Persija Jakarta Luruskan Isu Sanksi Shin Tae-yong di Korea Selatan

Niko auglandy • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 03:49 WIB
Shin Tae-yong resmi jadi pelatih Persija Jakarta di Super League 2026/2027. (TIM MEDIA PERSIJA JAKARTA)
Shin Tae-yong resmi jadi pelatih Persija Jakarta di Super League 2026/2027. (TIM MEDIA PERSIJA JAKARTA)

RADARSOLO.COM – Persija Jakarta akhirnya angkat bicara terkait polemik sanksi disiplin yang dijatuhkan Korea Football Association (KFA) kepada pelatih kepala, Shin Tae-yong. Manajemen Macan Kemayoran memastikan hukuman tersebut tidak memengaruhi posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija maupun persiapan tim menghadapi musim 2026/2027.

Persija menyatakan telah melakukan verifikasi langsung kepada KFA guna memastikan informasi yang beredar di berbagai media. Langkah itu dilakukan untuk memperoleh kejelasan sekaligus menjaga profesionalisme klub.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 2 Memanas: Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Semen Padang dan PSPS Borong Pemain Top

Berdasarkan hasil komunikasi dengan KFA, Persija meluruskan dua poin penting. Pertama, sanksi disiplin yang diterima Shin Tae-yong berdurasi satu tahun. Kedua, hukuman tersebut merupakan kewenangan KFA dan hanya berlaku di wilayah yurisdiksi sepak bola Korea Selatan sehingga tidak berdampak terhadap aktivitas Shin Tae-yong di luar negeri, termasuk saat menangani Persija Jakarta.

Manajemen Persija menegaskan tetap menghormati keputusan KFA. Namun, klub juga memberikan kepercayaan penuh kepada Shin Tae-yong untuk terus memimpin tim membangun skuad terbaik.

Baca Juga: Update Pemain Baru Bhayangkara FC di Liga 1: Tambah Tiga Amunisi, Pemain Timnas U-22 dan kiper PSS Sleman Resmi Gabung

Persija menilai setiap tantangan dapat menjadi pembelajaran berharga. Klub juga meyakini Shin Tae-yong memiliki komitmen besar untuk menjalankan tugasnya secara profesional sehingga polemik tersebut dipastikan tidak mengganggu program latihan maupun persiapan tim.

Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan seluruh elemen klub tetap fokus menghadapi agenda terdekat, yakni Piala Presiden 2026 dan Super League 2026/2027.

"Kami memberikan dukungan penuh kepada Shin Tae-yong untuk terus menjalankan tugasnya sebagai pelatih kepala Persija. Seluruh elemen tim saat ini tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi Piala Presiden 2026 dan Super League 2026/2027. Kami berharap seluruh elemen tim tidak terpengaruh dengan situasi saat ini dan tetap berorientasi pada peningkatan performa tim," ujar Prapanca dalam rilis resmi klub.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Sutrimo, Kepala Rumah Tangga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Hidung dan Mulut Berbusa, Ada yang Janggal?

Sebelumnya, Shin Tae-yong menjadi sorotan setelah dijatuhi sanksi disiplin oleh KFA. Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil atas hukuman yang diterimanya.

"Ada banyak hal yang saya rasa tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya," ujar Shin Tae-yong.

Meski demikian, mantan pelatih Timnas Indonesia itu memilih tidak memperpanjang polemik. Menurutnya, apabila ia melawan keputusan tersebut, situasi justru dapat berdampak kepada para mantan pemain binaannya serta memperkeruh kondisi sepak bola Korea Selatan yang tengah mengalami masa sulit.

"Namun, jika saya maju untuk melawan, para mantan pemain didikan saya bisa ikut terkena dampaknya, dan situasi sepak bola di Korea saat ini juga sedang tidak baik. Karena itu, saya memilih untuk menanggung semuanya sendiri," ungkapnya.

Dengan adanya klarifikasi resmi dari Persija, polemik mengenai status Shin Tae-yong pun mulai menemui titik terang. Macan Kemayoran memastikan sang pelatih tetap memimpin tim tanpa hambatan dan akan fokus membawa Persija menghadapi persaingan di Piala Presiden 2026 serta Super League 2026/2027.

Editor : Niko auglandy
persija jakarta liga 1 shin tae yong