RADARSOLO.COM – Manajemen Persis Solo menegaskan komitmennya untuk segera membawa Laskar Sambernyawa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Target promosi pada musim 2026/2027 menjadi harga mati yang terus digaungkan sejak pergantian manajemen.
Manajer Persis Solo Yahya Alkatiri memastikan seluruh elemen klub memiliki tekad yang sama untuk mengakhiri kiprah Persis di Liga 2 hanya dalam waktu satu musim.
"Yang jelas kami berkomitmen penuh untuk berjuang sampai habis. Kami semua akan berjuang bagaimana caranya Persis hanya satu tahun saja di Liga 2," tegas Yahya saat bertemu awak media dan perwakilan suporter di salah satu resto di Solo, Sabtu (25/7).
Selain membahas target promosi, Yahya juga menjelaskan langkah manajemen dalam membenahi pembinaan pemain muda. Menurutnya, Persis telah menggelar seleksi internal Elite Pro Academy (EPA) sebagai bagian dari evaluasi untuk menentukan pemain yang layak dipromosikan ke tim senior.
Ia mengakui dalam beberapa musim terakhir terjadi dinamika di level akademi yang menyebabkan cukup banyak pemain muda memilih melanjutkan karier di klub lain. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Persis mendatangkan sejumlah pemain muda dari luar, termasuk lima pemain eks Persija Jakarta U-20.
"Ada beberapa dinamika di akademi sehingga banyak pemain yang keluar. Itu juga menjadi salah satu alasan kenapa ada pemain-pemain dari Persija yang kami datangkan," jelasnya.
Meski demikian, Yahya menegaskan langkah tersebut bukan berarti Persis mengabaikan pembinaan pemain lokal. Justru ke depan manajemen ingin membangun ekosistem kompetisi usia muda yang lebih sehat agar talenta binaan Persis memiliki jalur yang jelas menuju tim senior.
Sebagai langkah awal, Persis berencana segera menggelar kompetisi internal antarklub anggota Askot PSSI Surakarta. Saat ini manajemen telah mulai berkoordinasi dengan Askot untuk merealisasikan agenda tersebut.
"Kami akan segera menggelar kompetisi internal. Kami akan berkoordinasi dengan Askot. Di Solo ada 26 klub yang ingin kami dorong untuk ikut berkompetisi," ujar Yahya.
Dalam jangka pendek, Persis juga menyiapkan turnamen usia muda yang dikemas dalam Piala Ulang Tahun Solo. Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pemain-pemain muda menunjukkan kualitasnya sekaligus menjadi bagian dari proses pemantauan bakat.
"Untuk jangka pendek kami siapkan Piala Ulang Tahun Solo. Setelah itu baru kami bangun kompetisi yang lebih besar," pungkasnya.
Komitmen membangun kompetisi usia muda itu menjadi bagian dari reformasi pembinaan yang tengah dijalankan manajemen Persis Solo.
Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan Laskar Sambernyawa tidak lagi bergantung pada perekrutan pemain muda dari luar daerah, melainkan mampu mengandalkan talenta hasil binaan akademi sendiri. (nik)
Editor : Niko auglandy