RADARSOLO.COM - Polemik mengenai siapa yang berhak mengelola PSCS Cilacap memasuki babak baru. Setelah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyatakan PSCS telah menjadi milik Kabupaten Cilacap dan membuka seleksi pemain untuk Liga 4 Jawa Tengah 2026/2027, manajemen PSCS akhirnya memberikan tanggapan resmi.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi klub, manajemen menegaskan bahwa kepemilikan PSCS Cilacap tidak pernah berpindah tangan sejak diakuisisi secara sah pada 2022. Pernyataan tersebut ditandatangani Chief Executive Officer (CEO) PSCS Cilacap, Fanny Irawati.
Manajemen menjelaskan bahwa proses akuisisi dilakukan pada 2022 atas permintaan sejumlah pejabat daerah dan Askab PSSI Cilacap saat itu. Tujuannya agar PSCS tetap eksis dan bisa terus berkompetisi di sepak bola nasional.
Manajemen juga menegaskan kehadiran mereka bukan dilandasi kepentingan politik maupun keuntungan finansial di Kabupaten Cilacap. Fokus utama mereka adalah menjaga keberlangsungan klub yang menjadi kebanggaan masyarakat.
"Hingga saat ini, kepemilikan PSCS Cilacap tidak pernah beralih. Manajemen tetap menjalankan seluruh hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam mengelola klub dengan baik," demikian isi pernyataan resmi tersebut.
Meski demikian, manajemen mengaku terbuka apabila ada pihak yang ingin mengambil alih PSCS. Namun proses tersebut harus ditempuh melalui mekanisme yang profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Manajemen juga mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog agar polemik yang berkembang tidak semakin membingungkan publik maupun suporter PSCS.
Dalam pernyataannya, manajemen turut menegaskan komitmennya menjaga identitas klub. Mereka mengklaim tidak pernah mengubah nama, logo, maupun homebase PSCS sejak proses akuisisi dilakukan.
Bahkan, logo PSCS yang menggunakan lambang Wijayakusuma disebut tidak pernah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk kepentingan komersial.
"Logo PSCS merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat Cilacap, bukan aset yang layak dimonopoli untuk kepentingan pribadi ataupun komersial," tulis manajemen.
Manajemen juga memastikan seluruh kebutuhan operasional klub hingga berbagai kewajiban selama ini tetap dipenuhi. Karena itu, mereka menegaskan tidak pernah meninggalkan PSCS dan tetap berkomitmen menjaga eksistensi klub.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut, manajemen memastikan PSCS Cilacap akan tetap ambil bagian dalam kompetisi Liga 4 musim 2026.
Pernyataan resmi ini muncul hanya berselang sehari setelah Ammy Amalia mengumumkan pembukaan seleksi pemain khusus ber-KTP Cilacap untuk membentuk skuad PSCS menghadapi Liga 4 Jawa Tengah 2026/2027.
Kondisi ini membuat polemik mengenai legalitas pengelolaan dan kepemilikan PSCS semakin menjadi perhatian publik, sementara suporter kini menanti penyelesaian melalui mekanisme yang sah agar klub kebanggaan Cilacap dapat kembali fokus menghadapi kompetisi musim depan.
Plt Bupati Cilacap Klaim PSCS Resmi Milik Pemkab
Polemik mengenai pihak yang berhak membentuk tim PSCS Cilacap untuk menghadapi kompetisi musim depan kembali mencuat. Di tengah perbincangan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyatakan bahwa PSCS telah resmi menjadi milik Kabupaten Cilacap sejak 20 April 2026.
Pernyataan itu disampaikan Ammy melalui akun media sosial pribadinya, @aafsurya. Dalam video yang diunggah, ia menyebut status kepemilikan tersebut telah tercatat berdasarkan berita acara pendaftaran yang berkaitan dengan hak kekayaan intelektual (HAKI).
"Sejak tanggal 20 April 2026 sebetulnya PSCS sudah resmi menjadi milik Kabupaten Cilacap sesuai dengan berita acara pendaftaran di HAKI," ujar Ammy.
Ia menjelaskan, pencatatan tersebut mencakup berbagai aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola, mulai dari klub sepak bola, sekolah sepak bola, penyelenggaraan kompetisi, pendidikan olahraga, kursus sepak bola, hingga program pembinaan dan pelatihan.
Menurut Ammy, kembalinya PSCS menjadi momentum untuk membangun fondasi sepak bola Cilacap dari akar rumput. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin hanya mengandalkan perekrutan pemain dari luar daerah, melainkan fokus mencetak pesepak bola asli Cilacap yang mampu menjadi kebanggaan masyarakat.
"Kami tidak ingin melakukan pencatutan-pencatutan pemain. Cita-cita besar Cilacap adalah mencetak atlet-atlet sepak bola yang ikonik dari Kabupaten Cilacap," katanya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Cilacap membuka seleksi terbuka bagi talenta muda yang ingin memperkuat PSCS. Seleksi dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026, di Stadion Wijayakusuma.
Seleksi diperuntukkan bagi peserta berusia 17 hingga 23 tahun dengan tinggi badan minimal 170 sentimeter. Calon peserta hanya diminta membawa kartu tanda penduduk (KTP) saat melakukan pendaftaran di lokasi.
Ammy mengatakan tim pelatih akan menyeleksi 25 pemain terbaik yang diproyeksikan menjadi kerangka utama PSCS untuk menghadapi kompetisi musim berikutnya.
"Kita akan mencari 25 pemain terbaik untuk menjadi pemain utama dan pemain cadangan yang insya Allah akan mengikuti liga tahun berikutnya," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik mengenai proses pembentukan skuad PSCS menjelang bergulirnya kompetisi. Hingga kini, perhatian pecinta sepak bola Cilacap masih tertuju pada perkembangan pengelolaan klub berjuluk Hiu Selatan tersebut.
Editor : Niko auglandy