Persis Solo Bentuk Departemen Analis Independen, Suporter Soroti Rekam Jejaknya

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 16:27 WIB
Rochmat Setiawan resmi ditunjuk sebagai Kepala Departemen Analis Tim Persis Solo. (Tim Media Persis Solo)
Rochmat Setiawan resmi ditunjuk sebagai Kepala Departemen Analis Tim Persis Solo. (Tim Media Persis Solo)

RADARSOLO.COM – Persis Solo mulai meninggalkan pola lama dalam membangun tim. Tak lagi menjadikan analis sebagai bagian yang melekat pada pelatih, Laskar Sambernyawa kini membentuk departemen analis independen yang akan menjadi pusat pengelolaan data dan statistik klub.

Langkah tersebut menjadi salah satu pembaruan yang dilakukan manajemen menyambut kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027. Namun, pembentukan departemen baru itu juga memunculkan sejumlah pertanyaan dari kalangan suporter, terutama mengenai sosok yang dipercaya memimpin departemen tersebut serta rekam jejaknya di level sepak bola nasional.

Pertanyaan itu mengemuka dalam forum dialog antara owner Persis Solo Kaesang Pangarep, jajaran manajemen, dan perwakilan suporter. Menjawab keraguan tersebut, manajemen akhirnya membeberkan konsep kerja departemen analis sekaligus pengalaman yang dimiliki kepala departemen analis Persis, Rochmat Setiawan.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Persik Kediri:Tiga Pemain eks Persis Solo Reunian, Teka-teki Berakhir, Zanadin Fariz dan Althaf Indie Sambut Tantangan Baru Bersama di Liga 1

Head of Media Persis Solo Bryan Barcelona menjelaskan, fungsi analis sebenarnya sudah ada sejak awal kepemimpinan Kaesang Pangarep. Namun, saat itu analis hanya menjadi bagian dari tim kepelatihan dan tidak memiliki struktur yang berdiri sendiri.

"Sebetulnya tim analis itu ada, tapi lebih sifatnya bukan tim, lebih ke analis yang melekat sama pelatih. Jadi bukan departemen independen yang berdiri sendiri, secara hierarki di bawah pelatih," ujarnya kepada suporter dan media, Sabtu (25/7/2026). 

Baca Juga: Belum Sepenuhnya Puas, Ultras 1923 Kawal Ketat Komitmen Manajemen Baru Persis Solo

Menurut Bryan, pola tersebut kini diubah. Manajemen membentuk departemen analis independen yang bertugas mengelola seluruh data teknis klub sehingga tidak lagi bergantung pada keberadaan seorang pelatih.

"Kalau sekarang kita sudah bikin departemen sendiri yang fungsinya menjadi bank data untuk mengoleksi semua statistik, semua kebutuhan tim dan sebagainya," jelasnya.

Dia menambahkan, keberadaan bank data tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan klub dalam jangka panjang. Seluruh data mengenai performa pemain, kebutuhan tim, hingga hasil analisis pertandingan akan tersimpan dalam satu sistem yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Meski demikian, perubahan struktur tersebut belum sepenuhnya menghapus rasa penasaran suporter. Dalam sesi dialog, perwakilan suporter mempertanyakan latar belakang tim analis, termasuk pengalaman orang-orang yang mengisi departemen tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Olahraga Persis Solo Yahya Alkatiri memastikan seluruh personel yang direkrut merupakan tenaga berpengalaman dan bukan sosok yang baru terjun ke dunia sepak bola profesional.

"Kalau dari departemen analis terus terang kita ngambil itu sudah pengalaman. Semuanya itu sudah pengalaman," kata Yahya.

Tak hanya mengandalkan sumber daya yang telah berpengalaman, Persis juga berencana membangun kaderisasi analis. Manajemen akan melibatkan tenaga-tenaga lokal untuk belajar langsung di departemen tersebut agar ke depan klub memiliki analis hasil pembinaan sendiri.

"Kita nanti akan ambil orang-orang lokal ini untuk dibina sehingga ada kaderisasinya juga di dalam sini," imbuhnya.

Baca Juga: Komisaris Persis Solo Pastikan Manajemen Berbenah, Akademi Persis Youth Jadi Fokus Pembinaan Jangka Panjang

Lebih lanjut, Yahya membeberkan rekam jejak Rochmat Setiawan yang dipercaya memimpin departemen analis Persis Solo. Menurutnya, Rochmat bukan sosok baru di dunia sepak bola nasional.

"Head of analis itu dari Persebaya. Dua tahun terakhir dia di Persebaya. Sebelumnya dia di Timnas pada era Indra Sjafri saat juara, kemudian sempat ke PSS Sleman sebelum bergabung dengan Persebaya," ungkapnya.

Yahya menjelaskan, selama dua musim di Persebaya, departemen analis memiliki peran penting dalam proses penyusunan skuad. Rekrutmen pemain dilakukan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan tim tersebut.

"Waktu di Persebaya, pemilihan pemain semuanya lewat departemen analis itu. Walaupun anggarannya tidak besar, alhamdulillah dua tahun berturut-turut mereka finis di peringkat empat," jelasnya.

Baca Juga: Yahya Alkatiri Tegaskan Target Persis Solo: Cuma Semusim di Liga 2!

Menurut Yahya, pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen dalam menunjuk Rochmat sebagai kepala departemen analis Persis. 

Harapannya, sistem kerja berbasis data yang pernah diterapkan di klub sebelumnya dapat diadaptasi untuk mendukung proses scouting, evaluasi pertandingan, hingga penyusunan skuad Laskar Sambernyawa.

Pembentukan departemen analis independen menjadi bagian dari upaya modernisasi yang tengah dilakukan Persis Solo. Dengan struktur yang tidak lagi bergantung pada pelatih, manajemen berharap seluruh data teknis klub tetap terjaga dan menjadi pijakan dalam mengambil keputusan, baik pada musim ini maupun dalam pembangunan tim untuk jangka panjang. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
analisi persis solo liga 2