Pede! Timnas CP Indonesia Bidik Juara Grup di Piala Dunia 2026, Tegaskan Tak Takut Hadapi Inggris dan Jepang: 27 Pemain Tempa Diri di Karanganyar

Niko auglandy • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:23 WIB
Tim pelatih memberikan instruksi kepada pemain timnas sepakbola Cerebral Palsy Indonesia saat menjalani sesi latihan di Paralympic Training Center Indonesia yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (23/07/2026). Sebanyak 27 pemain menjalani seleksi dan pemusatan latihan untuk event IFCPF World Cup 2026 yang akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat Oktober mendatang. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi
Tim pelatih memberikan instruksi kepada pemain timnas sepakbola Cerebral Palsy Indonesia saat menjalani sesi latihan di Paralympic Training Center Indonesia yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (23/07/2026). (NPC INDONESIA/Agung Wahyudi) 

RADARSOLO.COM – Tim nasional sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia tak ingin sekadar menjadi pelengkap pada debutnya di ajang IFCPF World Cup 2026. Garuda CP memasang target lolos dari fase grup, meski harus bersaing dengan tim-tim kuat di Grup C, termasuk Inggris yang masuk jajaran lima besar dunia.

Selain Inggris, Indonesia juga akan menghadapi Jepang dan Republik Irlandia. Ketiga lawan tersebut sudah mulai dipelajari secara mendalam oleh tim pelatih sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen yang akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, mulai 14 Oktober 2026.

Baca Juga: Resmi! Nicolas Otamendi Pensiun dari Timnas Argentina, Surat Perpisahannya Bikin Haru

Saat ini, sebanyak 27 pemain mengikuti pemusatan latihan di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dari jumlah tersebut, nantinya hanya 14 pemain yang akan didaftarkan ke turnamen, meski rombongan yang berangkat ke Amerika Serikat akan berjumlah lebih banyak sebagai langkah antisipasi apabila ada pemain yang mengalami cedera.

Pemusatan latihan kali ini merupakan hasil evaluasi dari penampilan Indonesia pada IFCPF Asia Oceania Cup 2025 dan ASEAN Para Games 2025. Tim pelatih juga memperbanyak pemain dengan klasifikasi FT2 untuk menyesuaikan kebutuhan taktik tim.

Baca Juga: Plt Bupati Cilacap Klaim PSCS Resmi Milik Pemkab, Siap Buka Seleksi Pemain untuk Liga 4 Musim Depan

Dalam sepak bola cerebral palsy, pemain dibagi menjadi tiga klasifikasi, yakni FT1 (hambatan berat), FT2 (hambatan sedang), dan FT3 (hambatan ringan). Setiap tim yang bermain dengan tujuh pemain wajib menurunkan minimal satu pemain FT1 dan satu pemain FT3, sedangkan posisi lainnya dapat diisi pemain FT2.

Meski berstatus debutan, optimisme menyelimuti skuad Merah Putih. Indonesia bertekad memberikan kejutan di ajang Piala Dunia CP dan membuktikan mampu bersaing dengan negara-negara yang lebih berpengalaman.

Optimisme serupa disampaikan kapten tim, Yahya Hernanda. Ia bahkan berani memasang target menjadi juara Grup C setelah mempelajari karakter permainan para calon lawan melalui rekaman pertandingan.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 2: Eks Semen Padang dan Persiba Balikpapan Pilih Berlabuh ke Kendal Tornado FC

Menurut Yahya, Inggris dan Republik Irlandia memiliki gaya bermain yang mengandalkan kekuatan fisik serta postur tubuh, sedangkan Indonesia memiliki keunggulan dari sisi teknik. Sementara menghadapi Jepang, Garuda CP memiliki modal positif karena pernah meraih kemenangan pada ajang Asia Oceania.

"Saya sangat optimistis bisa menjadi juara grup. Saya sudah melihat permainan lawan, karakteristik permainan Inggris dan Irlandia hampir sama dengan Australia. Mereka mengandalkan strength dan postur tubuh. Secara teknik kami tidak kalah dengan mereka. Kalau dengan Jepang, kami sudah pernah mengalahkan mereka di zona Asia Oceania. Jadi kami harus yakin bisa mengalahkan Jepang lagi," ujar Yahya.

Dia menilai persaingan di dalam pemusatan latihan juga berjalan sehat. Kehadiran sejumlah pemain baru dinilai menambah kualitas sekaligus memperkuat kedalaman skuad menuju IFCPF World Cup 2026.

"Seleksi ini sangat bagus agar ada persaingan yang sehat di antara para pemain. Terlihat semuanya sangat antusias. Ada pemain baru yang kualitasnya bagus, yang mungkin bisa melengkapi puzzle-puzzle dari tim sebelumnya," katanya.

Baca Juga: PWI Surakarta Soroti Pernyataan Prabowo soal "Londo Ireng": Wartawan Bukan Musuh Negara, Kritik adalah Fungsi Pers

Yahya berharap waktu persiapan yang masih tersisa dapat dimanfaatkan untuk membangun chemistry antarpemain sekaligus mematangkan permainan tim sebelum bertolak ke Amerika Serikat.

"Di waktu yang tersisa ini, kami berharap bisa membangun chemistry yang positif, meningkatkan kualitas tim, dan menjadi tim yang lebih solid lagi," pungkasnya.

Selain Grup C yang dihuni Indonesia, Inggris, Jepang, dan Republik Irlandia, Grup A dihuni tuan rumah Amerika Serikat, Belanda, Kanada, dan Skotlandia. Sementara Grup B diisi Australia, Spanyol, Brasil, dan Chile. (nik) 

 

Editor : Niko auglandy
Piala Dunia Timnas CP Indonesia NPC