RADARSOLO.COM – Proses adaptasi gelandang asing anyar Persis Solo, Juan Mera, berjalan lebih cepat dari perkiraan. Baru beberapa hari mengikuti latihan bersama Laskar Sambernyawa, pemain asal Spanyol itu sudah merasa nyaman dengan filosofi permainan yang diterapkan pelatih kepala Ricky Nelson.
Bagi Juan Mera, gaya bermain yang diusung Ricky Nelson bukan sesuatu yang asing. Filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola dan tekanan tinggi dinilai selaras dengan karakter permainan yang selama ini ia pelajari sepanjang karier profesionalnya.
Kurang dari sepekan bergabung bersama Persis, Juan Mera sudah mampu memahami identitas permainan yang ingin dibangun tim pelatih. Ricky Nelson disebut menginginkan anak asuhnya tampil agresif dengan menguasai jalannya pertandingan sekaligus menerapkan tekanan tinggi ketika kehilangan bola.
"Bagi saya, dengan pelatih ini sangat mudah untuk bergabung dengan tim karena filosofinya adalah bermain sepak bola, tekanan tinggi (high press)," ujar Juan Mera kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Resmi! Nicolas Otamendi Pensiun dari Timnas Argentina, Surat Perpisahannya Bikin Haru
Pemain berusia 32 tahun tersebut menilai filosofi itu menjadi fondasi ideal bagi sebuah tim yang ingin tampil kompetitif. Menurutnya, penguasaan bola harus dibarengi kerja keras seluruh pemain untuk segera merebut kembali bola ketika kehilangan penguasaan.
"Saya pikir itu adalah filosofi yang sangat bagus. Itu adalah cara yang baik untuk memahami sepak bola dan saya pikir pelatih kami sangat bagus," lanjutnya.
Baca Juga: Plt Bupati Cilacap Klaim PSCS Resmi Milik Pemkab, Siap Buka Seleksi Pemain untuk Liga 4 Musim Depan
Pengalaman bermain di Eropa maupun Indonesia membuat Juan Mera tak mengalami kesulitan memahami instruksi Ricky Nelson. Ia pun mengaku semakin mudah beradaptasi karena mendapat sambutan hangat dari seluruh pemain dan staf pelatih sejak hari pertama bergabung.
"Teman-teman di sini sangat baik. Sejak saya tiba di sini, dari hari pertama, mereka banyak membantu saya. Mereka memberikan semua fasilitas baik di luar lapangan maupun di dalam lapangan," katanya.
Juan Mera juga mengakui intensitas latihan Persis Solo cukup tinggi. Seluruh pemain dituntut bekerja keras, terus bergerak, disiplin menjalankan instruksi, serta aktif melakukan tekanan sepanjang pertandingan sebagai bagian dari pembentukan identitas permainan tim.
"Kami bekerja keras. Kami berlari, kami menekan, kami memainkan bola," ucapnya.
Lebih jauh, mantan pemain asal Spanyol itu melihat atmosfer positif mulai terbentuk di dalam skuad Persis. Menurutnya, seluruh pemain memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Laskar Sambernyawa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Optimisme tersebut membuat Juan Mera yakin Persis Solo memiliki peluang besar untuk bersaing dalam perebutan tiket promosi pada Championship 2026/2027.
"Saya pikir kami akan berjuang untuk promosi musim ini karena saya bisa merasakan di dalam lapangan bahwa semua orang menuju ke arah yang sama," ungkapnya.
Dengan filosofi permainan yang mulai tertanam serta proses adaptasi pemain anyar yang berlangsung mulus, Ricky Nelson kini memiliki modal awal untuk membangun Persis Solo menjadi tim yang solid. Identitas bermain dengan pressing tinggi, penguasaan bola, dan kolektivitas diharapkan menjadi senjata utama Laskar Sambernyawa dalam misi kembali ke Liga 1. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy