
RADARSOLO.COM - Persebi Boyolali tak ingin sekadar menjadi peserta di Piala Soeratin Jawa Tengah 2026. Kompetisi usia muda paling bergengsi di Jawa Tengah itu dijadikan momentum untuk membangkitkan kembali pembinaan sepak bola di Kota Susu.
Musim ini Persebi menurunkan dua tim, yakni kelompok umur U-15 dan U-17. Tim U-15 tergabung di Grup V bersama Diklat Merden BJN, Wonosobo Elite FA, dan Dewaruci Buana. Sementara skuad U-17 berada di Grup H bersama Sragen United, Persiwi Wonogiri, dan Persika Karanganyar.
Menghadapi persaingan tersebut, Persebi telah memulai proses seleksi pemain untuk membentuk komposisi terbaik di masing-masing kelompok umur. Seleksi menjadi langkah awal dalam menyiapkan tim sekaligus membangun fondasi pembinaan jangka panjang.
Asisten Manajer Persebi Boyolali Bambang Widayanto mengatakan, persiapan menuju Piala Soeratin pada dasarnya sama seperti musim-musim sebelumnya. Namun, tahun ini memiliki makna lebih besar karena menjadi titik awal keseriusan manajemen baru dalam membangun pembinaan usia dini.
"Persiapan kami seperti biasa, yaitu menggelar seleksi untuk membentuk tim U-15 dan U-17. Tahun ini menjadi tahun kebangkitan pembinaan sepak bola Boyolali," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Arema FC Makin Ngeri! Datangkan Careca, Gelandang Brasil Eks Liga Malaysia dan Korea Selatan
Menurut Bambang, manajemen tidak ingin hanya berorientasi pada prestasi sesaat. Fokus utama justru diarahkan pada pembentukan sistem pembinaan yang berkelanjutan agar Persebi memiliki regenerasi pemain berkualitas di masa depan.
Karena itu, target yang dipasang pada Piala Soeratin tahun ini cukup realistis. Klub lebih mengutamakan proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan pengalaman bertanding bagi para pemain muda dibanding sekadar mengejar hasil.
"Target kami saat ini adalah mengikuti kompetisi terlebih dahulu. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya manajemen belum memberikan perhatian maupun wadah yang memadai terhadap pembinaan usia dini," katanya.
Dia menegaskan, perubahan arah tersebut menjadi komitmen manajemen baru dalam menghidupkan kembali pembinaan pemain muda sebagai pondasi utama kebangkitan Persebi.
"Karena itu, manajemen Persebi yang baru mencanangkan tahun ini sebagai tahun pembinaan, dengan fokus utama membangun dan mengembangkan pembinaan usia dini," lanjut Bambang.
Baca Juga: Baru Antar PSS Sleman Promosi, Terens Puhiri Kini Punya Misi Kembalikan Persis Solo ke Liga 1
Langkah tersebut mulai memperlihatkan hasil positif. Pada ajang Piala Presiden Grassroot 2026, tim U-12 Persebi sukses keluar sebagai juara tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Prestasi itu membawa Persebi menjadi wakil Jawa Tengah di putaran nasional. Meski langkah mereka terhenti pada babak delapan besar, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini di Boyolali mulai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
"Pada Piala Presiden Grassroot 2026, tim U-12 Persebi berhasil menjadi juara tingkat provinsi, tetapi langkah kami di tingkat nasional terhenti pada babak delapan besar," ungkapnya.
Kini Persebi berharap pengalaman tersebut menjadi modal berharga saat tampil di Piala Soeratin Jawa Tengah 2026. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, klub ingin menjadikan kompetisi ini sebagai pijakan lahirnya generasi baru yang mampu mengembalikan kejayaan sepak bola Boyolali pada masa mendatang. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy