Tempa Diri di Garudayaksa, Persis Solo Jadikan Klub Super League Tolok Ukur Kesiapan Tim

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:39 WIB
Pemain Persis Solo jalani latihan jelang terjun di Liga 2. (Tim Media Persis Solo)
Pemain Persis Solo jalani latihan jelang terjun di Liga 2. (Tim Media Persis Solo)

RADARSOLO.COM – Persis Solo tak ingin menjalani training camp (TC) sekadar sebagai agenda pemusatan latihan biasa. Untuk mengukur kesiapan tim menghadapi Pegadaian Championship 2026/2027, Laskar Sambernyawa telah menyiapkan serangkaian laga uji coba melawan klub-klub BRI Super League selama TC di Garudayaksa Training Centre, Bekasi.

Pemusatan latihan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 31 Juli hingga 8 Agustus. Selama delapan hari, tim asuhan Ricky Nelson akan menjalani program latihan intensif yang dipadukan dengan sejumlah pertandingan uji coba menghadapi lawan dengan level kompetisi lebih tinggi.

Pelatih kepala Persis Solo Ricky Nelson mengatakan, uji coba melawan klub-klub Super League sengaja dipilih sebagai tolok ukur perkembangan tim setelah menjalani rangkaian latihan pramusim selama beberapa pekan terakhir.

"Training camp kita nanti ada beberapa uji coba melawan tim dari Super League. Oleh karena itu, uji coba ini sekaligus kita mencoba untuk menerapkan taktik yang sudah dilakukan pemain dalam sesi latihan," ujar Ricky melalui rilis resmi klub usai sesi latihan di Lapangan UNS, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: BTS Pilih Absen dari Grammy Awards 2027, Tak Ingin Musik Dikotakkan Berdasarkan Wilayah

Menurut dia, pertandingan melawan tim dengan kualitas di atas menjadi kesempatan ideal bagi jajaran pelatih untuk melihat sejauh mana para pemain mampu menerapkan instruksi yang telah diberikan selama latihan.

Ricky menjelaskan, tujuan utama dari rangkaian uji coba tersebut bukan semata mencari kemenangan. Yang lebih penting adalah mengukur efektivitas model permainan yang tengah dibangun sebelum kompetisi resmi dimulai.

"Tujuan utama adalah kita mencoba taktikal apa yang ingin kita gunakan di kompetisi. Dan juga memantau perkembangan pemain saat melawan tim yang levelnya di atas mereka," katanya.

Baca Juga: Sidak Dapur SPPG, Wabup Karanganyar Warning Kualitas MBG Diperhatikan

Selain menguji penerapan taktik, tim pelatih juga akan memanfaatkan setiap pertandingan sebagai bahan evaluasi menyeluruh. Aspek kondisi fisik pemain hingga organisasi permainan akan menjadi perhatian selama TC berlangsung.

Ricky mengungkapkan, evaluasi tersebut akan difokuskan pada bagaimana pemain menjalankan transisi permainan, baik ketika menyerang maupun bertahan. Organisasi pertahanan juga menjadi salah satu aspek yang dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi kerasnya persaingan di kompetisi nanti.

"Dalam uji coba nanti kami ingin melihat bagaimana hasil setelah penyesuaian fisik, kemudian penerapan taktikal, baik saat menyerang maupun bertahan. Dua aspek itu menjadi fokus utama kami. Terutama organisasi pertahanan, karena itu yang kami siapkan untuk menghadapi pertandingan tandang," jelasnya.

Hasil dari seluruh pertandingan uji coba nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih sebelum Persis memasuki musim kompetisi. Berbagai kekurangan yang ditemukan akan segera diperbaiki agar performa tim semakin matang.

Ricky berharap lawan-lawan yang memiliki kualitas lebih baik justru mampu memberikan tekanan kepada anak asuhnya. Dengan begitu, kelemahan tim dapat terlihat lebih jelas sehingga proses pembenahan bisa dilakukan lebih dini.

"Kami berharap selama training camp mendapat tekanan yang lebih banyak sehingga kami bisa mengetahui apa yang harus dipersiapkan untuk kompetisi nanti. Dan saat menghadapi lawan yang lebih bagus, kami bisa melihat di mana titik lemah tim dan dari situ kami melakukan perbaikan," tandasnya. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
Super League persis solo liga 1