RADADSOLO.COM – Persis Solo tak hanya membangun kondisi fisik selama masa pramusim menuju Championship 2026/2027. Laskar Sambernyawa juga mulai menanamkan identitas permainan yang diinginkan pelatih kepala Ricky Nelson. Salah satu perubahan paling mencolok menyasar sektor penjaga gawang yang kini dituntut mampu memainkan peran layaknya kiper modern.
Pelatih kiper Persis Solo Hendro Kartiko mengungkapkan, seluruh pemain masih menjalani fase awal pramusim. Fokus utama tim pelatih adalah membangun fondasi kebugaran sekaligus memperkenalkan filosofi bermain yang akan menjadi karakter Persis sepanjang musim.
Menurut mantan kiper Timnas Indonesia tersebut, para penjaga gawang menjalani tahapan yang sama dengan pemain lainnya. Kondisi fisik tetap menjadi prioritas sebelum masuk ke materi yang lebih spesifik.
"Persiapannya masih tahap pre-season. Kita masih dalam persiapan. (Program kiper) sama. Mungkin pemain dapat fisik, kiper akan ada fisiknya juga," ujar Hendro Kartiko kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (22/7/2026).
Seiring meningkatnya intensitas latihan, staf pelatih mulai mengenalkan pola permainan yang diinginkan Ricky Nelson. Materi tersebut diberikan secara bertahap agar seluruh pemain, termasuk para penjaga gawang, memiliki pemahaman yang sama.
"Sama pemahaman cara bermain yang nantinya seperti apa yang dimau sama head coach. Nah itu juga pelan-pelan kita kasih tahu ke penjaga gawang semuanya seperti apa cara bermainnya," lanjutnya.
Hendro menilai proses adaptasi membutuhkan waktu. Karena itu, masa pramusim menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sebelum tim menjalani laga uji coba hingga memasuki kompetisi resmi.
Menurutnya, keberhasilan sebuah tim bukan hanya ditentukan kualitas individu, melainkan juga kemampuan seluruh pemain menerjemahkan filosofi yang diinginkan pelatih kepala.
Salah satu perubahan terbesar adalah peran penjaga gawang dalam membangun serangan. Ricky Nelson menginginkan para kiper Persis tidak sekadar piawai melakukan penyelamatan, tetapi juga mampu menjadi titik awal permainan dari lini belakang.
"Yang pastinya filosofi dari Coach Ricky, ya sekarang penjaga gawang itu dituntut menjadi penjaga gawang yang modern," ungkap Hendro.
Ia menjelaskan, perkembangan sepak bola membuat tugas seorang kiper semakin kompleks. Selain menjaga gawang tetap aman, mereka kini harus mampu membantu tim menguasai permainan melalui distribusi bola yang akurat.
"Yang harus bisa distribusi, tidak hanya untuk menghalau bola. Tapi tujuan utama tetap gimana caranya kiper itu menghalau bola," jelasnya.
Karena itu, porsi latihan para penjaga gawang tidak lagi hanya berfokus pada teknik penyelamatan. Kemampuan bermain menggunakan kaki, membangun serangan (build-up), distribusi umpan, hingga pengambilan keputusan saat menguasai bola juga terus diasah.
"Tapi sekarang harus bisa juga bermain dengan kaki, terutama build-up dan distribusinya," imbuh legenda Persija Jakarta tersebut.
Hendro berharap seluruh penjaga gawang Persis mampu beradaptasi dengan tuntutan tersebut sebelum kompetisi dimulai sehingga filosofi permainan Ricky Nelson dapat berjalan maksimal.
Di sisi lain, Hendro menegaskan target membawa Persis kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia merupakan tekad seluruh elemen klub. Bukan hanya pelatih dan pemain, tetapi juga masyarakat Solo Raya yang selalu memberikan dukungan.
"Yang pastinya bukan saya aja, yang pasti semua staf pelatih, mungkin juga pastinya pemain, dan tentunya masyarakat Solo ini, Solo Raya ya terutama, ya bisa kembali lagi ke Liga 1 untuk Persis ke depannya," tegasnya.
Menurut Hendro, dukungan suporter akan menjadi energi tambahan bagi Laskar Sambernyawa dalam menjalani musim yang panjang. Ia optimistis proses yang dibangun sejak pramusim akan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan target promosi.
Dalam beberapa pekan mendatang, intensitas latihan dipastikan meningkat seiring agenda laga uji coba yang telah disusun tim pelatih. Momen tersebut akan menjadi tolok ukur sejauh mana filosofi Ricky Nelson mulai diterapkan, termasuk peran baru para penjaga gawang sebagai pengawal sekaligus penginisiasi serangan Persis Solo. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy