RADARSOLO.COM – Persis Solo mulai menemukan bentuk permainan menjelang bergulirnya Liga 2 Championship 2026/2027. Setelah dua pekan pertama difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, tim pelatih kini mulai menggenjot materi taktik seiring semakin terbangunnya chemistry antarpemain.
Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi Laskar Sambernyawa yang musim ini diperkuat banyak wajah baru. Meski proses pembentukan tim masih berlangsung, para pemain dinilai mulai memahami pola permainan yang ingin diterapkan tim pelatih.
Kepala Divisi Analis Persis Solo Rochmat Setiawan mengatakan, perkembangan skuad sejauh ini cukup menggembirakan. Berdasarkan hasil pengamatan tim analis, komunikasi antarpemain terus membaik sehingga proses adaptasi berjalan sesuai harapan.
"Kalau dari sisi analisa sendiri karena ini tim yang relatif baru dengan banyak pemain yang baru berkumpul, jadi kita harus membangun dari nol. Cuman kalau yang kita lihat progresnya sangat bagus pemain-pemain ini," ujar Rochmat Setiawan kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, membangun tim dengan komposisi pemain yang sebagian besar baru bergabung memang membutuhkan waktu. Namun, ia melihat para pemain mulai memiliki pemahaman yang sama saat menjalani latihan.
"Untuk tim yang dari nol, mereka sudah mulai bisa berkomunikasi, chemistry-nya sudah cukup baik," katanya.
Baca Juga: Persis Solo Bentuk Departemen Analis Independen, Suporter Soroti Rekam Jejaknya
Rochmat menambahkan, perkembangan itu juga terlihat dari perubahan materi latihan. Jika pada awal persiapan tim lebih banyak mengembalikan kondisi fisik pemain, kini fokus latihan mulai bergeser ke penyempurnaan aspek taktik.
Perubahan tersebut perlahan memperlihatkan karakter permainan yang ingin dibangun pelatih kepala Ricky Nelson bersama tim kepelatihan.
"Pelatih mulai memasukkan materi taktik setelah satu dua minggu pertama masih fokus ke fisik. Sekarang mulai materi taktik, kita mulai kelihatan bentuk timnya," jelasnya.
Tak hanya mengamati perkembangan tim secara keseluruhan, departemen analis juga terus mendampingi peningkatan kualitas individu pemain. Evaluasi dilakukan melalui analisis video yang kemudian menjadi bahan diskusi bersama tim pelatih maupun pemain.
Rochmat mengungkapkan Ricky Nelson memberikan ruang yang cukup luas bagi departemen analis untuk terlibat dalam sesi evaluasi. Proses tersebut dilakukan secara bertahap, baik kepada seluruh tim, per kelompok pemain, maupun secara individu.
"Coach Ricky Nelson memberi akses cukup banyak untuk sesi kelas, entah itu secara tim keseluruhan, secara grup, atau secara individu," ungkapnya.
Menurut Rochmat, evaluasi berbasis data tersebut diharapkan mampu mempercepat perkembangan setiap pemain sekaligus membantu mereka memahami detail-detail permainan yang masih perlu diperbaiki.
Dia optimistis progres Persis Solo akan terus meningkat seiring bertambahnya intensitas latihan dan pertandingan uji coba. Meski demikian, Rochmat mengingatkan bahwa membangun tim baru membutuhkan proses sehingga konsistensi dalam latihan menjadi kunci agar seluruh pemain benar-benar menyatu dengan sistem permainan yang diinginkan tim pelatih. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy