Jordi Amat Ajak Timnas Indonesia Jaga Sportivitas, José Pedro: Ini Bukan Tinju, Ini Sepak Bola

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 22:42 WIB
Jordi Amat (kiri) dan Sandy Walsh diupayakan membela timnas Indonesia di Piala AFF 2022. (PSSI)
Jordi Amat (kiri) dan Sandy Walsh diupayakan membela timnas Indonesia di Piala AFF 2022. (PSSI)

RADARSOLO.COM – Duel Timnas Indonesia melawan Timor Leste selama ini kerap berlangsung dalam tensi tinggi. Meski demikian, kedua tim sama-sama menegaskan komitmennya untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas saat bentrok pada laga lanjutan fase grup.

Bek senior Timnas Indonesia, Jordi Amat mengatakan para pemain memahami rivalitas yang selama ini mewarnai pertemuan kedua negara. Namun, menurutnya, semangat bertanding tidak boleh menghilangkan rasa hormat kepada lawan.

"Kami akan berusaha memberikan yang terbaik, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Jordi dalam konferensi pers pralaga berdasarkan rilis audio yang diterima Jawa Pos Radar Solo, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Jadwal Piala Presiden 2026 Jumat 31 Juli Besok: Laga Penentu Nasib Arema FC, Siapa Susul Persib ke Semifinal?

Pemain berusia 34 tahun itu menilai seluruh penggawa Timnas Indonesia memiliki tanggung jawab sebagai panutan bagi generasi muda. Karena itu, sikap para pemain selama pertandingan juga menjadi sorotan publik.

"Kami adalah contoh bagi banyak anak-anak dan masyarakat di negara kami. Karena itu, penting bagi kami menjaga nilai-nilai positif dan selalu menghormati lawan," katanya.

Baca Juga: Adu Statistik Indonesia vs Timor Leste Jelang Laga Piala AFF 2026 Jumat Besok: Skuad Garuda Dominan Tanpa Celah

Jordi menegaskan pertandingan tetap harus dijalani dengan semangat juang tinggi. Namun, menurutnya, kerasnya persaingan di lapangan tidak boleh mengesampingkan nilai sportivitas.

"Sepak bola memang harus diperjuangkan dengan keras. Namun, pada akhirnya kami tetap harus saling menghormati. Kami ingin pertandingan berjalan dengan baik," ucap mantan bek klub Liga Spanyol tersebut.

Senada dengan Jordi, pelatih Timor Leste, Ze (José) Pedro juga menekankan pentingnya menjaga pertandingan tetap berada dalam koridor fair play. Ia mengakui duel melawan Indonesia memiliki sejarah panjang yang membuat atmosfer pertandingan selalu berbeda.

"Kami harus menyikapi pertandingan ini sedikit berbeda karena sejarah antara kedua negara. Namun, tujuan utama kami adalah terus berkembang sebagai sebuah tim," ujarnya.

Pelatih asal Portugal itu memastikan tidak akan membiarkan anak asuhnya bermain dengan cara yang mengarah pada tindakan kasar atau mencederai lawan.

Meski demikian, ia tetap meminta para pemain tampil berani dalam setiap duel.

"Saya tidak akan mengizinkan permainan kasar di tim saya. Tetapi saya juga meminta para pemain berani dalam duel individu dan mampu membuat perbedaan," katanya.

José Pedro juga mengakui kualitas Timnas Indonesia, baik secara individu maupun kolektif. Menurutnya, Garuda menjadi salah satu tim dengan mobilitas serangan terbaik di turnamen sehingga akan menjadi ujian berat bagi Timor Leste.

"Kami akan berusaha memberikan yang terbaik ketika tidak menguasai bola dan berusaha tidak kebobolan. Namun, ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit karena kualitas individu dan kolektif Indonesia sangat baik," tuturnya.

Baca Juga: Eks Persis Solo Ikhwan Ali Tanamal Bikin Pendukung Persib Bandung Terpukau Karena Performanya di Piala Presiden

Menegaskan filosofi yang akan dibawa timnya, José Pedro melontarkan pernyataan yang menjadi sorotan menjelang pertandingan.

"Ini bukan tinju, ini sepak bola. Saat menguasai bola maupun tidak menguasai bola, kami akan bermain keras dan tangguh, tetapi tanpa niat jahat," tegasnya.

Komitmen yang disampaikan kedua kubu menjadi sinyal bahwa laga Indonesia kontra Timor Leste diperkirakan tetap berlangsung sengit. Namun, baik Garuda maupun Timor Leste sama-sama berharap rivalitas yang tersaji di lapangan tetap berada dalam koridor sportivitas dan saling menghormati. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
Jordi Amat indonesia timnas timor leste