RADARSOLO.COM – Kebersamaan Andrei Alba bersama Persis Solo memang hanya berlangsung selama satu putaran kompetisi Super League 2025/2026. Namun, gelandang bertahan asal Brasil itu mengaku telah menjalin ikatan emosional yang kuat dengan Kota Solo dan para pendukung Laskar Sambernyawa.
Kontrak Alba tidak diperpanjang setelah kompetisi usai. Meski harus berpisah dengan Persis, pemain berusia 30 tahun itu belum berniat meninggalkan Indonesia.
Baca Juga: Viral! Kata-kata Harry Kane untuk Lionel Messi Bikin Fans Sepak Bola Tersentuh
Saat ini, mantan pemain Chapecoense tersebut masih menanti kepastian mengenai pelabuhan barunya. Ia mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan tiga hingga empat klub, tetapi belum ada kesepakatan yang dituangkan secara resmi dalam kontrak.
"Kontrak saya tidak diperpanjang di Persis. Tentu saya sedih, tapi inilah sepak bola. Saat ini saya sedang menunggu tawaran yang konkret. Sudah ada komunikasi dengan tiga sampai empat klub, tapi belum ada hitam di atas putih," ungkap Andrei Alba kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (25/7/2026).
Alba menegaskan, Indonesia masih menjadi prioritas utama untuk melanjutkan karier profesionalnya. Setelah semusim merasakan atmosfer sepak bola nasional, ia mengaku semakin jatuh hati dengan kompetisi di Tanah Air.
"Prioritas saya adalah tetap bermain di Liga 1 Indonesia karena saya sudah mulai mencintai atmosfer sepak bola di sini," katanya.
Keinginannya bertahan di Indonesia tak lepas dari pengalaman selama tinggal di Solo. Menurut Alba, kehidupan di Kota Bengawan mengingatkannya pada kampung halamannya di Brasil karena masyarakatnya ramah dan ritme kehidupannya lebih santai.
"Di Indonesia, khususnya Solo, saya merasa seperti di Brasil. Orang-orangnya ramah, sopan, dan ritme hidupnya lebih santai. Keluarga saya sangat nyaman di sini. Solo adalah kota yang sangat ramah bagi pendatang," ungkapnya.
Tak hanya masyarakatnya, dukungan suporter Persis juga meninggalkan kesan mendalam bagi Alba. Ia menilai Pasoepati dan kelompok suporter lainnya selalu memberikan energi positif kepada tim, termasuk ketika Persis berada dalam situasi sulit.
Dari seluruh pertandingan yang dijalaninya bersama Laskar Sambernyawa, kemenangan 1-0 atas Dewa United di Stadion Manahan menjadi momen yang paling membekas dalam ingatannya. Saat itu, Persis tengah berupaya bangkit dari tekanan sehingga kemenangan tersebut terasa begitu berarti.
"Atmosfer di Manahan saat itu sangat magis. Kami sedang dalam posisi yang sulit dan sangat membutuhkan kemenangan. Suporter memberikan dukungan luar biasa selama 90 menit. Saat itu saya benar-benar merasa menjadi bagian dari kota ini," kenangnya.
Meski kebersamaannya dengan Persis telah berakhir, Alba memastikan selalu memberikan kemampuan terbaik setiap kali mengenakan seragam Laskar Sambernyawa.
Baginya, setiap pertandingan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap klub dan para pendukung.
Di penghujung wawancara, Alba menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh suporter Persis yang telah menerima dirinya beserta keluarga selama tinggal di Solo. Ia berharap hubungan baik tersebut tetap terjalin meski kini harus melanjutkan perjalanan karier di klub lain.
"Terima kasih. Dukungan kalian selama saya di sini sangat luar biasa. Kalian selalu ada untuk saya dan keluarga saya. Meskipun musim lalu tidak mudah, saya selalu memberikan 100 persen untuk logo di dada ini. Solo akan selalu menjadi rumah kedua bagi saya," pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy