sempit dan aliran bola mereka dapat diputus.

"Karena kita tahu banyak pemain kadang-kadang melupakan prinsip-prinsip itu, jadi saat press harus sama-sama, antar lini harus lebih kecil, jangan sampai lawan bisa main antar lini saat defending," jelasnya.

Baca Juga: Ramalan Bek Persis Solo Terbukti! Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026

Tak hanya fase bertahan, organisasi permainan ketika menyerang juga menjadi perhatian. Ricky ingin para pemain semakin peka dalam membaca ruang kosong dan mampu memanfaatkannya saat membangun serangan.

"Saat attacking, kita mau lihat bagaimana anak-anak memahami soal space yang ada, di mana space yang ada semua bisa masuk ke situ," lanjutnya.

Selain aspek taktikal, kondisi fisik pemain juga mendapat penilaian positif. Ricky mengaku cukup puas karena para pemain mampu menjaga intensitas permainan sepanjang 70 menit pertandingan internal.

"Dan lumayan secara fisik juga anak-anak di 2x35 menit ini. Ini menjadi bahan nanti minggu depan kita siapkan lagi program untuk peningkatan lebih jauh," katanya.

Meski demikian, Ricky menegaskan proses pembentukan tim masih berada pada tahap awal. Program peningkatan kondisi fisik akan terus dijalankan bersamaan dengan pendalaman pemahaman taktikal, terutama terkait pola high press dan detail-detail permainan lainnya.

"Masih banyak, kita masih banyak mulai proses dalam hal peningkatan fisik dulu. Kedua juga pemahaman taktikalnya yang kita mau, penekanan kembali soal defending high press-nya dan beberapa hal detail-detailnya lagi," pungkasnya.

Baca Juga: Rekap Bursa Transfer Persijap Jepara: Borja Herrera Out! Laskar Kalinyamat Resmi Lepas 15 Nama di Liga 1

Hasil evaluasi dari internal game tersebut akan menjadi pijakan tim pelatih dalam menyusun program latihan pekan berikutnya. Persis Solo berharap progres yang terus ditunjukkan para pemain mampu membawa Laskar Sambernyawa tampil kompetitif dan mewujudkan target promosi ke kasta tertinggi pada akhir musim nanti.

Editor : Niko auglandy
ricky Nelson persis solo liga 2