RADARSOLO.COM – Owner Persis Solo Kaesang Pangarep akhirnya memenuhi keinginan sejumlah elemen suporter untuk berdialog secara langsung. Audiensi yang berlangsung di Solo, Sabtu (25/7/2026) sore, menjadi wadah penyampaian berbagai evaluasi terhadap kondisi Laskar Sambernyawa menjelang bergulirnya Liga 2 Championship 2026/2027.
Pertemuan tersebut dihadiri Kaesang Pangarep selaku owner, jajaran manajemen Persis Solo, serta perwakilan berbagai kelompok suporter. Audiensi itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang belum dihadiri langsung oleh Kaesang.
Komisaris Persis Solo Adityo Rimbo mengatakan agenda tersebut merupakan forum silaturahmi sekaligus ruang dialog antara owner dan suporter. Menurutnya, Kaesang sengaja meluangkan waktu untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang selama ini disampaikan suporter.
"Nanti ya, yang pasti tadi ada dari perwakilan suporter ingin ketemu owner. Menyambung silaturahmi saja. Kemarin sempat ketemu suporter tapi belum ada beliau, sekarang beliau yang mengagendakan untuk ketemu. Silaturahmi biasa," ujar Adityo kepada awak media.
Baca Juga: Pesan Menyentuh Nurcholis untuk Suporter Persis Solo: Sabar, Liga 1 Akan Kembali!
Dalam audiensi itu, para suporter menyampaikan sejumlah tuntutan kepada manajemen. Mulai dari pembenahan tata kelola klub, komunikasi yang lebih terbuka dengan suporter, evaluasi sistem manajemen, hingga proses perekrutan pemain yang menjadi perhatian menjelang kompetisi.
"Disampaikan suporter ya jelas tuntutan perbaikan manajemen, komunikasi yang lebih terbuka kepada suporter dari manajemen, perbaikan sistem, dan soal perekrutan pemain," lanjutnya.
Baca Juga: Tinggalkan Persis Solo, Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung hingga 2028
Selain itu, suporter juga mempertanyakan komitmen Kaesang Pangarep sebagai pemilik klub setelah Persis terdegradasi ke Liga 2. Menanggapi hal tersebut, Adityo memastikan Kaesang tetap mengawal perjalanan Persis meski tidak selalu berada di Solo.
Menurutnya, Kaesang memantau perkembangan Persis secara menyeluruh melalui konsep helicopter view. Dengan demikian, berbagai perkembangan tim, baik dari sisi manajemen maupun teknis, tetap berada dalam pengawasan owner.
"Mas Kaesang tetap mengawasi Persis dari helicopter view. Tanggapan Mas Kaesang jelas untuk mendukung Persis. Beliau tidak akan ke mana-mana," tegasnya.
Adityo juga mengungkapkan bahwa target promosi tetap menjadi komitmen owner. Persis dipatok kembali ke Liga 1 hanya dalam waktu satu musim.
"Yang pasti owner selalu menargetkan satu tahun. Memang pertandingan nanti akan terus dievaluasi, tetapi target owner satu tahun," katanya.
Sementara itu, proses pembentukan skuad disebut telah memasuki tahap akhir. Manajemen mengklaim komposisi tim sudah mencapai sekitar 90 persen dan kini hanya menyisakan perekrutan dua pemain asing.
"Persiapan tim sekarang sudah 90 persen. Kita masih kurang dua pemain asing untuk tim Persis Solo," ungkapnya.
Dua pemain asing tersebut, lanjut Adityo, akan dipilih berdasarkan statistik dan performa selama berkiprah di kompetisi Indonesia. Manajemen pun membidik pemain yang memiliki kualitas terbaik di Liga 1 musim lalu.
"Yang pasti mengikuti statistik pemain dan statistik permainan. Pemain asingnya berada di top five Liga 1," jelasnya.
Baca Juga: Gelandang Asal Spanyol Ini Terpukau dengan Cara Melatih Ricky Nelson di Persis Solo
Selain menyelesaikan komposisi pemain, Persis juga telah menyiapkan agenda pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim baru. Training camp direncanakan berlangsung di Yogyakarta dan akan dirangkai dengan sejumlah laga uji coba.
"Semua sudah mulai dilakukan. Nanti ada TC juga, rencananya di Jogja. Kemudian ada pertandingan persahabatan. Nanti akan ada keluaran resmi dari tim," ujarnya.
Menghadapi persaingan di Grup Timur Liga 2, Adityo menilai peluang Persis cukup terbuka. Meski demikian, ia menegaskan seluruh persiapan tetap harus dimaksimalkan agar target promosi dapat tercapai.
"Yang pasti chance kita di Timur menurut kami lebih baik daripada Barat," tuturnya.
Tak hanya membahas tim senior, manajemen juga memastikan pembinaan pemain muda tetap menjadi perhatian. Seleksi Elite Pro Academy (EPA) masih berlangsung melalui pertandingan internal sebelum skuad akademi diumumkan secara resmi.
Persis juga berencana menghidupkan kembali kompetisi sepak bola lokal bekerja sama dengan Askot PSSI Surakarta. Program tersebut ditargetkan mulai bergulir mendekati peringatan hari jadi Persis sebagai upaya memperkuat pembinaan pemain usia dini di Kota Solo.
Seusai audiensi, kelompok suporter Ultras 1923 menerbitkan release yang merangkum hasil pertemuan dengan owner Persis Solo.
Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan owner dan perwakilan Ultras 1923 sebagai simbol komitmen bersama untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara klub dan suporter.
Dalam rilis itu, Ultras 1923 menekankan bahwa target promosi harus dibarengi dengan peta jalan yang jelas. Mereka juga menilai komunikasi yang sehat, evaluasi yang terbuka, serta komitmen kuat dari pemilik klub menjadi fondasi penting agar Persis Solo dapat kembali ke Liga 1. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy