RADARSOLO.COM - PSCS Cilacap mulai menunjukkan langkah konkret menyambut Liga 4 Jawa Tengah 2026/2027. Di tengah sorotan mengenai polemik pihak yang berhak membentuk tim, Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya justru mengumumkan pembentukan skuad melalui seleksi internal yang dikhususkan bagi putra daerah.
Pengumuman tersebut disampaikan Ammy melalui akun media sosial pribadinya. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa PSCS secara administrasi telah resmi menjadi milik Kabupaten Cilacap sejak 20 April 2026.
Klaim tersebut didasarkan pada berita acara pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI) yang mencakup berbagai aktivitas organisasi sepak bola, mulai pembinaan, pendidikan, hingga penyelenggaraan kompetisi.
Ammy, yang juga menjabat Ketua Umum PSCS Cilacap, menegaskan bahwa arah pembangunan klub tidak hanya berorientasi mengejar prestasi jangka pendek dengan mendatangkan pemain dari luar daerah. Sebaliknya, ia ingin menjadikan PSCS sebagai wadah pembinaan pesepak bola asli Cilacap.
Karena itu, manajemen membuka seleksi internal khusus bagi pemain yang memiliki KTP Kabupaten Cilacap. Seleksi dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026, mulai pukul 07.30 WIB di Stadion Wijaya Kusuma.
Seleksi diperuntukkan bagi pemain kelahiran 2004 hingga 2009 dengan tinggi badan minimal 170 sentimeter. Peserta hanya diminta membawa KTP sebagai syarat administrasi. Dari proses tersebut, tim pelatih akan memilih sekitar 25 pemain terbaik yang diproyeksikan menjadi kerangka skuad PSCS menghadapi Liga 4 Jawa Tengah musim 2026/2027.
Menurut Ammy, langkah tersebut merupakan bagian dari cita-cita besar membangun identitas PSCS sebagai klub yang bertumpu pada talenta lokal. Ia berharap semakin banyak pemain muda Cilacap mendapat kesempatan berkembang hingga mampu menjadi ikon sepak bola daerah.
"Kami tidak ingin sekadar mencatut pemain. Cita-cita besar kami adalah mencetak atlet-atlet sepak bola yang ikonik dari Kabupaten Cilacap," ujar Ammy dalam video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya.
Langkah pembentukan tim ini sekaligus menjadi sinyal bahwa PSCS mulai bergerak mempersiapkan diri menghadapi kompetisi musim depan. Namun demikian, dinamika mengenai status kepengurusan dan pihak yang berwenang mengelola klub masih menjadi perhatian publik.
Di tengah situasi tersebut, manajemen versi Ammy memilih tetap menjalankan agenda pembinaan dengan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta muda lokal untuk memperkuat Laskar Nusakambangan.
Editor : Niko auglandy