Pemain Junior Sudah Masuk Tim Senior Persis Solo, Ini Jawaban Manajemen

Niko auglandy • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 09:26 WIB
Persis Solo youth saat melawan Madura United di ajang EPA.
Persis Solo youth saat melawan Madura United di ajang EPA.

RADARSOLO.COM – Masa depan pemain Elite Pro Academy (EPA) Persis Solo menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam pertemuan owner dan manajemen Persis Solo bersama awak media serta perwakilan suporter di salah satu restoran di Solo, Sabtu (25/7). Sorotan muncul setelah Laskar Sambernyawa justru lebih banyak merekrut pemain muda dari luar dibanding mempromosikan talenta binaan sendiri.

Wartawan olahraga Jawa Pos Radar Solo, Hernindya Jalu, menyoroti minimnya kesempatan pemain akademi Persis menembus tim senior.

Padahal, dalam bursa transfer musim ini Persis telah mendatangkan lima pemain eks Persija Jakarta U-20, yakni Ahmad Mujadid, Fandi Ahmad Muzaki, Gabrieltus Alkevin, Theodore Leeming, dan Oliver Leeming. Kelimanya merupakan pemain yang sudah dikenal pelatih kepala Ricky Nelson saat masih menangani kelompok usia Persija.

Baca Juga: Update Bursa Transfer PSPS Pekanbaru di Liga 2: 12 Pemain Baru Merapat Demi Bidik Promosi ke Liga 1

Di sisi lain, Persis justru kehilangan salah satu aset mudanya. Kiper Timnas Indonesia U-20 sekaligus kiper terbaik EPA U-20 musim lalu, Er Deva Aulia Egon, memilih bergabung dengan Kendal Tornado FC.

Keputusan itu cukup menyita perhatian mengingat Persis sebelumnya juga telah melepas dua penjaga gawang senior, M. Riyandi dan Gianluca Pandeynuwu. Namun, alih-alih memberi kesempatan kepada kiper akademi, manajemen justru mendatangkan dua kiper senior dari klub lain.

Melihat kondisi tersebut, Jalu mempertanyakan arah kebijakan klub terhadap pengembangan akademi.

"Apakah Persis ke depan akan mengoptimalkan pemain akademinya? Selama beberapa musim terakhir justru banyak pemain akademi berkembang di klub lain. Kesempatan untuk naik ke tim senior juga terlihat cukup sulit. Padahal, kalau akademi dimaksimalkan, itu juga bisa membantu klub dari sisi finansial melalui skema transfer pemain," ujarnya.

Baca Juga: Kendal Tornado FC Rekrut Eks Juara AFF U-19, Persis Solo Wajib Waspada

Menanggapi hal tersebut, Manajer Persis Solo Yahya Alkatiri memastikan pembenahan akademi menjadi salah satu agenda utama manajemen. Menurutnya, reformasi sedang disiapkan agar jalur pembinaan menuju tim senior menjadi lebih jelas.

"Kalau akademi, kami sudah mulai pelan-pelan melakukan reformasi. Akademi akan kami benahi sedikit demi sedikit. Ke depan kami ingin benar-benar menjaga dan mengembangkan pemain-pemain dari akademi sendiri," kata Yahya.

Ia menambahkan, pembenahan tidak hanya menyasar sistem pembinaan pemain, tetapi juga penguatan fasilitas penunjang. Yahya menyebut Direktur Teknik Persis, Rasiman, juga akan dilibatkan dalam pengembangan akademi agar kualitas pembinaan semakin meningkat.

Dengan langkah tersebut, Persis Solo berharap akademinya mampu menjadi pemasok utama pemain bagi tim senior dalam beberapa musim mendatang. Selain memperkuat identitas klub, keberhasilan melahirkan pemain binaan sendiri juga dinilai dapat memberikan nilai tambah secara teknis maupun finansial bagi Laskar Sambernyawa. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
senior persis solo EPA promosi liga 2