RADARSOLO.COM – Persis Solo tak hanya berbenah dari sisi komposisi pemain dan tim pelatih usai terdegradasi ke Liga 2 Championship 2026/2027. Laskar Sambernyawa juga mulai membangun sistem kerja yang lebih modern dengan membentuk departemen analis independen sebagai bagian dari persiapan menyongsong musim baru.
Keberadaan divisi tersebut menjadi salah satu langkah strategis manajemen dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Namun, di balik pembentukannya, masih banyak suporter yang belum memahami sejauh mana peran analis dalam membantu meningkatkan performa tim.
Bagi sebagian orang, tugas analis identik dengan mengamati pertandingan. Padahal, ruang lingkup pekerjaannya jauh lebih luas dan telah dimulai sejak proses pembentukan skuad.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Tantang Tiga Klub Elite Eropa, Bidik Peningkatan Level Permainan
Kepala Divisi Analis Persis Solo, Rochmat Setiawan, menjelaskan bahwa departemen yang dipimpinnya terlibat dalam berbagai tahapan yang saling berkesinambungan, mulai dari proses perekrutan pemain hingga evaluasi latihan dan pertandingan.
Menurut Rochmat, pekerjaan tim analis diawali saat klub menyusun komposisi pemain. Pada tahap tersebut, departemen analis menyuplai berbagai data mengenai pemain yang masuk radar perekrutan untuk menjadi bahan pertimbangan manajemen dan tim pelatih.
"Ketika masih masa perekrutan pemain, kita menyuplai data ke klub tentang pemain-pemain yang mau direkrut. Pemain itu layak atau tidak untuk direkrut, itu di tahap awal," ujar Rochmat Setiawan usai sesi latihan Persis Solo, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: John Herdman Tolak Timnas Indonesia Terlena, Tegaskan Laga Kontra Timor Leste Bukan Soal Pesta Gol
Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses seleksi pemain sehingga keputusan perekrutan tidak hanya mengandalkan pengamatan langsung, tetapi juga didukung hasil analisis yang telah disusun secara menyeluruh.
Setelah proses pembentukan skuad rampung, fokus pekerjaan departemen analis pun bergeser. Selama masa persiapan kompetisi, perhatian mereka tertuju pada perkembangan tim melalui sesi latihan maupun pertandingan uji coba.
Seluruh aktivitas tim direkam dalam bentuk video untuk kemudian dianalisis secara mendalam. Dari rekaman tersebut, tim analis berupaya menemukan berbagai detail permainan yang kemungkinan luput dari pengamatan tim pelatih di tepi lapangan.
Rochmat menyebut fungsi tersebut sebagai "mata kedua" bagi tim pelatih. Sebab, sudut pandang kamera dari posisi yang lebih tinggi mampu memberikan gambaran permainan secara lebih utuh dibandingkan pengamatan langsung di lapangan.
"Data video nanti kita akan berperan sebagai mata tambahan buat tim pelatih, di mana kita akan melihat dari view yang lebih atas, yang mungkin berbeda dari view yang di bawah di mana ada pelatih di situ," jelasnya.
Hasil analisis kemudian dirangkum dalam bentuk laporan yang diserahkan kepada tim pelatih sebagai bahan evaluasi. Laporan tersebut disusun sesuai kebutuhan, mulai dari evaluasi permainan tim secara keseluruhan, per lini, hingga penilaian terhadap performa individu pemain.
"Nanti kita memberikan report kepada pelatih. Report-nya bisa satu tim, bisa report berupa grup pemain, misalnya pemain belakang, pemain gelandang, pemain depan, atau report secara individu," katanya.
Melalui laporan berbasis data tersebut, tim pelatih memperoleh sudut pandang tambahan sebelum menentukan materi latihan, strategi, maupun evaluasi terhadap pemain. Kehadiran departemen analis pun menjadi bagian penting dari transformasi Persis Solo dalam membangun sistem kerja yang lebih profesional dan modern demi mewujudkan target kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy